9 Mei 2013

Keluarga itu Kami


Aku mencintai Film ini..yaa film yang menceritakan tentang seorang vampire muda yang jatuh cinta pada gadis muda bernama Bella. Kalian pasti sudah tau. Tepat sekali Twilight Saga. Aku tak hanya menyukai film ini tapi semua yang berhubungan dengan film ini aku suka. Dari Fanbase, Fanpage, souvenir, Castnya, dan semua orang yang menyukai film inipun aku menyukainya. Tapi yang ingin ku ceritakan bukan tentang Twilight Saga. Ini tentang persahabatannku dengan para penggemar Twilight Saga. Yaa kami berasal dari Latar belakang dan sifat yang amat berbeda. Bayangin aja 8 manusia, 8 karakter, 8 umur yang berbeda. Aku kenalin satu satu yaa di mulai dari Meey si cantik yang sibuk dengan segala aktivitas kantornya, Yongki si pekerja bandara yang ganteng,(eitss bukan di bandara Indonesia lho, tapi di As..bayangin orang Indonesia kerja di Bandara Negara Adi daya..). Andy si Dokter ganteng berwajah korea yang kerja diRS di Kanada (sumpah ini saya Penggemar berat mereka berdua tentu saja Yongki dan Andy). Fee atau kami lebih sering memanggilnya dengan sebutan Nessie si cantik penuh dengan sikap manja. Rifaldy si berondong yang suka banget bertanya (bahasa kerennya itu KEPO) dia itu orang yang paling banyak bertanya diantara kami. Pasangannya Rika si cantik yang siap menjadi penulis terkenal di Indonesia. Si Bontot yang Menggemaskan siapa lagi kalau bukan Fyka. Dan terakhir tentu saja aku Ayu, tapi mereka biasa memanggilku Mommy mungkin karena sifatku yang lebih sering terlihat kaya ibu ibu heboh setiap mereka semua ada masalah. Entah kenapa kami berdelapan ini merasa saling menyatu..saling terkait. Tak jarang kami menangis bersama karena kesedihan yang ditimbulkan salah satu dari kami. 
Suatu malam kami berdelapan ini terhubung dalam satu obrolan panjang tentang keinginan kami untuk bertemu dan menjadi gila bersama “Jadi bagaimana nie??kita mau kumpul dimana dan kapan”tanyaku “kapan yaa Mom??aku bingung juga..soalnya jadwal kantorku itu enggak ada yang kosong sampai akhir tahun ini..”Logat jawa yang kental terdengar dari Meey “Iyaa Mom..apalagi kami berempat yang belum bekerja ini, bagaimana caranya ketemu..kecuali ketemunya diMedan”Rikapun ikut menyahuti “Aku ada usul ni guys, bagaimana kalau kita menabung bersama saja, setiap bulan kalian Transfer kerekening orang yang sudah kita tentukan..antara Meey dan Mommy, menurut kalian bagaimana??”ujar Yongki “heemm setuju sama Daddy, Oma..lebih baik seperti itu, tapi berapa yang harus kita tabung setiap bulan Dad??”tanya Fee “Bagaimana kalau 100ribu??uangnya bisa ditransfer ke rekening aku”Jawab Meey “tapi apa itu tidak memberatkan yang lain Meey,khan pulau kita juga berbeda.. aku sama yongki sih bisa aja biaya sendiri dari sini..cuman bagaiaman dengan Rika, Fyka dan Rifal..kecuali dari kita berempat merelakan uang yang kita kumpulin untuk ongkos mereka juga sebagian”kata Andy”Mommy setuju seperti yang Andy bilang” “Aku sama yongki juga setuju kok Mom”ujar Meey “oke kalau kami berempat setuju bagaimana dengan kalian berempat??sanggup”tanya Andy lagi“Aku sanggup kok”ujar Rifal dari seberang diikuti dengan suara yang lain “berarti deal nie yaa..kita semua menabung direkening yang dibuat Meey sebesar 100ribu perbulan..Nah sekarang yang jadi pertanyaan mommy kita mau ketemu dimana??”ujarku sambil memainkan kabel headsetku “Jogja aja bagaimana??menurut aku itu ada ditengah tengah..”Ujar Fee sambil melanjutkan menyanyikan lagunya “Mauuu..”kamipun mejawab dengan serempak “berarti sekarang tinggal menentukan tanggalnya yaa??”Tanya Rifal “bulan Juni setahun lagi, jadi kita bisa nabung lebih banyak. Dan bukan itu aja Rika,Rifal sama fyka bisa dateng juga khan??bagaimana menurut kalian??”Aku mencoba memberikan ide untuk mereka “hemm aku setuju Mom..setuju banget”Yongki terdengar begitu bersemangat “oke ditentukan hari pertemuannya setelah Fyka, Rika, Rifal ujian..bagaimana??”aku berbicara lagi “Setujuuuuu Mom…”mereka serempak berteriak yang membuat telingaku berdenging “Husstttt..jangan teriak ditelepon donk..Kuping Mommy sakit tau..”aku mengajak mereka semua bercanda “Ampunn mommyyy..”teriak mereka berbarengan,aku dan mereka tertawa terbahak bahak. Waktu di kamarku sudah menunju kkan pukul 02.00 WIB terlalu lelah untuk melanjutkan pembicaraan, akhirnya kami memutuskan untuk melanjutkannya besok. Sisa senyum masih ada dibibirku. Aku meyakini tidurku akan nyenyak malam ini.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~ MEEY & YONGKI ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
“Hai shayank..kamu lagi apa??sudah makan??”Meey berbicara dengan seseorang yang berada diseberang Blackberrynya “Aku sudah makan Dear..tadi bersama Mam and Dad, mereka titip salam buat kamu..kata mereka calon menantuku apa kabar??”Yongki terdengar ceria “hihiiihihihi aku jadi malu..salam peluk buat mereka aku kangen sekali sama mereka..bagaimana kabar mereka??”tanya Meey dengan sedikit malu malu, gurat merah terlihat dipipi tembemnya “mereka dalam keadaan sehat Meey..mereka juga merindukanmu dan aku jugaa..aku sangat merindukanmu shayank”Ujar Yongki “I miss you too..Love you”Meey terlihat begitu bahagia saat mengucapkan kata kata itu “I love you than my life”Yongki terdengar begitu tulus ketika menyampaikan itu semua. Malam ini Yongki memutuskan untuk mengambil pesanan sepasang cincinnya, dalam perjalanan badai Sandy yang memang sedang melanda NYC membawa sebongkah kayu besar yang hampir mengenai mobilnya. Yongki terlihat panic dan membanting setirnya kearah kiri. Tanpa disadari mobil Yongki semakin melaju kencang dan akhirnya Boom mobil itu menabrak tiang Jalan layang, Yongki pun tak sadarkan diri. Pagi itu Meey terlihat panic, dia menghubungi semua orang yang ada di kontak BBnya, dia terlihat begitu gelisah, begitu sedih, dan begitu tersakiti.
