Kate…..
”Kate, mau
berburu bareng gag??”Tanya memanggilku
dari ruang depan “Gag ah Tan, aku dirumah aja”ujarku sambil terus melanjutkan
membaca beberapa Novel yang aku beli kemaren di Phoenix “yaa sudah aku berburuu
duluu ya sama Irina”ujar Tanya lagi “yaaa”sahutku. Hai Namaku Katrina, tapi
lebih suka dipanggil Kate. Aku adalah seorang Vampire yaaa..Aku ditransformasi
oleh Mom Sasha, selain aku mommy Sasha juga merubah Tanya dan Irina. Eiitts walaupun
kami vampire tapi kami sudah tidak berburu manusia lagi,hanya berburu beberapa
hewan disekitaran kami. “aarrgghh sepertinya aku salah membeli novel, kenapa
percintaan manusia ini selalu indah dan romantissssss”gerutuku. Kuhempaskan
buku itu ke sofa, aku jadi teringat saat kami bertiga mengencani laki laki
(manusia) setelah bosan kami jadikan mereka korban. Dan yang paling bikin miris
ketika melihat kerabat kami Edward Cullen menikahi Bella swan gadis manusia.
Percintaan mereka pun bukan tanpa berliku tapi akhirnya mereka menikah, itu
membuat Tanya galau begitupun aku dan Irina yang baru saja kehilangan Laurent.
Oiya kami juga kedatangan sahabat tapi sudah kami anggap seperti saudara Carmen
dan pasangannya Eleazar, mereka berdua juga membuat kami semakin galau hahaha.
“Tanya,Carmen…Irina irinaa gag
adaa”teriakku “Ada apa sih Kate, Heboh banget teriaknya??”ujar Eleazar “Irinaa
gag ada dimanapun Ele..gag biasanyaa dia pergi kayak ginii”akuuu mulai mondar
mandir diruang tengah. Kupandangi wajah mereka satu satu Tanya, Carmen dan
Eleazar. Sama sepertiku wajah mereka bingung “Kemaren kalo gag salah Irina
bilang dia mau mengunjungi kediaman Cullen, aku akan mencoba menghubungi
mereka” ujar Tanya. Beberapa menit kemudian “Ternyata benar Irina kerumah
Cullen, mereka melihatnya dipegunungan. Tapi langsung pergi entah kenapa?? Aku
khawatir..”Raut wajah Tanya seketika berubah sedih “ohh noooo”teriakku.
Seminggu kemudian masih tak ada kabar
dari Irina, dan pagi ini “Kate Carmen, Ell…ayoo keluarrr”teriak Tanya “ada
apaan si Tan, Irina pulang yaa??”ujarku “Noo..lihat itu”ujar Tanya sambil
menunjuk keluar. Mobil Edward berhenti
dihalaman, kami bertanya-tanya tidak biasanya dia membawa istri dan teman
werewolfnya saat mengunjungi kami. “Edward apakah semuanya baik baik saja??kenapa
gag ngasi tau kami kalo kamu mau kesini ”ujar Carmen,”apakah ini tentang
irina??Apakah ada kabar tentangnya yang ingin kamu sampaikan??”tanyaku, Edward
melangkah mendekati kami “hemm mungkin saja”jawabnya kulihat kegundahan dan
kegelisahan di mata Edward, “Kenapa istrimu menunggu di mobil??tanya Eleazar “
Dan kenapa kamu membawa serigala kesini??aku bisa mencium baunya dari sini..”Lanjutku
“Keluargaku dalam bahaya. Aku butuh bantuan kalian”jawab Edward “Apa yang
terjadi??”tanya Carmen “Ini sulit untuk dijelaskan,tapi aku butuh kalian
membuka pikiran??maukah kalian??”ujar Edward “tentu saja” jawab Tanya. Tak
berapa lama aku melihat Bella, Jacob dan seorang anak kecil keluar dari mobil
Edward “apaaa apaan inii”ujarku dalam hati “Volturi akan datang
kesinii”teriakku panik “kamu harus membawanya pergii dari sini sekarang
Edward”Carmen terlihat emosi dan ketakutan “dia tidak seperti yang terlihat
“jawab Edward “ini adalah tindakan melanggar hukum” Tanya berlari dan coba
memukul Edward, tapi dia terlempar melihat itu emosiku naik aku menyerang
Edward dengan serangan listrik yang berasal dari tubuhku, tiba tiba Bella datang
dan menghempaskanku. Aku bingung kenapa listrikku tak berasa ditubuhnya
“mundur”teriak Bella “Dia memiliki darah di nadinya, dapatkah kamu merasakan
hangat tubuhnya??”tanya Edward “aku bisa merasakannya”ujar Carmen “aku adalah
ayah kandungnya, dan Bella ibunya”ujar Edward lagi “mustahil”ujarku masih tak
percaya “aku tidak pernah melihat yang seperti ini sebelumnya”ujar Eleazar “dia
akan menunjukkannya padamu??”ujar Edward dan semuanya berlalu begitu cepat kami
semua akhirnya pergi kerumah Cullen untuk memberikan kesaksian pada Volturi.