AKU
Jam di ruanganku menunjukkan pukul 11.00 WITA, aku membuka laciku tadinya hanya sekedar mengecek sms yang masuk. Dan I’ve got one message, akupun segera membukanya ternyata dari Meey ‘Mommy..I need you now!!can I call you now??’ sepertinya ada sesuatu yang begitu gawat aku mencoba untuk tenang ‘ada apa Meey??maaf mommy masih ada kerjaan sayang’ aku pung menekan tombol “SEND” ‘hemm yaa Mom..aku hanya ingin memberitahukan bahwa saat ini Yongki koma..dan aku mau mati saja, aku enggak sanggup hidup tanpa dia sedetikpun’ sesuatu menyentak batinku, mataku berkaca kaca. Di hati kecilku berkata, mengapa rasanya sakit mendengar Meey berbicara seperti itu. Tepat pukul 12.00 wita aku berusaha menelpon Meey, menanyakan kebenaran cerita itu.”Meey..katakan sebenarnya apa yang terjadi” “Yongki kecelakaan Mom,tadi malam saat badai Sandy datang dia sedang berada diluar”Meey mulai terisak “Kenapa dia keluar Malem malem??kenapa dia tidak menunggu besok??”emosiku terasa telah sampai dadaku, rasanya sesak harus menerima kenyataan “diaa..diaa..dia pergi mengambil pesanan Cincin untuk kami Mom..dan dan angin begitu kencang berhembus, dia tak dapat mengendalikan mobilnya kemudian…..huhuhuhuhu”tangisannya kini tak bisa dihentikan, dan aku aku hanya terdiam dan mematung. Rasanya tak percaya dengan apa yang terjadi padahal baru semalam kami saling Mention di Twitter. “Kamu dapat kabar dari mana Meey??”aku bertanya lagi “Mommynya nelpon aku Mom, dia bilang kemungkinan Yongki untuk hidup tipis..Mom, aku enggak sanggup hidup tanpa dia..kenapa Tuhan begitu jahat padaku Mom, kenapa ketika kami akan bahagia Tuhan menguji kami”Meey begitu meledak ledak mengatakan itu semua, dan hatiku semakin sakit. Namun aku mencoba untuk kuat, bukan hanya untukku tapi untuk Meey dan ke – 7 anakku “Kamu yang sabar yaa Meey..kita berdoa, mommy yakin Tuhan akan memberikan keajaiban untuk Kita dan Yongki,Meey..Pease jangan bicara seperti itu lagi..sakit Mommy mendengarnya” “Tapi Mom..aku ini Calon istri yang bodohh..bagaimana aku bisa hidup, jika kemungkinan dia hidup tipis….aku enggak sanggup mom..aku enggak sanggup nek De’e enggak ono”..Meey semakin menangis “aku tau shayank..mommy tau, tapi kamu harus bertahan, kamu kekuatan dia untuk hidup..please…” “aku harus berangkat ke NYC Mom, aku enggak mau dia merasakan ini sendirian..aku mau selalu ada apapun keadaannya dia Mom”sepertinya Meey mulai menerima saranku “kamu yang tenang dan jangan putus berdoa yaa, sekarang kita cari penerbangan hari ini yang menuju NYC..mommy coba tanyain keTravel temen Mommy yaaa..Kamu harus kuat Meey, demi Yongki..”akupun menutup pembicaraan ini dengan airmata. Selama 2 minggu kami berada didalam situasi yang amat sulit, situasi yang meneganggkan ,’Yaa Allah ini ada apa??mereka bukan siapa siapaku??tapi mengapa rasanya sakit melihat keadaan ini??yaa Allah berilah hamba kekuatan mengahadapi ini, berilah kesehatan dan kesembuhan pada yongki’ doaku mala mini, sekedar penenang hati. Dua minggu hati kami dipenuhi ketakutan dan kecemasan setiap hari kami selalu berkomunikasi melalui segala macam alat penghubung. Berita pagi ini begitu menggembirakan, Yongki sadar dari komanya. Segalanya berjalan seperti biasa, tapi mengapa hatiku masih sakit. Ternyata hubungan meey dan Yongki tak lagi harmonis.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~ Andy Dan Fee ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
“Omaaaa..aku lagii senenggg bangettt..aku pacaran sama Andy..”berita pagi ini cukup mengagetkan, karena yang ku tahu Andy dan Fee baru saja berkenalan. “Ciyehh..kapan jadiannya sayang??Omaa ikut seneng yaa”aku tersenyum “tadi malem oma..”senang rasanya mendengar Fee begitu bahagia “ciyeehhh..cucu Oma jadian sama Dokter..ihirr”. kisah cinta mereka berjalan tak begitu mulus ada saja yang membuat mereka berantem kecil. Sehingga tak berapa lama hubungan itu harus berakhir juga.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~ Rika dan Rifal ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Mereka berdua adalah pasangan kedua yang jadian sejak kami masuk di Role Player disebuah Agency. Hubungan mereka yang jarak jauh, terkadang membuat Rika cemas. Cemas jika dia tergoda untuk kembali pada mantan pacarnya dahulu. Dan aku, aku selalu ada disampingnya untuk meyakinkan bahwa Rifal yang terbaik. Walau terkadang Rika terkadang sebal sama Rifal yang tidak bisa romantic seperti malam ini “Mommy aku kesel sama Rifal, masa yaa aku tadi kan bilang ‘I love You sama dia..’eh dianya enggak bales kesel kan Mom”Rika mulai marah – marah ditelpon “Sabar donk Kak, mungkin dia memang bukan tipe yang Romantis.kalo kayak gitu yaa kita sebagai perempuan hanya bisa memakluminya saja.”aku berusaha untuk menenangkan anakku yang satu ini. Aku sangat menyayangi Rika, karena Rika adalah orang yang paling enak bertukar pikiran.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~ Fyka ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Si cantik ini sedang gelisah karena UN dan gebetannya yang ternyata sudah punya pacar. aku selalu terharu dengan BBMnya setiap hari begitu perhatiannya dia padaku. Walaupun terkadang aku merasa bersalah padanya, karena kurangnya kepekaanku pada hidupnya (maafin Mommy yaa Dek)
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~ SKIP ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Segala macam permasalahan yang ada, tidak membuat semangat kami untuk kopi darat meluntur. Hal ini justru membuat kami semakin semangat untuk bertemu, semangat untuk memandang keluarga besar kami dari dekat. Hari berganti hari tak terasa 3 hari lagi pertemuan besar itu akan terjadi, hatiku semakin berdetak tak karuan. Rasanya menyenangkan sekali bisa bertemu keluarga besarku.
“Haloo semuaaa..Bagaimana persiapan kalian??pesawat kalian berangkat jam berapa??terus ketemunya dimana??”aku berbicara tanpa henti, yang mengakibatkan semua yang ikut conference protess “Omaaaa..please deehh..nanyanya satu satu juga kaleeeee”ujar Fee “hihihiihi abis Oma terlalu Excited”aku menahan tawa”emang Mommy tiket jam berapa??”tanya Meey “Mommy berangkat hari sabtu subuh, paling nyampe Jogja jam setengah 10an..yang lain gimana??” “Aku sama kayak Mommy kak..”ujar Rika “kalo kami bertiga kayaknya barengan deh Mom, sore gitu..enggak tau Daddy sama Andy” “Kami berdua sudah di Indonesia kaleee, mungkin Andy hari kamis akan keJakarta..iya kan Ndy??”Yongki seperti menggoda Andy “ehh iyaaa aku kayaknya berangkat bareng Fee dan yang lain deh..” “waahh waaah wwaaaahh semua aja pasang pasangan”terdengar nada Protes dari Fyka “Lhoo dek Mommy khan juga datengnya sendirii, jadi mommy gag dianggap nie??”aku pura pura ngambek “heheheheh enggak Mom,iya yaa lupaa..”ujar fyka. Serempak kami semua tertawa “Yaa sudah Mom begini saja, aku dan Yongki yang akan menjemput kalian di bandara, kami juga yang akan memesankan kamar untuk kita..Jadi Mommy dan yang lain harus memberikan kami info keberangkatan, jangan ada yang Lost Contact okey..sampai ketemu 3 hari lagi…aaaahhh can’t wait” setelah berbicara pembicaraan yang tak jelas arahnya kamipun mengakhiri pembicaraan hari ini.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~ 3 Hari Kemudian ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Aku sudah mempersiapkan segalanya, mulai dari baju, kamera, souvenir, handuk dan segala hal yang diperlukan ketika kami semua berlibur nanti. Jantungku rasanya berdetak cepat tak karuan. Tak sabar untuk bertemu mereka hari ini. Penerbanganganku menuju Jogja tidak mulus, pesawatku menuju jogja dari denpasar harus di delay karena cuaca yang tidak begitu bersahabat. “Mommy..pesawatnya masih delay yaa??”tanya Yongki diseberang telepon “iyaa niee..huaahh menyebalkan”ujarku “sabar Mom, kita setia kok nunggu mommy disinii..hhehehehehe”Mey teriak teriak diseberang telepon “hustt Meyy, jangan ributt tauuu..awass yaa sampe sana Mommy cubit pipimu yang tembem itu” “ampuunn Mom” ‘Perhatian perhatian kepada seluruh penumpang pesawat..’ “ehh Dear, kayaknya itu pesawatnya Mommy deh..Mommy terbang duluu yaa doain selamet sampe Jogjaa, see u there”aku mengakhiri telepon dan bergegas berlari menuju pesawatku “JOGJAA IM COMING”Aku berteriak seperti orang gila, tak perduli penumpang yang lain menatapku bingung.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~ Fee, Fyka, Rifal ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
“Haloo kaak Feee..lagi dimana??aku sama kak Rifal uda nunggu kakak dari tadi nie..Kak Andy bareng kakak kan??”Fyka terlihat mulai tak sabaran, sebenarnya kecemasan Fyka beralasan sehubungan dengan keberangkatan pesawat mereka yang akan tinggal landas 45 menit lagi. Sedangkan Fee dan Andy masih terjebak macet “Iyaa Fyk, ini sudah masuk areal parkiran..Andy enggak tau aku..tadi dia bilang mau menyusul, soalnya masih ada pertemuan dengan para dokter katanya…sudah gag usah bahas dia yaa”Airmuka Fee terlihat begitu kesal “ketemu didepan Jco yaa kak, aku sama kak Rifal lagi ngadem nie..” dengan bergegas Fee membawa barang barangnya menuju counter Check in. setelah mengurus semuanya Fee pun mencari dua makhluk yang sedikit keren itu.”Ehmmm Fyka yaa”ujar Fee ketika mengahampiri dua manusia itu “iyaa..Kaak Fee yaaa..aaaaahhh kakak Cantik bangett”Fyka segera memeluk erat Fee,”hehehehhe tapi meluknya gag segitunya Dek, aku enggak bisa nafas niee”senyum Feee begitu merekah, itu menulari Rifal dan Fyka “hai kak Fee, emmm aku aku Rifal”si Kepo ini terlihat malu malu saat bertemu Fee “haahahahahhaamph..Rifalll, ampun deh, biasa aja kali ketemu sama aku, jangan grogi gituu”Fee tak bisa menahan rasa gelinya ketika melihat Rifal. Bagaimana tidak si Rifal badannya besar tapi dia begitu pemalu dan begitu berbicara entah kenapa pipnya merona berwarna merah seperti apel yang Ranum “Kakak..aku gag sabar pengen ketemu Mommy, Kak Meey, Kak Rika, sama Kak Yongki” Fyka tak pernah melepas genggaman tangannya bersama Fee “Aku juga enggak sabar”celetuk Rifal “Hahahahahha elo mah gag sabar ketemu Rika, Betewe Rika sudah di Jogja belum yaa..kalo Oma sih tadi katanya masih Delay”ujar Fee “iya sih kak..ehh kak sepertinya pesawat kita sudah mau take Off..yukk kita bergegas” mereka bertiga pun berlari lari menuju pesawat
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~ Rika ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
“Kak, kakak yakin gag papa berangkat sendiri..Mama suruh bapak nganter kamu sampe Jogja yaa” ujar Ibundanya Rika “Aduh Maa, gag usah..aku gag papa percaya deh..nanti kalo aku sudah sampai Jogja aku janji telepon Mama yaa”Rika terlihat risih, mungkin karena Mamany terlalu berlebihan mencemaskannya untuk terbang ke Jogja sendirian. Setelah melalui perdebatan yang begitu panjang dan berhari hari akhirnya Ibunda Rika merelakan anak perempuannya yang tak pernah keluar kota ini, liburan di Jogja bersama kami “terima kasih yaa, Maa..Rika janji begitu sampai di Jogja langsung kasi tau Mama..Rika berangkat dulu yaa Ma, Pak..Assalamualaikum”Rika mencium tangan kedua tangan orangtuanya dengan begitu khidmat. Mama Rika terlihat begitu berat melepas Rika, ini terbukti dengan lamanya dia memeluk anaknya yang cantik itu. Setelah berpamitan, Rika bergegas menuju ruang tunggu penumpang. Sejujurnya hati Rika itu berdebar, karena ini pertama kalinya Rika keluar dari Medan. ‘kak,aku siap Take Off..cant wait to see you all’ Rika menekan tombol “SEND”.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~ Jogja ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Bandara Adisucipto Jogja terlihat begitu padat, banyak orang yang berlalu lalang. Entah mereka yang pergi ataupun datang. Aku yang sedang diruang pengambilan barang sempat menatap keluar mencari dua sosok makhluk yang membuatku tersenyum terus. Setelah mendapatkan barang dan tasku aku bergegas keluar. Celingak celinguk mencari dua manusia siipit yang harusnya sudah menyambutku dengan spanduk atau papan nama bertuliskan namaku. Namun hingga keluar parkiran, aku tak berhasil menemukan mereka. aku mengeluarkan telepon genggamku, mencari nama Meey dan segera menelponnya “Haloo Meeyy..kalian dimana??mommy sudah setengah jam nunggu kalian disini”aku sedikit mengomel agak sedikit tak sabaran “iyaa Mom..ini aku sudah masuk bandara. Mommy masuk lagi aja, cari tempat enak buat nongkrong sekalian menunggu Rika, Fyka, Fee, sama Rifal..pesawat mereka sudah take off beberapa menit yang lalu” “Ouuuhgitu yaa..yaa uda Mommy cari tempat tongkrongan dulu, nanti kamu nyusul kesitu yaa…” “Oke Mommm..”.
“Mommy Ayu yaaa??”tanya seseorang berambut pendek bermata sipit dan berkulit putih, dibelakangnya berdiri cowok ganteng yang sedikit tegap. Mereka berdua tersenyum begitu manis kepadaku “yaa..Kalian Meey sama Yongki??”tanyaku, yang dijawab anggukan oleh mereka berduaa “AAAAAAAAAAAHHHHH…MEEEEYYY MOMMY KANGENNN”aku mulai berteriak histeris penuh kebahagiaan, tak perduuli semua orang yang ada dikafe ini melihatku “AAAHH MOMMY”teriakan Mey lebih tinggi sehingga membuatku terkaget kaget. Tapi aku bahagia. Akhirnya kami tertawa bersama. Tak berapa lama yang lain menyusul berkumpul bersama kami. Kami tertawa berpelukan dan saling bergandeng tangan bisa dibayangkan 5 cewek dan 2 cowok berkumpul jadi satu “Ouh iya Andy kemana??dia berangkat hari ini juga kan??”tanyaku “iya Omma tapi mungkin baru nanti malam nyampe sini..soalnya dia ada rapat gitu” “Ouhh…”.
Sesampainya di Hotel, “Mom, ini kunci kamarnya Mommy..”Meey menyerahkan kunci yang memiliki mainan terbuat dari kain batik itu ketanganku “Kak Meyy.. mending kita semua tidur bareng aja..berlima, biar gag ada yang saling iri..gara gara ada yang tidur sama Mommy Ayu…”ujar Rika “Hehehehehe iyaa iyaa..untung aja aku cuman nyewa dua kamar barusan, yaa uda kalo gitu kamar yang satu buat Andy aja, biar Rifal tidur sama Yongki” ujar Meey tersenyum bahagia. Begitu pintu kamar terbuka aku menaruh barang dan langsung merebahkan badanku “Mommy capek yaa??”tanya Meey “heheheheh cuman butuh istirahat dikit aja kok Meey..” “Mommy ketengah donk, biar kita bisa meluk Mommy”Fyka menggeser tubuhku ketengah , saat Rika akan melompat kesamping kananku “Woopss..gag bisaa dek..dimana mana cucunya duluu yang harus meluk Ommanya..” Fee menggeser badan Rika “yaahh kakak..aku kan juga mau dipeluk Mommy” “uhukk..jadi anaknya Mommy gag mau dipeluk Mommynya juga niee”ujar Meey menyindir Fee “hahahahahahah iyaa lupaaa..aku enggak jadi peluk omaa deh..aku mau meluk Mommyku ajaa” “Sudah semua tidur bareng aja dikasur ini, kan kasurnya gede banget niee..”ujarku. kebetulan kamar yang dipesan Meey untuk kami adalah kamar dengan kasur yang sangat besar, ada ruang tamunya dan pantry kecil,akhirnya kami tidur dalam satu tempat tidur Hingga setelah shalat Magrib kami semua bergegas kebandara lagi, kali ini menjemput Andy sekalian dinner. Disepanjang perjalanan Yongki begitu perhatian pada Meey. Seolah olah dia begitu taku kehilangan Meey, begitu takut Meey hancur. Tiba dibandara, Yongki menggandeng erat tanga Meey ‘Ehemmm..permisi permisi..kalian punya anak yang lucuu lhooo..jadii aku mau ada ditengah kalian”Fee menyeruak diantara mereka. Menggandeng errata kedua tangan Meey dan Yongki. Sedangkan aku aku berjalan bersama Rika, Fyka, dan Rifal yang ada disamping Rika. Jika pasangan Meey dan Yongki begitu mesra, tidak dengan pasangan Rika dan Rifal terlihat begitu malu malu. Tapi cinta mereka terpancar dari pandangan mata masing masing. Sesekali mereka saling melirik menatap penuh arti. Akupun pura pura tak melihat itu, aku takut mengganggu keasyikan mereka. Lain lagi dengan Fee, matanya menunjukkan betapa dia takut bertemu dengan Andy. Dibalik sikapnya yang begitu riang, begitu tomboy sejujurnya dia memendam kepedihan yang mendalam. Itu karena seseorang yang dia cintai, hanya mencintai Meey. Tapi aku percaya dia sangat kuat. Dia tak mudah untuk dihancurkan dia terlalu tegar. Sehingga siapapun yang melihatnya takkan percaya kalau sebenarnya hatinya telah hancur berkeping keeping. Setengah jam kemudian pesawat Andy mendarat, aku Rika Fyka dan Rifal memilih menunggu andy di Dunkin’ donut’s. “Mom Kak Fee sama Andy kira kira bakal balikan enggak yaa??tanya Rika “kayaknya enggak deh Kak, soalnya tadi waktu kami semua mau berangkat dia begitu acuh tak acuh ketika kita membicarakan kak Andi, iya kan kak Rifal??”Fyka bertanya lagi pada Rifal, yang ditanya hanya mengangguk “kita berdoa saja yang terbaik untuk mereka berdua..doakan mereka berjodoh di kehidupan yang akan datang, jika di kehidupan kali ini mereka tak berjodoh”ucapku “Ouhh gitu yaa..heemm iyaa sih…mom aku laper kaliiii, boleh pesen Donat gag??”Rika memasang muka memelas “iyaa pesen aja, satu aja tapi yaa..khan kita habis ini mau makan lagi, nanti kamu nyesel gag bisa makan enak..” Rika dan Rifal pergi menuju Counter pemesanan. Baru setengah mereka menikmati donat, Andy, Fee, Meey, dan Yongki berjalan menuju meja kami. “hai..kenalin ini Andy”kata Yongki. Seperti yang kuduga Andy sangat tampan yang membuat pengunjung disekeliling kami tberbisik bisik sambil menatapnya “Hai Andy..aku Ayu becky..Ini Rika, Ini Rifal, dan sikecil ini Fyka”aku memperkenalkan anak anakku, mereka bersalaman dengan Andy “sudah jangan terlalu lama, lebih baik kita makan aja..kalian laper kan??”ujar Yongki sambil menatap meja kami. Melihat tingkah yongki, kami semua tertawa bersama.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~ Andy dan Fee ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
“Fee, bisa kita bicara sebentar??nanti jam 9 ada yang harus aku bicarakan”Ujar Andy saat mereka berdua sedang memilih baju batik “okee..ketemu dimana??”ujar Fee tanpa menoleh ke Andy “dihotel ada taman gag??kita bicara disana aja..” “oke deal…jam 9 kan, ketemu disana”setelah berkata seperti itu Fee meninggalkan Andy begitu saja. Wajah Andy terlihat kusut, entah karena dia sedang capek karena perjalann atau karena melihat kemesraan Yongki dan Meey. Fee terlihat begitu gelisah, dia tak bisa berdiam diri sedetikpun sedari tadi “Ada apa Ness??”tanya Meey “Engg..enggak ada Mom, aku mau cari udara segar dulu yaa Mom..sebentar aja..”ujar Fee, bergegas keluar “Ness, ini pake Jaket..takut kamu masuk angin” Meey menyerahkan jaket pink kesayangannya “Makasi Mom..You’re the best”Fee mengkecup pipi Meey. Setibanya ditaman ‘ahh sepertinya aku kecepetan deh datengnya huffttt’ Fee menarik nafas dalam dalam, berharap beban dihatinya bisa berkurang “Sudah lama Fee..”suara seorang Pria mengagetkannya “ouhh baru saja,,apa yang ingin kau bicarakan Andy”Hati Fee berdetak lebih cepat dari biasanya, ia tampak gelisah. Sejujurnya dia telah menyiapkan hatinya dari sebelum bertemu Andy, bahwa dia siap menanggung pedih ini demi kebahagiaan Andy. “Sebelumnya aku ingin meminta maafmu Fee..”Andy terdiam, Fee terlihat menarik nafas lagi “Aku sudah terlalu banyak menyakiti hatimu..maafkan aku telah menyia nyiakan cintamu yang tulus itu..aku memang lelaki brengsek yang tidak sepantasnya menyakitimu” Fee menggenggam erat pinggiran bangku kayu itu, dia terlihat berusaha sekuat tenaga menahan agar airmatanya jatuh, dia tidak ingin terlihat lemah. Cukup Tuhan yang tau betapa lemah dan Hancurnya dia. Sekali lagi dia menarik nafas ‘Tuhan, bantu aku agar bisa Ikhlas menerima ini semua’, dia pun menghembuskannya sekuat mungkin “Hhhhaaahh” “Andy, aku telah memaafkanmu..aku tau aku yang terlalu banyak berharap dari hubungan ini..tanpa aku sadari kau masih mencintai Dia.aku memahami itu..dan aku akan menutup rapat cerita kita ini..terimakasih untuk cerita cinta yang begitu indah untukku. Sampai kapanpun kau akan tetap menjadi yang terindah”Fee menahan getir dibibirnya. Fee cukup kaget dengan apa yang diucapkannya, dia bingung kekuatan apa yang bisa membuatnya berbicara seperti itu “Terima kasih Fee..sekarang maukah kau menerimaku menjadi sahabatmu??”Andy mengulurkan tangannya “Tentu saja, Sahabat..We’ll bee best Friends forever kan??”Fee tersenyum, senyuman bahagia dan paling tulus dari hatinya “Terimakasih Fee..Wanna Hug?” Mereka berdua berpelukan sangad erat, pelukan sebagai sahabat sejati.