Dan disinilah Cinta pada pandangan pertama itu dimulai.
Garret
Namaku
Garrett gag ada nama depan maupun nama
belakang, kalo ada yang nanya aku lahir
ditanggal berapa, sejak aku ditranformasi menjadi vampire aku lupa lahir
ditanggal berapa hahahaha tapi yang aku ingat aku lahir di tahun 1700an. Aku
amat sangat mencintai negaraku, maka pada saat terjadi perang revolusi Amerika
aku membantu tentara Amerika menghabisi musuh – musuh kami ,yaa aku adalah
patriot pemarah yang akan selalu membela tanah airku tercinta USA. Selama 275
tahun ini akuu terus berkelana berpindah pindah distrik mencari vampire yang
telah kurang ajar mengubahku menjadi vampire.
Malam ini
dahagaku amat sangat haus darah, aku pun menyusuri sepanjang jalan ini mencari
buruan yang tepat . Dan aku melihatnya seorang remaja inggris menganut aliran
sedikit punk sedang menyanyikan lagu berlogat inggris yang sangat kubenci,
seketika aku mencengkeram lehernya dan membenturkan badan yang sedikit berontak
itu kedinding “ Tutup Mulutmu!!Aku benci Invasi pertama Inggris, tapii yang
paling kubenci adalah invansi keduanya..”Kukeluarkan taringku dan siap
menancapkannya dileher pemuda yang terus berteriak minta tolong entah pada
siapa tapi “ Sekalipun itu The Beatles??yang benar saja Garrett??”ujar
seseorang dibelakangku, saat aku menoleh ternyata Emmett dan Rosalie “kebiasaan
lama Susah untuk dihilangkan”ujarku sambil menghempaskan pria muda itu
“Carlisle membutuhkanmu”ujar Rosalie “kelihatannya menarik”kataku sambil tersenyum
“Tolonggg!!’teriaknya sambil mencoba kabur “tapi sebelum itu aku harus
menyelesaikan Makan malamku”akupun bergegas mendekati buruanku “tolongg tolongg
tolong aku”teriaknya,dalam keadaan terus meronta aku tancapkan taringku
dilehernya dan kuhisap darahnya hingga tetes terakhir ( kayak iklan susu aja).
Dan disinilah
aku sekarang dirumah keluarga Cullen bersama vampire lain bertemu sicantik
Nessie, tapi kebiasaanku yang nomaden dan selalu sendiri mengakibatkanku jarang
bergabung dengan yang lain. Hanya saja aku tak mengerti mengapa hatiku selalu
bergetar ketika bertemu dengan wanita ini, ada hasrat untuk melindunginya
menyayanginya dengan segenap keabadian yang kumiliki. Yang membuatku takjub
adalah bagaimana dia dan Clannya bisa bertahan hidup hanya dengan berburu
binatang gaya hidup yang dianut keluarga cullen apakah ini yang membuat mereka
seperti keluarga??aahh senyum itu begitu menggetarkan hidupku. Tapi sudahlah
gag mungkin dia merasakan hal yang sama sepertiku.