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~ Kami ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Baru tiga hari diJogja rasanya begitu menyenangkan, kami menikmati semua moment indah ini. Fee dan Andy terlihat lebih akrab saat ini. Ada saja kejailan kejailan yang dilakukan tiga pria dikelompok kami. Seperti saat di Keraton Jogjakarta, ketika kami para permpuan akan berfoto bersama Andy dan Rifal tiba tiba menghalangi kamera. Jadilah foto kami sedang berusaha mencubit mereka berdua. Begitu juga saat kami naik Odong odong atau sepeda hias di Alun Alun, kali ini Yongki berulah, dia mengedalikan Odong odong kami asal asalan, sehingga odong odong kami menikung kekanan dan kekiri.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~ Hari ke – 4~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Hari ini menjadi hari yang begitu membuat kami cemas, Aku dan Rifal seharian ini mencari Fee, Andy, Meey, dan Yongki. Bagaimana kami berempat tidak Panik. Mereka berempat menghilang bersama barang barang kami, Handphone mereka tak ada yang bisa dihubungi. Dan yang lebih membuat kami Panik sisa uang di dompet kami tidak cukup untuk pulang kekota masing masing. Tiket pesawat kamipun raib bersama mereka. aku tak mengerti apa yang mereka pikirkan mengapa mereka tega meninggalkan kami berempat seperti ini. Rika terlihat memeluk Fyka yang menangis tersedu sedu. Rifal terlihat strees tapi mencoba tegar didepan Rika. Dan aku, aku mencoba mencari kabar melalu Receptionis ataupun melalui twitter mereka. Aku Mention semua sahabat mereka berempat, tapi tak satupun yang mengetahui keberadaan Mereka. Tokk Tokkk Tokkk “Room Service..”ujar seorang Office Boy. Aku membuka pintu kamar hotel kami “iya Mas ada apa??” “ini pesenan makanan kalian..”ujarnya yang mengagetkan kami, bagaimana tidak uang disaku kami masing masing itu suda tipis banget “Kami semua enggak ada yang mesen makanan Mas..”Ujarku agak keki “tapii ini pesanan mbak Meey..”Office Boy ini rada ngotot ngomongnya, yang membuatku agak meradang “DENGER YAAA MASSSSS, MEEY ITU HILANG GAG TAU KEMANA..SEKARANG KALO MAS KASI INI KEKITA..BAGAIMANA KITA MAU BAYARNYA MAS, SEMUA BARANG BARANG KITA HILANG, BERSAMA TEMAN KITA YANG NAMANYA MEEY ITU”aku meneriaki Pelayan itu “Ouh itu..semua ini sudah dibayar kok Mas Mbak , begitu juga penginapan ini hingga esok pagi..”ucapan Ofice Boy ini agak takut takut, tapi ini sedikit melegakan, setidaknya kami tidak akan ditahan karena tidak bisa membayar penginapan ini “yaa uda deh Mas, terimakasih yaa Mas..maaf kita gag bisa ngasi Tip buat Mas dan maaf kita sudah marah marah sama Masnya tadi..”aku menerima nampan berisi makanan itu. “Kalian makan dulu yaa??Mommy tau kita dari tadi pagi lupa Makan saking stressnya..Mommy cuman gag mau salah satu diantara kita ada yang sakit, jadi Mommy mohon kalian makan yaa..” Fyka dan Rika masih terdiam. Aku mengambil inisiatif aku memberikan piring berisi nasi goreng itu ke Rifal “kamu makan yaa Fal, kalo kamu enggak makan bagaimana kamu bisa jagain Rika..”Rifal menerima piring yang kuberikan, dengan segera dia menyantap makanan itu dengan lahapnya. Sedangkan Rika dan Fyka masih menangis tersedu sedu, “Mommy suapin aja yaa.. satu suap aja..mommy enggak mau kalian sakit “aku mulai menyuapi Fyka dan Rika awalnya mereka menolak, tapi setelah aku memaksa akhirnya mereka mau aku suapi, dan syukurnya mereka bisa menghabiskan 11/2 piring. “kalian tidur dulu yaa..mommy coba telepon temen Mommy yang disini, siapa tau mereka bisa membantu..” Fyka tertidur seketika ketika aku mengusap kepalanya, sedangkan Rika baru tertidur ketika Rifal membacakannya shalawat Nabi.
Keesokan paginya aku yang tidak bisa tertidur masih mencoba menghubungi teman temanku di Jogja “Kakak, adek sama Rifal mandi dulu aja..siap siap..nanti mungkin temen Mommy bakalan ada yang jemput kita” aku berusaaha sebisa mungkin menenangkan perasaanku, sejujurnya kalau mau dilihat kedalam tubuhku akulah yang paling panic menghadapi hal seperti ini. Kami semua sudah siap ketika Receptionist memberitahukan kepada kami bahwa mobil sudah siap untuk mengantarkan kami. Kami berempat bingung “Maksudnya bagaimana mbak??”tanya Rifal “jadi begini Mas, Mbak.. kemaren mbak Meey sudah mengurus segala keperluan Mbaknya dan Masnya..jadi sekarang mbaknya dan Masnya silahkan langsung keparkiran saja, mobil sudah kami siapkan.. oiya Mbak Meey menitipkan ini untuk Mbak ayu katanya..” “ouh saya Ayu mbak..”Receptionist memberikanku amplop berwarna pink ‘Mom, maaf aku menghilang tidak memberitahukan kalian..aku hanya ingin memeberitahukan bahwa kalian hari ini harus sudah tiba diBali, tiket pesawat dan segalanya sudah kami urus..dan didalam Amplop ini ada Ktp serta berkas berkas penting untuk keperluan Mommy dan yang lainnya..Love you Mom’ aku membuka amplop itu dan benar saja semua berkas penting kami ada disitu. ‘ini Meey maksudnya apa yaa??mau memberikan kami surprise atau apa..tapi ini benar benar keterlaluan..’aku bicara dengan hatiku sendiri. Tanpa kusadari Fyka, Rika dan Rifal menatapku bingung “Meey bilang kita harus keBali hari ini, tiket dan yang lainnya sudah dia urus..jadi kita berangkat sekarang saja, takut ketinggalan pesawat” kami bergegas keparkiran, disana avanza putih beserta supirnya telah menanti “Selamat pagi mbak Ayu, ini sarapan untuk kalian..ouh iya mbak Meey menitipkan ini untuk mbak Ayu dan kawan kawan “ujar lelaki setengah abad ini “yaa sudah pak mari kita berangkat saja”. Didalam mobil aku meembuka Amplop yang dimaksud ternyata isinya Tiket pesawat, diamplop yang satunya Meey menyiapkan uang 5 lembar uang 100ribuan. “Mom, ini maksudnya apa sih??Kok mereka ngelakuin ini sama kita..EMANG SALAH KITA APA SIH MOM??”Rika terlihat sedikit histeris aku memeluknya berusaha menenangkan pikirannya “Mommy gag tau shayank, mommy gag mengerti jalan pikiran mereka..Kita berdoa saja semoga hal yang baik yang akan selau bersama kita hingga kita semua selamat sampai Rumah masing masing”aku memeluk dan mencium kepala mereka. Rifal hanya bisa diam bingung mau melakukan apa.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~ Bali ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Begitu tiba dibandara Ngurah rai yang begitu Padat dan ricuh, kami terlihat seperti orang orang yang baru pertama kali turun dari pesawat. Kami bingung harus melakukan apa. Banyak calo dan supir angkutan yang mendekati kami, semua ku tolak dengan halus “Tolong Rika, Fyka dan Rifal kita saling bergandengan tangan yang erat supaya gag ada yang hilang..mengerti”aku melakukan itu karena hampir saja, Rika hilang dibandara. Saat kami sedang dipuncak kebingungan tiba tiba seseorang menepuk punggungku “Mbak Ayu yaa??yang dari Jogja bersama Rika as Kate Denali Ti, Fyka as Tanya denali_Ti, dan Mas Rifal as Garrett denali_Ti” kami berempat bengong “halloo..”cowok ganteng yang umurnya sekitaran umur Fyka ini melambaikan tangan “eehh iyaa…kok kamu tau??”tanyaku “Ouhh begini, mbak Meey dan Mas Yongki meminta tolong saya untuk menjemput mbak mbak dan masnya..” “mana buktinya Mas..”tanya Rika “ouh iyaaa..ini surat dari Mbak Meey” aku dengan segera mengambil secarik kertas yang disodorkan ‘Haii Mom dan adik adikku.. welcome to Bali yaaa…acara hari ini Mommy istirahat dulu saja di Hotel, jangan khawatir hotel sudah Meey dan yongki bayar..’ “hemm yaa sudah, ayoo kita berangkat aja..”kami mengikuti Armand siberondong ganteng, Fyka seketika bisa melupakan Imam. Tiba dihotel kami segera menempati kamar yang dimaksud, dan Rifal harus terpisah dari kami. Ternyata dia sudah dpesankan kamar sendiri. “Mom..kakak laperr..cari makan yuukk”Rika terlihat gelisah “heemm ayoo deh..semoga dideket sini ada Mcd atau Kfc..”jawabku. Setelah berganti pakaian kami bertiga menuju kamarnya Rifal “Rifall..Rifall..”Rika memanggil dan mengetuk pintu kamar 6012 itu “iyaa tungguuu..”terdengar teriakan dari dalam. Selang berapa lama Rifal keluar menggunakan kaos berkerah berwarna hitam dan celana jeans biru navy “mau kemana nie kitaa??bagaimana kalau makan..aku laper niee..”ujar Rifal sambil mengelus ngelus pertunya “hahahahha ini kita mau cari makan shayank..”Rika terlihat canggung ketika mengucapkan kata sayang. Saat kami akan keluar Hotel, Armand berlari menghampiri kami “kalian mau kemana??”tanya Armand “Kita mau makan Man..”Fyka terlihat antusias sat menjawab pertanyaan Armand “yaa sudah ayo kuantar..karena setelah ini aku harus membawa kalian ke Salon” “maksudnya gimana Mand??ngapain kita kesalon?”kali ini aku inisiatif untuk bertanya “jadi..heemmm.heemmm..intinya adalah kalian berempat harus mengikuti jadwal saya”Armand membuat kami semakin bingung “haduuhh kok kalian masih bengong aja sih, kalian mau pulang kerumah gag??”kali ini perkataan Armand membuat kami mengikutinya. 5 menit perjalanan yang kami tempuh untuk makan siang “ngomong ngomong kalian sudah mandikan??”entah apa maksudnya Armand bertanya seperti itu, Rika adalah orang yang merasa paling tersinggung “yaa udahlah Man, hari ini kami tu sudah mandi 2 kali tauu..” “Ehh iyaa Maaf..aku hanya tak ingin kalian malu nantinya..” lagi lagi perkataan Armand meyakinkan feelingku, bahwa ada yang janggal dan terjadi disini, walaupun aku tak dapat menebaknya. Selesai makan kami segera dibawa kesebuah salon. Disana kami disambut ramah oleh para pelayannya. Ouh iya yang masuk kedalam hanya kami bertiga aku, Rika, dan Fyka, sedangkan Rifa masuk kedalam Ruangan khusus cowok bersama Armand. Fyka mendapatkan pelayanan rambut dan muka, serta spa. Aku dan Rika hanya spa dan perawatan muka. Kami didandani dengan Make up yang begitu soft tapi membuat wajah kami segar. Bukan itu saja tapi kami diberikan atasan selutut yang sangat indah berwarna peach. Fyka nampak cantik dengan rambut yang telah di atur sedemikian rupa dan menggunakan Flower grown berwarna putih yang begitu sederhana tapi manis. Aku dan Rika dipakaikan jilbab dengan modif yang begitu simple tapi cantik. “AAaaahh Mommy cantikkk..”teriak Fyka “Kakak sama adek juga Cantik kok..tapi ini ngomong ngomng kok kita didandani seperti ini yaaa..ada acara apa yaa??”aku mencoba bertanya walaupun aku tau kami bertiga tak ada yang bisa menjawa “mungkin acara peertunangannya kak Meey dan kak Yongki Mom” “masa sih..bukannya beberapa bulan kebelakang hubungan mereka kurang baik..tapi entahlah segalanya bisa terjadi kan..” kami menuju keruang tunggu ternyata disana Armand dan Rifal sudah siap. Rifal tampak gagah dengan tuxedo hitam bersaputangan yang senada dengan gaun kami. Disini Rifal dan Rika saling bertatapan lama begitu juga armand dan Fyka. Mereka sama sama terpesona, 1 menit 2 menit 3 menit “Woii..mau berangkat jam berapa??”aku mengagetkan mereka, pengunjung dan para kapster tertawa melihat tingkah konyol kami. Wajah mereka berempat memerah, aku menahan tawa “Ayoo..masih mau bengong yaaa??”tanyaku lagi, karena mereka tak bergerak juga. akhirnya kami berangkat juga menuju tempat acara.
Tibalah kami didaerah Ubud. Segalanya terlihat hijau, aku berinisiatif membuka jendela, menghirup udara yang begitu tenang. Pemandangan yang indaah, saat sore menjelang para petani dan hewan peliharaan mereka kembali kerumah dan kandang. Anak anak berlari larian dipematang sawah. Tawa ceria begitu memikat hati, seharusnya seperti inilah kehidupan anak anak, bukan anak anak yang hidup dengan gadget.. 10 menit kemudian “ Waahh Mom indah bangett..ternyata dibalik hijaunya pepohonan masih ada tempat seperti ini..Amazing Mom”Kekaguman Fyka beralasan, karena saat ini kami berada dipinggir pantai yang tak berombak. Biru hijau dan biru lagi, rasanya damai menyusup kehati kami, tak henti hentinya kami mengucap syukur karena masih diberi kesempatan bisa menikmati suasana ini “yukk.. kita bergegas..takut acaranya mulai, nanti aku dimarahin Lily..”Armand menyebut nama Lily, kami bingung dan saling menatap tapi akhirnya mengikuti langkah Armand.
Kami begitu terpesona, banyak Mawar dan Lily dimana mana. Wanginya berbaur dengan wangi laut. Kami berempat menghirup nafas dalam dalam hanya ingin menyesap wangi alam yang diberikan TUHAN. Altar itu berdiri Kokoh dengan berbagai ornament dan hiasan dari bunga bunga yang indah, para pemain music bersiap memainkan lagunya. Fee dan Lily beserta Andy menghampiri kami “Omaaaa, maaafkann kami sudah bikin kalian Stress sejujurnya ini ide Mommy Meey dan Daddy Yongki semuanya aku baru tau malam sebelum kami menghilang.. “ “Omma gag akan maafin kalian, kalian jahattt sumpaaahhh”aku sedikit sebel dengan muka polos Fee “Please Omma..maafin kitaaa, masa Omma mau berantem diacara paling sacral untuk Mommy and Dad..Please Omma, maafin kami yaa yaa”Fee mengkecup pipiku “Omma gag mau maafin kamu, abis omma masih kesel sama kamu” “Ampunn Omma ampunn…”Feee terlihat berkaca kaca, sedangkan Fyka dan Rika sebal melihat tingkah laku Fee. Fee memelukku tapi aku tak membalas pelukan itu “Ayo Mom kita cari tempat duduk aja, aku pegel nie”Fyka menarik tanganku, sedangkan Fee masih menangis dibahuku “Ayoo Momm…”kali ini Rika ikut menarikku mau tidak mau aku mengikuti mereka “husttt Mom, kita lagi ngerjain Kak Fee, abis sebel dia bikin kita stress..sekarang hitungan ketiga kita panggil dia yukkk..”Ujar Fyka “1…2….3.. Kak Fee mau terus Nangis disitu” kami bertiga menoleh dan tersenyum kearahnya, dia akhirnya berlari bersama Lily dan kamipun berjalan beriringan mencari tempat yang terdekat dengan altar. 