Kate
Tuhaaannnn
mataaa ituu..mata ituu sungguh indahh izinkan aku memilikinya izinkan aku
bersamanya selamanya. Andai aku masih menjadi manusia mungkin hati ini akan
terus berdegup tak karuan ketika memandanginya. Ini tidak seperti biasanya
ketika aku bertemu dengan pasangan-pasangan manusiaku sebelumnya. Tuhan
mungkinkah aku telah memilih hatinya untuk hatiku?? Aku harus bertanya pada
Carmen harus. Akupun melesat mencari Carmen “Carmen..kamu sibuk gag??”tanyaku
saat melihat Carmen duduk ditaman belakang kediaman keluarga cullen
“Enggak..kenapa Kate??”ujar Carmen tanpa menoleh kearahku “boleh aku duduk
disini??”aku bertanya lagi “Of course dear..sinii sinii”jawabnya sambil menatap
mataku. Aku bergegas duduk disampingnya “ada apa Kate??”tanyanya khawatir
“ummhh..umhhh”aku raguu untuk bertanya,sejujurnya bukan ragu tapi malu “ada apa
Katee??”tanya Carmen lagi kali ini seperti menahan senyum, sepertinya dia tau
apa yang akan kutanyakan “Ummh akuu..aaahhhh aku maluu”ujarku sambil menutup
muka “Kamu lagii jatuh cintaa yaaa??ayooo sama siapaaa??human or??”pertanyaan
Carmen semakin membuatku malu “yess im falling in love Car,but im not
sure..”ujarku “hahahahhaha kamu lucu..”Carmen mencubit pipiku gemas “Car..waktu
kamu ketemu Ele rasanya gimana sih??”tanyaku “Waktu itu aku ketemu dia saat aku
main kevoltera mengunjungi beberapa teman. Pertama kali melihat matanya itu ada
sesuatu yang lain disini”ujar Carmen sambil menyentuh di bagian dadaku”sesuatu
seperti bergerak disini..”dia menyentuh perutku “dan sesuatu yang selalu
menarik sudut bibirmu”kali ini dia menarik sudut bibirnya yang membuatnya
tersenyum “kamu akan selalu merasa kurang cantik dihadapannya, dan kamu akan
merasakan emosi amarah ketika kamu melihatnya bercengkrama dengan vampire
wanita yang lain..Pokoknya jatuh cinta itu perasaan yang Amazing..apalagi Ele,
dia mengajariku segala hal yang indah seindah kami bertemu kalian”Carmen
memelukku erat “Jadi mungkinkah yang aku rasakan ini Cinta Car??”tanyaku dalam
peluknya”tanya hatimu ikuti apa yang diucapkan hatimu”jawab Carmen “Ayooo kalian
lagi ngomongin aku yaaaaa”ujar Ele “iihh geer banget sih El”ujar Carmen sambil
menyentuh lembut Ele. Sekali lagi aku meyakinkan hatiku bahwa dia Vampire yang
tampan, aku hanya ingin sekedar mengenalnya lebih jauh. Diaa yaa diaaa yang
penampilannya selalu urakan . But I Love it ,yaa Garrett.. I think I’m fallin’ in love with him.
Pagi ini kami
berkumpul dihalaman keluarga Cullen, aku, Zafrina, Eleazar, Bella, Edward ,
Carlisle dan diaa yaa dia ada disini bersama kamii..aku mulai gelisah, hatiku
mulai bergejolak tak karuan. Zafrina mulai memperlihatkan kemampuannya membuat
ilusi untuk Edward “ genggamlah tanganku dank au akan melihat ini semua
nyata”ujar Edward ke Bella “aku tidak dapat melihat yang kau lihat Ed”mereka
saling menautkan jari jemarinya “Mengapa kau tak memberitahukanku kalau istrimu
punya bakat menjadi Perisai”Ujar Eleazar “aku tidak pernah melihat ini
sebelumnya”ujar Edward lagi “kemampuan bertahan yang luar biasa”ujar Ele dengan
kekaguman luar bias, aku penasaran denga sekuat tenaga aku mengaliri seluruh
listrik ditubuhku untu menyetrumnya “Ahh yeahh..Perisainya terlihat bekerja
dengan baik. Dia tak merasakan apa apa”ujarku dan diaa maju kehadapanku “atau
kau yang terlalu melebihkan segalanya”ujarnya sambil tersenyum mempesona “Atau
mungkin hanya bekerja pada yang lemah”Ujarku sambil mengarahkan tangan kananku
kearahnya “Garrett, sebaiknya jangan”ujar Carlisle tapi lelaki yang satu ini
ingin menyentuhku,sejujurnya aku ingin disentuh olehnya tapi tidak pada saat
seperti Ini saat aliran listrik ditubuhku berkumpul di tanganku. Begitu tangan
ini bersentuhan dia terlihat kesakitan,aku aku ingin menolongnya aku ingin
menggapainya tapi “Kamu adalah wanita Luar biasa yang pernah kutemui”ujarnya
dengan mata berbinar dan dan apakah aku tak salah melihat ada iya baru saja
mengedipkan sebelah matanya kepadaku ouhh tidakk ingin rasanya aku
berteriaakkkk Garrettt, I really really love you.