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~ The Wedding ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Alunan music mengalun merdu ketika Yongki melangkah menuju Altar, dia terlihat gelisah namu senyum tak pernah berhenti mengulas di bibirnya. Yongki menatapku, tersenyum sambil menangkupkan kedua tangannya, aku hanya mengangguk tersenyum bahagia kearahnya. Tiba tiba aklunan music berubah menjadi aluan music yang mengiringi lagu “A Thousand Years part 2” ‘The day we Meet…”sang pembawa acara menyuruh semua yang hadir untuk berdiri, kami semua berdiri menatap kebelakang. Meey disana menggunakan gaun yang digunakan oleh Bella di BDP1 yang sudah dimodif dan disesuaikan dengannya, sehingga membuatnya begitu cantik. Ditangannya sebuket Mawar peach yang begitu cantik, sehingga membuatnya semakin cantik. Meey berjalan bersama seseorang pria yang berusia sekita 50an, senyumnya mengembang tak henti. Dia tak bisa menyembunyikan betapa bahagianya dia, dia menatap Yongki dengan penuh rasa cinta. Bagi Kami mereka adalah Edward dan Bella didunia nyata. Acara begitu khidmad, begitu syahdu. Tak terasa airmataku jatuh diantara jari jemariku, aku begitu terharu menatap kebahagiaan mereka. Wedding Party pun dimulai, Kami semua tertawa bersama. Membuat gaduh dengan gaya foto yang kocak. Membuat para tamu geleng geleng melihat tingkah kami, tapi yaa inilah kami tak perduli apa kata orang yang penting kami bahagia, egois memang. Aku, Meey, Andy dan Yongki berkumpul dan berbicara, Fee dan Lily mencari beberapa cemilan, Rika dan Rifal tampak menikmati kebersamaan mereka ditempat seromantis ini, dan yang membuatku khawatir, Fyka menghilang entah kemana. Namun mata ini mencari cari, tak berapa lama aku melihat Fyka dan Armand sedang mojok juga. aku tersenyum melihat kebahagiaan ini. “Siap siap yaa tangkep bunganya..yang dapet bunganya bayar ke aku Eeehhh..hahahahah bohong..”ujar Meey saat akan memulai melempar bunganya diatas panggung, sedangkan dibawah panggung Nampak berjubel wanita dan para pria diantara kerumunan itu ada Rika Rifal Fee Andy pasangan baru Fyka ddan Armand tak lupa Lily pun ikut. “Lho Mom gag ikut rebutan Buket?”tanya Yongki “Enggak ahh, Mommy lebih senang melihat suasananya daripada ikut rebutan, ribet juga khan Mommy bawa kamera.”aku menjawab sambil mengambil beberapa moment penting “1..2..3…”Meey melempar bunganya kebelakang, para pemburu buket mencoba meraihnya ternyata yang mendapatkannya pasanga Rifal dan rika. “ciyeh yang dapet bungaa, dilarang nikah cepett yaaa..”aku menyindir dengan tersenyum disinis sinisin “Aihh Mommy..yaa enggaklah, kami nie masih kecil Mom, belum pantes..”Kamipun tertawa bersama. Aku menatap langit ‘Tuhan, hingga saat ini aku selalu bersyukur bahwa aku dipertemukan orang orang hebat seperti mereka..Aku berharap persahabatan kami takkan pernah berakhir sampai disini.. I love you @TwihardFamily ‘

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~ E N D ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~


15 Februari 2013

“ CINTA “


          

Rachel
Setelah beberapa jam perjalanan, akhirnya aku sampai juga dikota ini. Kota dimana suka dan duka silih berganti dihidupku, aku memperhatikan toko – toko yang biasa kukunjungi bersama Ibuku, Rebecca, Jake, dan ayahku. Bayang bayang masa kecilku terlihat jelas di benakku, tak terasa airmataku mengalir mengingat kebahagiaan kami semasih ada ibu. Aku menghapus airmata ini, aku tarik nafas dalam aku mencoba tersenyum agar ayahku tak terbebani dengan kedatanganku yang penuh airmata ini “Dadddd.. Jakeeee..kalian dimana??”aku mengetuk beberapa kali pintu tapi tak ada yang membukakan, aku berlari ke halaman sebelah mencoba mencari digudang tua yang biasa adikku gunakan sebagai bengkel pribadinya. Tapi tak membuahkan hasil, setelah ku perhatikan sekeliling ternyata aku menyadari mobil adikku tak ada. Aku duduk dikursi goyang, badanku terasa pegal semua capek rasanya. Akhirnya aku ketiduran, ketika aku terbangun aku mendapati diriku ada disebuah ruangan. Aku mengenal wangi ruangan ini aahh sudah lama aku tak tidur ditempat ini, eeh tapi sapa yang mindahin tubuhku yaa,khan tadi aku tidur di luar “Kak Rachel uda bangun??”kudengar suara berat lelaki dari luar saat aku menoleh kepintu ternyata “Jakeeee??itu benar dirimuu???”aku cukup kaget melihat perkembangan tubuh adikku yang baru kutinggal 2 tahun ini “iyaa ini aku, emang kakak pikir sapa lagi yang ada dirumah ini kecuali aku dan Dad”jawabnya “bukann maksudku perkembangan tubuhmu begitu pesat, padahal sewaktu aku tinggal kau kurang 2 inci dari ku”aku segera bangun dari tempat tidurku bergegas mendekatinya untuk memeluknya,tapi ketika aku mencoba untuk mencium pipinya “Nooooo, kakak apa apaan sihhh khan aku uda gede kak..jangan cium cium kenapa khan maluu”ujarnya malu, pipinya merona bewarna sedikit pink “hahahahhahahha iyaa iyaaaa..oiya Daddy kemana??”ujarku sambil mengacak ngacak rambutnya”daddy ada dibawah nungguin kita untuk makan malam”kami berdua melangkah menuruni tangga”Dinner??emang ini jam berapa dek??”aku kaget begitu mendengar kata dinner “jam 7 malem kak, kakakk sihh tidur masih aja kayak kebo..mana ngigau sambil ngiler lagi “jawabnya”apaan mana ada aku ngileerr,kalo ngigo ama kebo boleh lahhh”kataku cengir. Sesampainya di meja makan aku langsung memeluk orangtuaku satu satunya ini aku juga mencium pipinya “Daddy apa kabar??Rachell kangeenn banget ama Daddy”ujarku “Daddy juga kangen kamu..yaahh beginilah keadaan Daddymu yang sudah tua ini, masih sehat bugar walaupun dikursi roda”ada haru yang terlintas “udah donk kangen kangenannya tar lagi, aku laperr nieeee”ujar Jacob “iyaaa iyaa.. oiya Jake gimana dengan sekolahmu??”sambil memasukkan sendokku yang sudah penuh berisi kentang “Lancarr jayaaaaa”ujarnya sambil memotong daging “kamu gimana disana nak??kerjaanmu lancar semua??apa kabar Ryan??”rentetan pertanyaan keluar dari bibir Daddy “aku sehat dan baik Dad..Bosku juga sangat baik, dia yang mengijinkanku untuk cuti sebulan..Oiya Ryan kirim salam untuk kalian berdua, tadinya dia mau ikut kesini hanya saja pekerjaannya tidak memungkinkannya untuk cuti”jawabku. Malam itu kehangatan keluarga kudapatkan lagi, saking hangatnya aku sampe nambah 2 kali ( entahlah karena aku yang gembul atau Jake yang terlalu sering bikin makanan enak ).
Keesokan paginya Aku dan Daddy pergi berbelanja sekalian jalan jalan berdua dengannya, sudah lama aku tak pergi berdua dengan ayahku ini. Ketika keluar dari toko kelontong “Haii billy..”sapa seseorang saat kami menoleh ternyata Sam dan gerombolannya “ohhh Hai Nak…mana Emily??”sapa ayahku “Emmy sedang dirumah Bill, dia sedang hamil besar jadi aku tak mengijinkannya untuk keluar terlalu jauh”jawab Sam “Wahhh sebentar lagi kau akan menjadi Ayah..Congrats Sam”ujarku “Yaa ammpunn Rachelll..my sister, apa kabar kamuu??makin cantik ajaa??”ujar Sam sambil memelukku  “I’m Finee Sam..kamu gimana??kok gag ngundang ngundang??aku balik bertanya “yaaa kami semua baikk..maafkan Chel, maaf kemarin itu undangannya terbatas jadi hanya yang dekat saja yang diundang..Oh iyaa kamu masih ingat Paul,Jared,dan Quil kan??” “Ouhh tentu saja..haii semuaaaa, wahhh perkembangan kalian begitu pesat yaaa, sama seperti Jake..kalian semua makan apa sih??”tanya ku sambil menyalami mereka satu satu, tibalah aku pada jabatan terakhir “hai Paul??”sapaku yang kusapa hanya terdiam lumayan lama kami bertatapan “Rachel,  daddy sudah laper”ujar Daddy mengagetkanku “Opss sorry”kataku sambil menarik tanganku kembali “sepertinya kami harus pulang, so Sam mainlah kerumah ajak Emy juga yaaa??”ujarku pada Sam tanpa berpaling dari wajah Paul. Entah mengapa ada getar aneh yang tak pernah kurasakan seperti ketika aku bertemu Ryan.
Paul
“hallo mom, aku lagi disupermarket nie..ada yang mau dibeli gag sebelum aku pulang??”ujarku sambil membawa beberapa belanjaan “mommy nitip saos tomat aja”ujar suara diseberang “okey Mom..10 menit lagi aku nyampe Rumah..love you mom”aku menutup percakapan kami. Ketika aku akan keluar dari supermarket ini aku berpapasan dengan Rachel, kami bertatapan lama dan terdiam sampai “ouh haii Chel”sapaku “haii Paul..apa kabar??”sapanya “baik..mau belanja Chel??”tanyaku “ouhh yaaa..”jawabnya kulihat keraguan dari matanya dan gesture tubuhnya “kalo gitu..emmm..aku duluan..sampai ketemu lagi byee”sebenarnya aku tak mau mengakhiri percakapan ini tapi mau gimana lagi. Didalam mobil tiba tiba aku teringat peristiwa 2 hari yang lalu dimana aku merasa tunduk pada hukum imprintee. Hukum dimana werewolfs harus mengutamakan kebahagiaan objek imprinteenya. Dan aku meyakini bahwa dia memang tercipta untukku.
Rachel
Tuhann..kenapa harus bertemu dia lagi??kenapa getaran aneh ini harus hadir kenapaaa Tuhan ??apa rencanamu dibalik ini semua Tuhannn.. aku merasa tiba tiba jantungku berdetak tak karuan, tiba tiba ada suatu magnet begitu hebat yang kurasakan saat bertemu dengannya. Sama seperti saat ini, disini di supermarket ini aku gelagapan setiap diajaknya berbicara. Tiba tiba drtttt..drtttt.drtttt handphoneku bergetar “Haloooo baby…”suara diseberang sana terdengar begitu khawatir “haloo sayang..maaf aku belum sempat meneleponmu, aku terlalu sibuk mengurusi semua kebutuhan daddy dan Jake..oh iya mereka nitip salam buat kamu”ujarku seceria mungkin “akuu khawatir padamu dear, takut kamu kepincut cowok cowok di La Push”ucapan Ryan bagaikan petir disiang bolong untukku dengan gelagapan aku menjawab “yaa ampunn sayang gag mungkinlah aku jatuh hati pada mereka, mereka semua gag lebih dari saudaraku sendiri” “Mr. Adryan Leevine..”samar aku mendengar suara wanita memanggail nama tunanganku ini “kamu lagi dimana sayang??itu siapa yang manggil kamu”tanyaku bingung “aku akuu..nanti saja aku ceritakan tunggu kamu balik, aku harus pergi dulu yaa kamu baik baik disana I love you my angel”belum sempat aku bertanya telepon telah diputus oleh Ryan. Ada apa dengan Ryan kenapa nada suaranya begitu cemas, atau mungkin hanya perasaanku saja??. Sorenya Jake pulang membawa wanita yang begitu cantik “Wahh Adikku uda gede yaa..uda berani bawa cewek kerumah”godaku itu membuat pipi keduanya memerah “kak Achel, kenalin ini Nessie ehh Reneesme..Nessie ini kakakku yang paling tua dan paling cerewet”Jake memperkenalkanku pada Nessie “Wahh jangan didengerin Ness..ini anak suka pikun padahal yang paling tua itu bukan cuman aku tapi Rebecca jugaaa saudara kembarku”ujarku sambil memeluk dan cium pipi kanan pipi kiri Nessie “Wahhh masalah dateng nie..”ujar Jake sambil berbisik “Apa Jake??”tanyaku sambil melihat arahnya menoleh ternyata Paul datang bersama Embry “ayoo masuk Ness..”Jake pun menarik tangan Nessie kedalam rumah. Getaran itu menghampiriku lagi mengalirkan dingin ketelapak tanganku yang membuatku semakin gelisah “Hai Paul.. Hai Embry..ada apa??”tanyaku “aku kesini memberitahukan bahwa Emily dan Sam akan mengadakan pesta kecil kecilan untuk putra putri kembarnya dan kalian semua diundang”ujar Embry, kami terus saling menatap aku dan paul tentu saja. Aku tak mengerti kenapa aku tak bisa berpaling dari mata itu sedetik saja “Mereka bilang akan menelpon kalian nanti..aku harap kamu datang maksudku mereka berharap kalian semua datang “aku melayang mendengar ucapannya yang berharap aku datang aku hanya bisa mengangguk “kalau begitu kami pamit dulu..sampai bertemu lagi”pamit Embry dan kami masih tetap saling memandang satu sama lain “c’mon Paul..masih banyak yang harus kita lakukan”ujar Embry sambil menarik tubuh besar Paul “samapi berjumpa lagi..”dia mengedipkan matanya dan tersenyum...
          Paul
          “Paul dan Embry tolong beritahukan keluarga Billy, untuk acara malam minggu besok, setelah itu mampir kerumah keluarga Cullen dan Edward”ujar Sam ketika kami Wolfspack berkumpul di rumahnya. Oh iya namaku Paul Lahote salah satu Wolfspack alias serigala. Dan Sam menjadi pemimpin kami di pack ini. Kami berdua mengangguk dan segera melangkah, walaupun sebenarnya aku tidak begitu menyukai keluarga Vampire vegetarian ini tapi mau bagaimana lagi jika nanti aku menikah dengan Rachel otomatis aku akan menjadi ipar dari anak mereka Reneesme. Dari kejauhan aku memandang wajah cantik yang selalu hadir disetiap mimpiku. Dia begitu cantik menggunakan atasan berwarna peach dan bawahan celana jeans hitam selutut. Kami semakin dekat, dan rasanya ada sesuatu yang menarik jantungku untuk lebih dekat dengannya. Setiap gerakan rambutnya seakan menamparku, Tuhan inikah yang dirasakan teman temanku Jake, Sam, Quil dan Jared. Inikah rasanya meng - imprint. “aku harap kamu bisa datang..aku sangat mengharapkannya”gumamku saat aku berkata begitu Embry menyenggol tubuhku “Mereka bilang akan menelpon kalian nanti..aku harap kamu datang eeh maksudku mereka berharap kalian semua  datang’ujarku gelagapan. Ingin rasanya ku hajar embry saat menarik tubuhku dari sisinya “kamu itu ngapain sihh Em..kamu gag tau apa aku lagi ngapain?”bentakku “aku tau Paul, itu objek imprintmu tapi kita masih punya tugas yang lain..kamu gag maukan kena marah Sam”jawab Embry santai “udah kamu aja yang pergi kesana, aku mau balik lagi kerumah Jake..sekali lagi kamu ganggu acaraku, kupatahkan lehermu”aku mengancamnya”oke Finee..baiklah terserah padamu saja Paul..lebih baik pergi bersama Seth saja tadi”Embry pun berlari menuju rumah keluarga Clearwater, sedangkan aku kembali kerumah Black berharap bisa berbincang sebentar dengannya. Aku mengetuk pintu rumah bercat putih ini. “Ouhh hai Paul..ada apa??”matanya terlihat berbinar seperti sinar berlian “emmm emm..hai Rachel, maukah kau pergi keluar sebentar??”tanyaku “kapan??”dia balik bertanya, terdengar nada antusias tapi kemudian mimik mukanya seketika berubah “sore ini bisaaa??””tanyaku “hemm baiklah” kamipun berpisah.
Rachel
          Sore ini aku akan keluar dengannya. Semua baju yang kupunya kukeluarkan. Aku padu padankan, Jake yang lewat “ kakak mau kemana??”tanyanya “mau keluar..”aku nyengir “sama siapa??Paul??”tanyanya lagi “yups”jawabku. Setelah hampir satu jam aku bercermin akhirnya pilihanku jatuh pada Jeans hitam dan blouse satin berwarna pink. 1 jam kemudian “kaaaaaakkkkk…nieee si beruang itemmm nyariin kakakkkk”teriak Jake dari luar  “iyaaa iyaaaa”aku pun berlari..Paul disana memakai kaos putih dan jaket kelihatan gantengg bangeeeeeettt..”haiii..”sapanya “haiii”aku menjawabnya”ready???tapi naik sepeda yaaa gag papa khan”tanyanya “gag papa kok..dengan senang hati” aku duduk menyamping dibonceng didepan. Gag tau kenapa rasanya nyaman banget ketika kami sedekat ini.bisa mencium wangi parfumnya memandang wajahnya dari dekat sesampainya di pantai kami berjalan menyusuri pantai. Berbincang tentang segala hal. Dia juga mengakui kalau dia adalah salah satu anggota dari wolfspack. Tadinya gag percaya tapi karena bukti disekitarku mengarah kearah yang dia percayai, aku jadi memahami segalanya. Begitu juga ketika dia membicarakan tentang Imprinte. Dia mengatakan akulah Objek Imprinteenya. “Tapi Paul, gag semudah itu.. Aku juga merasakan hal yang sama denganmu paul.. aku tau aku mencintaimu.. tapi bagaimana dengan Ryan??”tanyaku ingin rasanya aku menangis, meratapi kekhilafanku ini aku tak ingin menyakiti keduanya tapi apa yang harus kulakukan. “Siapa Ryan??”tanyanya bingung, Tuhaaaaannn tak tega rasanya melihat kekecewaan dimatanya “jawab akuu Chel.. SIAPA RYAN?”dia mencengkeram lenganku sangat kuat “sakitt Paull sakit.. tolong lepasin”ujarku berusaha melepaskan diri, semakin kuat aku berusaha semakin dalam cengkeramannya “tolong Paul..”aku memohon mohon kepadanya. Amarah terpancar jelas diwajahnya, Getaran hebat melandanya “Paul lepasin Kakakku sekarang juga!!!!!”teriak Jake yang entah darimana tiba tiba ada disini bersama Nessie dan ayahku “Kuperintahkan sekali lagi kepadamu PAUL LAHOTE lepaskan kakakku sekarang juga”Jake menarik paksa tangan Paul dari lenganku, bersamaan dengan itu Sam dan Embry serta Quil datang menghampiri kami memegang Paul yang diam tak bergeming. Nessie memelukku , aku menangis dipelukannya. Jake memberikanku jaketnya Daddy menggenggam tanganku. Aku tak berhenti menangis “Ini Kak..aku bikinin cokelat hangat biar kakak bisa lebih tenang”Nessie menyodorkan segelas cokelat hangat ketanganku “thanks Ness..”aku mencoba tersenyum “Kakak mungkin kaget dengan sikap Paul yang seperti itu, tapi perlu kak Achel tau biasanya dia lebih meledak ledak lagi kalau marah, gag seperti tadi yang hanya diam kak..aku yakin dia mencoba sempurna untuk kakak.”Nessie mencoba membela Paul “aku bukan bermaksud membela Paul kak..hanya saja aku menghargai usahanya!!sama saat aku melihat Jake  begitu gigih memperjuangkanku dulu”sepertinya Nessie mengetahui jalan pikiranku “iyaa Ness..i know, tapi jujur aku butuh waktu untuk beberapa saat agar menetralkan perasaanku, karena kamu tau sendiri Jake tidak menyukai Paul dan aku sudah memiliki tunangan di sana Ryan.. aku yakin Jake pernah menceritakan itu”ujarku dengan bibir bergetar tak terasa air mataku mengalir lagi “iya kak..itu semua harus dipikirkan dengan panjang dan hati tenang kak..intinya adalah ikuti kata hati, karena kata hati tak pernah membohongi kita”Nessie menyodorkan tisu dan menghapus airmataku ‘Thanks Ness..pasti Jake bangga punya kamu disisinya”ujarku.
Paul
          Aku masih emosi ketika tau di hati Rachel ada orang lain bukannya Imprintee itu mengikat satu sama lain yaaa “Paul..aku sangat menyayangkan apa yang terjadi tadi..untung hal yang sama dengan Emily tidak terjadi ke Rachel..kamu bayangkan kalau itu terjadi sama Rachel..kamu pasti akan menyesalinya seumur hidup Paul”ujar Sam “Aku tau Sam..aku tau tapi aku juga sakit begitu dia menyebut nama Laki laki itu begitu dia bilang tentang Ryan..aku kecewa Jujur”keluhku “Mann..Imprintee itu adalah saat dimana kebahagiaan objek Imprintee kita adalah Raja diatas segalanya kecuali Tuhan. Jadi jangan harap dia akan mencintaimu jika kamu tidak bisa mengendalikan emosimu..Karena cinta itu bukan menyakiti, tapi membahagiakan orang yang kita cinta Paul…”Sam  meletakkan tangannya dibahuku, Selama ini Samlah orang yang selalu kucurhati tentang apapun tentang segalanya. Dia layaknya ayah dan kakak bagiku beruntung aku memilikinya “Thanks Sam..besok aku akan meminta maaf padanya..Aku juga merasa bersalah”ujarku lirih.