Garrett
Hari
ini masih seperti kemarin ketika pertama kali aku melihatnya dia begitu
mempesona begitu selalu. Rambut pirang yang lurus itu begitu menggoda hatiku,
ingin rasanya aku membisikkan semua kata cinta ini. Tapi yang terpenting aku
ingin membuatnya nyaman disisiku, aku tak ingin dia berpikir aku mengambil
kesempatan disini. Pagi ini aku berharap ada kemajuan dihubungan kami upss
bukann bukan kemajuanku memberanikan diri dan lagi lagi Edward mengetahui apa
yang aku pikirkan “Haii Garr,tertarik dengan kate huh??”tanyanya “hahahahah
haruskah aku menjawabnya Ed??”aku balik bertanya”butuh bantuan??”tanyanya lagi
“I think Nooo, I can handle it”ujarku. Bella menghampiri kami “heii apa yang
sedang kalian bicarakan sepertinya serius”ujarnya “ada yang berharap bisa
bersama seperti kita shayank”Edward mencium lembut kening Bella sambil
mengerling padaku “hihihihi sudahlah Garrett tell her..show your Love”ujar
Bella “yaa yaa I know and I will do”ujarku mantab. Memastikan perisai Bella
bekerja membuat beberapa dari kami berkumpul dihalaman. Aku harus membuatnya
melihat kearahku, ku beranikan diri untuk mencoba aliran listrik yang ada
ditubuhnya. Dimatanya aku melihat kecemasan saat melihatku mengajukan diri
menjadi relawan dan aku yakin dia mencintaiku juga. Sejak siang itu semua berubah,
hubungan kami mengalami kemajuan bukan hanya sekedar mengobrol bersama dengan yang
lain, aku memberanikan diri mengajaknya keluar malam ini dan dia setuju dengan
syarat dinnerku hari ini berganti menjadi Vegetarian dan aku menyetujuinya.
Karena akupun ingin tau seperti apa rasanya menjadi vampire Vegetarian. Selesai
berburu kami berlari bersama hingga tiba di lapangan luas, tiba tiba dia
berlari meraih semua salju yang turun sedikit demi sedikit lalu dia kembali
kearahku dan menyodorkan salju itu “merry Christmast”ujarnya sambil tersenyum,
saking terpesona dengan senyuman itu aku hanya bisa menatapnya “ heii garrett,
merry christmast”ujarnya lagi “uupps maaf kan aku..aku lupa ini malam
natal..merry chrismast too”ujarku tergagap karena ketahuan menatapnya “Lets
make a wish, semoga keajaiban Natal ada untuk kita semua”ujarku lagi kami menutup
mata dan sibuk dengan doa masing masing samapai “Garreettt kamuu tidurr yaaaaa,
ayoo bangunnnn”ujarnya sambil mengusapkan salju itu keseluruh muka ku, aku yang
tersadar dari lamunanku seketika memeluknya. Lama kami bertatapan, aku tak
menyia-nyiakan kesempatan ini aku mulai mencari cari dimatanya apakah dia
mencintaiku juga seperti yang Edward bilang “hemmm Garr”ujarnya “yaa”kataku
lembut ”awassssss Garrettt ada bola salju”teriakannya membuatku kaget dan
seketika melepaskan tubuhnya aku melihat sekelilingku
“ahahhahahahahahahahahahhaha”dia tertawa terbahak bahak “apaa apaa”ujarku
dengan tampang bego “hahahhampmhh ekspresimu lucuuuu aku gag tahannnnn”dia
berusaha menahan tawanya dengan segera aku melemparkan bola salju itu kearahnya
“Aaaahhh Garrettt sialaaann terima pembalasankuuu”teriaknya dan mulailah perang
salju antara kami. Perang salju berakhir kami terduduk saling memunggungi
“Gaarr..kamu pernah merasakan cinta gag sebelumnya??”tiba tiba Kate menanyakan
itu padaku “Semasa aku masih menjadi manusia, pernah sekali aku merasakan
gejolak di hatiku ketika bertemu dia hanya sesaat karena aku harus mengikuti
latihan militer disaat itu pikiranku sudah tak ada lagi dia,yang ada hanya
bagaimana supaya amerika tercintaku ini menang melawan musuh. Sampai akhirnya
beberapa waktu lalu aku merasakan hal yang lebih dari itu..Aku merasa aku mencintai
sesorang itu, dia begitu tangguh, begitu kuat begitu mempesona.aku ingin
menyentuh hatinya ingin memiliki semua yang ada didirinya tapi bukan nafsu. Aku
hanya ingin memeluknya untuk melindunginya, melindungi hatinya yang rapuh di
balik kekuatan dan ketegarannya”ujarku
Kate
Sakit
rasanya ketika mendengar pengakuannya saat ini, bahwa dia sangat memuja wanita
itu wanita tangguh katanya. Mungkin jika aku manusia saat ini ingin rasanya aku
menangiss dan meneriakinya bahwa AKU MENCINTAI DIA DENGAN SEGENAP KEABADIANKU.
Dan aku ingin dia yakin bahwa akulah yang terbaik buatnya “Kalo kamu gimana
Kate??”tanyanya “aku aku pernah mencintai banyak pria yang kemudian menjadi
korbanku. Dan selama aku menjadi manusia aku tak pernah merasakan apa itu jatuh
cinta. Mungkin karena aku diciptakan Tuhan menjadi Guard dari para Bangsawan
hingga mommy Sasha mengubahku. Tapi beberapa waktu lalu aku bertemu dengannya
aku merasakan hal yang sama denganmu. Ada hal yang berbeda kali ini aku merasa
aku ingin memberikannn seluruh keabadianku padanya. Seseorang yang entah dan
dari mana dia berasal aku tak pernah tau dan tak ingin tau. Karena aku hanya
ingin melihat masa depannya bersamaku bukan hidup dalam bayang bayang masa
lalunya.”Ada getar dibibirku yang menghantar perih dihatiku. Hening, kami larut
dalam pikiran masing masing hingga sang Fajar menyapa kami “ayoo kita kembali kerumah
Cullen, aku khawatir Tanya dan Carmen mencarimu”dia mengulurkan kedua tangannya
kearahku, tangan yang begitu kokoh yang dengan segala keyakinanku mampu
menopang hidupku “yaaa ayooo..kita balapan lari”ujarku sambil berlari dan
melepaskan tangannya yang sebenarnya tak ingin kulepaskan.
26 Desember 2006
26 Desember 2006
Kate
“Gimana kencannya semalam Kate??”tanya Carmen dan Tanya bersamaan “sebenarnya Indah tapi…”cerita semalam bergulir dari bibirku, hanya terdengar Ouuuh dan aah saja dari mereka kemudian mereka berdua “hahahahahahahhahahahahahah”tertawa terbahak bahak diakhir ceritaku, seperti orang bodoh aku membentak mereka “Apa yang kalian tertawakan Huhhh??senang kalian melihatku menderita seperti ini??” mereka mencoba menahan tawa itu “ dear”ujar Carmen sambil meraih tanganku ‘Listen to mee..kami bukan menertawakan ceritamu tapi kami tertawa melihat kalian layaknya ABG yang Kasmaran. Gag ada yang berani mengungkapkan sekalinya kencan malah saling menceritakan perasaan masing-masing tanpa ada yang peka satu sama lain..”ujarnya lembut “so Kate sekarang bukann jamannya harus laki laki yang berbicara, wanita juga punya hak untuk bicara dan kamu juga harus menerima konsekuensi yang ada begitu kamu melakukan sesuatu..katakan saja bagaimana perasaanmu padanya”Kata Tanya sambil mengelus rambutku “jadii menurut kalian apakah dia mencintaiku juga??”tanyaku polos”Kate kate sudah berapa lama sih kamu sering jalan sama cowok,masa kamu gag bisa liat reaksi mereka yang menyukaimu??”ujar Tanya lagi “baiklah aku akan mengajaknya berbicara dari hati nanti malam sebelum pertempuran”ujarku “ituu baruu Kate..”kamipun berpelukan kayak teletubies. Malam itu kami semua berkemah di bukit tempat nantinya pertemuan dengan volturi terjadi.” Garrett, bolehkah bicara denganmu sebentar??”tanyaku saat kami semua akan berangkat menuju Camp “tentu saja Kate”jawabnya “C’mon Garrett, we late” teriak Emmett sambil berlari bersama Rose, dia melambai “tapi sebaiknya ayo kita berangkat sebelum..”belum selesai dia berbicara aku mencium bibirnya dengan lembut, sepertinya dia kaget namun dia diam tak berusaha melepaskan ciumanku ini, 5 menit kami berciuman..bukann bukan maksudku 5 menit aku menciumnya dan aku juga yang mengakhiri ciuman paksa itu “eemhhh maaf maaff “ujarku sambil menghapus bekas lipstikku dibibirnya, dia hanya terdiam memandangiku mematung tanpa mengucapkan sepatah katapun “kalo begitu sampai bertemu di camp”ujarku sambil berlari. Aku terus berlari tanpa menoleh kebelakang, sebenarnya aku mengharapkan dia mengejarku dan memelukku dan mengatakan dia cinta padaku, tapi semuanya tak mungkin.
“Gimana kencannya semalam Kate??”tanya Carmen dan Tanya bersamaan “sebenarnya Indah tapi…”cerita semalam bergulir dari bibirku, hanya terdengar Ouuuh dan aah saja dari mereka kemudian mereka berdua “hahahahahahahhahahahahahah”tertawa terbahak bahak diakhir ceritaku, seperti orang bodoh aku membentak mereka “Apa yang kalian tertawakan Huhhh??senang kalian melihatku menderita seperti ini??” mereka mencoba menahan tawa itu “ dear”ujar Carmen sambil meraih tanganku ‘Listen to mee..kami bukan menertawakan ceritamu tapi kami tertawa melihat kalian layaknya ABG yang Kasmaran. Gag ada yang berani mengungkapkan sekalinya kencan malah saling menceritakan perasaan masing-masing tanpa ada yang peka satu sama lain..”ujarnya lembut “so Kate sekarang bukann jamannya harus laki laki yang berbicara, wanita juga punya hak untuk bicara dan kamu juga harus menerima konsekuensi yang ada begitu kamu melakukan sesuatu..katakan saja bagaimana perasaanmu padanya”Kata Tanya sambil mengelus rambutku “jadii menurut kalian apakah dia mencintaiku juga??”tanyaku polos”Kate kate sudah berapa lama sih kamu sering jalan sama cowok,masa kamu gag bisa liat reaksi mereka yang menyukaimu??”ujar Tanya lagi “baiklah aku akan mengajaknya berbicara dari hati nanti malam sebelum pertempuran”ujarku “ituu baruu Kate..”kamipun berpelukan kayak teletubies. Malam itu kami semua berkemah di bukit tempat nantinya pertemuan dengan volturi terjadi.” Garrett, bolehkah bicara denganmu sebentar??”tanyaku saat kami semua akan berangkat menuju Camp “tentu saja Kate”jawabnya “C’mon Garrett, we late” teriak Emmett sambil berlari bersama Rose, dia melambai “tapi sebaiknya ayo kita berangkat sebelum..”belum selesai dia berbicara aku mencium bibirnya dengan lembut, sepertinya dia kaget namun dia diam tak berusaha melepaskan ciumanku ini, 5 menit kami berciuman..bukann bukan maksudku 5 menit aku menciumnya dan aku juga yang mengakhiri ciuman paksa itu “eemhhh maaf maaff “ujarku sambil menghapus bekas lipstikku dibibirnya, dia hanya terdiam memandangiku mematung tanpa mengucapkan sepatah katapun “kalo begitu sampai bertemu di camp”ujarku sambil berlari. Aku terus berlari tanpa menoleh kebelakang, sebenarnya aku mengharapkan dia mengejarku dan memelukku dan mengatakan dia cinta padaku, tapi semuanya tak mungkin.
Garrett
Ciuman
itu masih terasa manis dibibirku, bibir kasar seorang patriot America.
Sepertinya Edward benar Kate mencintaiku juga. Aku ingin mengejarnya tapi aku
malu. Aku ingin meneriakinya bahwa aku mencintainya, tapi apakah situasi ini
cocok untuk membicarakan segalanya tentang hati. Aku tak boleh egois disaat
Sahabatku dan keluarganya dalam keadaan genting aku harus melupakan masalah ini
sesaat. Nanti saja saat pertempuran ini berakhir,tapi kalo akhirnya kami mati
ahhh sudahlah aku harus optimis.
27 Desember
2006
Dilapangan
yang sudah penuh dengan salju ini, kami semua berdiri Edward – Bella, Carmen –
Eleazar, aku – Kate dan Tanya, dan semua sahabat kami yang lain. Sedangkan para
werewolfs ada di belakang kami kecuali Jacob yang selalu berada disamping
Nessie. Jujur kuakui aku iri melihat keluarga Cullen yang penuh dengan kasih
sayang dihidup mereka, meskipun alice – jasper meninggalkan mereka entah mengapa
aku percaya dia akan ada disini ditempat ini bersama kami nantinya. Aku terus menatap kedepan dan entah kekuatan
dari mana aku berbisik disamping Kate berharap dia mendengarnya “Jika kita bisa
melewati ini semua dan tetap hidup, aku rela mengikuti kemana saja kakimu
melangkah tanpa mengeluh,dear wanita” “Baru sekarang kamu memberitahukanku
Huh??”tanyanya. Pembicaraan A lot pun terjadi antara Cullen’s dan para saksinya
dengan Aro dan para Guardnya. Sampai aku melihat betapa wanita yang aku cintai
begitu terpukul melihat saudarinya Irina harus dimusnahkan oleh volturi jika
aku diberi kesempatan ingin rasanya aku memenggal kepala para pemimpin Volturi
ini. Sungguh aku tak tega melihat malaikat tanpa sayapku begitu rapuh begitu
tersakiti. Tapi tepat seperti dugaanku Alice datang dan ternyata mereka membawa
penyelamat kami yaitu vampire hybrid lain yang bernama Nahuel dan istrinya
sekaligus bibinya sendiri Huilen. Aku amat bahagia melihat kami semua selamat
dan sampai detik ini aku tak mengerti raut wajah Aro saat menyentuh tangan
Alice. Dia seperti ketakutan tak seperti aro yang biasanya. Semua tersenyum
bahagia berpelukan dan aku merengkuh tubuh Kate lebih dekat denganku kali ini aku
berinisiatif untuk menciumnya ciuman lembut bergairah penuh cinta dan dia
membalasnya dengan penuh cinta tubuh kami serasa melayang. “I Love You
Kate..”akupun mencium keningnya penuh takzim.
“Will you
marry me??menerima aku sebagai bagian hidupmu. Aku akan menjadi kakimu ketika
kamu merasa lelah melangkah. Aku akan menjadi segalanya bagimu ketika kamu
mebutuhkan segalanya. Aku dan seluruh keabadianku menyerahkan diri kepadamu
disini didepan altar ini malam ini. Dan langit malam ini, bintang, bulan, semesta
ini serta Tuhan yang akan menjadi saksi Kesungguhanku”Akupun mengeluarkan
cincin yang ku anyam sendiri dari tanaman liar malam ketika kami keluar pertama
kalinya itu, 1 menit 2menit 3 menit hingga 10 menit belum ada jawaban juga dari
bibirnya “mengapa kau diam kate..apakah aku terlalu lancang melakukan ini”
tanyaku khawatir “tidakk Garrett tidakk aku hanya bingung mau menjawab apa..aku
gag nyangka kamu bisa seperti ini ke aku, aku…”belum selesai dia berbicara aku
memotong “ just say Yes or no Kate” “No aku gag mau keabadianmu”jawabnya “ouhh
baiklah” ujarku lesu dan menunduk “heii..aku hanya butuh kamu selalu ada
disampingku menggengam tanganku erat dan tak pernah melepaskannya Garrett.. I
LOVE UUUU My Warrior”dia menarik wajahku menghadapnya seketika aku memasangkan
cincin itu kemudian aku menciumnya keningnya tangannya dan aku memeluk “aku
berjanji akan selalu bersamamu shayank..”
*End*

Tidak ada komentar:
Posting Komentar