Rachel
          Malam ini kami berempat bersiap siap berangkat kerumah Sam dan Emy. Sebenarnya dalam hati aku merasa taku dan deg degan tak karuan entah kenapa perutku jadi mulas. Aku yakin disana aku akan bertemu dengan Paul. Aku merindukannya terlalu dalam malah, tapi aku takut jika aku harus melihat mata yang begitu kecewa itu lagi. Aku takut melihatnya terluka lebih dalam. Semakin mendekati rumah Uley, aku semakin deg degan. Tadinya aku tak mau turun tapi daddy meyakinkan bahwa segalanya akan baik baik saja. Sesampainya didalam “Rachelllll..”suara itu begitu Familiar, aku menoleh kearah suara itu “Emyyyyyyyyyy….”aku menjeritt sekencang mungkin, gag peduli semua orang melihat kearah kami. Kami berpelukan erat laammmmaa sekali “akuuu kangeennnnnn Sama kamu Chelll..”ujar Emy tanpa melepas pelukan itu “Aku lebih kangen sama kamu.. tapi aku kecewa nieee, kenapa nikah kamu gag ngundang aku huhhh??”tanyaku sambil pura pura ngambek “maaf dear itu terjadi begitu cepat, aku aja gag nyangka akan secepat itu..”jawabnya “aahh banyak alasann nieee..oiyaa mana ponakankuu??namanya siapa??”tanyaku lagi sambil mencari kesegala penjuru “nyari ponakannya atau Uncle Paulll hayoooooooo??”Emily menggodaku, pipiku terasa panas dan merah “kamuu iniiiii…”aku mencubit pinggangnya “aduhh sakitt nieeee…”tak tega juga melihat sahabatku yang habis melahirkan ini meringis “tunggu disini aku akan mengambil Jasmine dan memepertemukannya denganmu Chel..jangan kemana mana yaa..”Emily menghilang dibalik kerumunan tamu yang datang. “Rachel..”ujar Paul mengagetkanku “ehh yaa Paul.. ada apa??”aku tergagap “aku ingin bicara dengamu sebentar boleh??”tanyanya “ehmmm ehmm..aku juga ada yang mau aku bicarakan denganmu juga”jawabku. Paul meraih tanganku dan menggenggamnya dengan penuh dengan kehangatan tidak seperti waktu itu. Kami berjalan dan duduk dikebun belakang rumah ini, dia tak melepaskan tanganku sedetik pun “Chell, maafkan sikap ku kemarin yaaa..aku terlalu emosi..mungkin karena aku terlalu cemburu, sehingga aku hampir melukaimu”ucapnya “aku juga minta maaf, seharusnya aku tidak berteriak padamu”ujarku lirih. Dia memelukku dan berbisik “I love u” “I Love u too”. Sejak malam itu kami berdua resmi menautkan kasih kami. Hari hari bersamanya begitu indah. Aku meminta untuk dapat bekerja dirumah. Sedangkan Paul melanjutkan menulis skripsinya. Pagi ini aku merencanakan untuk berangkat ke Seatle, aku akan memutuskan hubunganku dengan Ryan. Paul mengantarkanku hingga diperbatasan. Setibanya di Seatle, aku dikejutkan dengan keadaan Ryan yang begitu jauh berbeda. Dia bukan Ryan yang begitu kuat begitu sabar begitu tegap, Ryan yang sekarang adalah Ryan begitu rapuh begitu ringkih begitu emosinal dan Mrs. Leevine ibunda Ryan berkata bahwa usia Ryan tinggal hitungan bulan saja. Ketika aku memasuki kamar yang serba putih ini, aku melihatnya sedang memandang keluar “Ternyata kamu masih ingat aku Chel??”ujarnya begitu sinis “tentuu saja Ryann..tentuu akuu akuu masih ingat kamu..bagaimana aku lupa kalau aku begitu mencintaimu Yan..”aku sedikit tercekat dengan kebohonganku sendiri “ooohh yaaaaa??benarkah itu Cheelll..katakan yang sejujurnya dan lihatlah ke mataku tatap aku”kini Ryan sudah ada dihadapanku, aku memejam mengingat Paul airmataku mengalir “katakan Chel kau mencintaiku atau mengasihaniku??jika yang kedua lebih baik kau keluar dari ruanganku”masih tetap memandangku ‘maafkan akuu paul..tapi ryan lebih membutuhkanku…’ deangan memantabkan hati aku memandangnya menatap ke matanya “aku mencintaimu sama seperti dahulu tak kurang dan tak lebih..”aku mencium keningnya, Ryan memelukku lama.
Paul
          Bagai petir disiang bolong, padahal tadi pagi kami masih berpegangan tangan, aku masih mencium keningnya dan dia mencium pipiku..tapii apa ini kenapa begitu cepat Rachel berubah. Apa yang terjadi??apakah hukum imprinte tak bekerja pada kami..Tuhannn mengapa harus ada cinta, bila cinta itu menyakiti. Arrrrrrrrrrggghhhhhhh aku terus berlari tak tentu arah berlari didalam hutan yang pekat sendiri. Tak berapa lama aku keluar hutan yang ternyata mengarah kerumah Rachel. Aku harus bertemu Billy pasti dia tau apa yang terjadi pada Rachel. Aku merubah wujudku, setelah berpakaian aku melangkah mendekati banunan tua ini aku mengetuk pintunya “ouhh Hai Paul..Ada apa??khan kak Achel gag ada”ujar Jake sinis, aku harus tahan dirin aku harus mampu menahan emosiku jangan hanya karena masalah ini aku melupakan janjiku pada Rachel “aku mau bertemu Billy bisa”ujarku “Masuk..”ujarnya. Tak lama “maaf Paul tapi daddy masih ada urusan..”ujar Jake kemudian “aku hanya ingin bertanya padanya apakah Rachel memberikan kabar padanya, karena tadi siang tiba tiba dia kirim SMS ke aku kalau dia mau putus dariku..aku bingung Jake”airmataku jatuh tak tertahan, sejujurnya aku malu menangis tapi terlalu sakit hati ini “yang aku dengar tadi dari Daddyku bahwa Ryan sakit keras, dan umurnya tak akan lama lagi..Sejujurnya Rachel terlalu mencintaimu paul, aku bisa melihat dari binar di matanya ketika menyebut namamu, ketika habis kencan denganmu,walaupun terkadang aku sebal denganmu karena kamu itu sering gag minta ijin kalo masuk kamarku dan memakan makananku..tapi untuk saat ini aku ingin kalian bahagia selamanya” ujarnya panjang lebar “tapii sampai kapan aku menunggunya Jake” “Paull paulll…”dia merangkulku “terkadang Cinta sejati itu tak harus memiliki..dia cukup merasa bahagia ketika seseorang yang kita cinta itu bahagia..jadi ikhlaskan semua Paul, tuhan telah mengatur jalan kita” sepertinya benar apa yang dikatakan Paul bukankah Sam juga pernah menasehatiku seperti itu “Hhhhhahhhh..mudah memang berbicara seperti itu Jake, tapi aku akan mencoba mencoba untuk melepaskannya terima kasih Jake..maafkan jika aku selama ini bikin kamu kesel”akupun segera pamit pulang. 2minggu kemudian seseorang mengirimkan 2amplop yang satu berwarna cokelat dan yang satu berwarna hitam untukku dan ibuku. Aku membuka amplop itu, kutarik kertas putih bertinta emas berpita pink itu disitu tertulis nama Rachel dan pria itu pria yang bisa membuat Rachel bahagia. Perih sebenarnya membaca surat itu tapi aku harus tegar. Akupun mebuka amplop yang satu lagi ternyata surat penerimaan beasiswa, aku diterima disalah satu universitas di LA, syukurlah ini kuanggap sebagai obat pelipur laraku. Dan syukurnya aku tak perlu menghadiri pesta pernikahan Rachel, keberangkatanku sudah ditentukan 2 hari sebelum pernikahan itu.
Rachel
          Aku lihat kembali layar HPku ‘dear Paul..ada yang harus aku bicarakan mala mini. Aku akan menunggumu di taman dekat hutan jam 19.00 nanti’ aku menekan tombol ‘Send’. Aku harus melakukannya mala mini aku tak boleh membiarkannya terlukaa, aku tau aku tak layak untuk bersama setelah semua yang kulakukan padanya pada hatinya, pada hidupnya. Ketika aku akan melangkah keluar rumah “Mempelai wanita mau kemana sih??kok perginya mengendap endap gitu’ ujar Rebecca sambil menggendong si kecil Vanessa “aku harus menyelesaikan sesuatu Caa..dan mengucapkan perpisahan padanya”ujarku lirih hampir berbisik “kamu harus kuatt Chell..semuanya pasti ada alasannyaaa”Rebecca memelukku erat dan mencium pipiku “I know Caa..thanks dear”aku mengayuh sepedaku ketempat aku dan Paul janjian,aku akan tetap menunggunya meski ia tak datang sekalipun. Tekadku sudah bulat, dingin yang menusuk tulangku tak ku gubris. Aku tetap menunggu 45 menit berlalu, tapi Paul belum muncul juga. Aku mulai khawatir jangan jangan dia tak datang seperti dugaanku, tapi siapa aku yang begitu berani mengaharpkan kedatangannya . bukankah aku yang telah melukai hatinya terlalu dalam, bukankah aku penyebab dia menderita sudahlah ini tak pantas. Aku harus kembali. Ketika aku berjalan menuju sepedaku “Rachell..”suara itu menggetarkan relung hatiku Paul pasti diaa “Paull..kamu datang??”airmataku luruh, entah bagaimana aku menyadari aku terisak dipelukannya, aku meracau meracau “maafkan aku Paul..aku terlalu idiot..aku telah menyakitimu..melukaimu..aku terlalu egooo..aku gag pantas mendapatkan cintamu paul..aku gag pantaasss”Aku menangis menangis tanpa henti, Paul tak berbicara sepatah katapun hanya pelukannya yang semakin erat, hanya tangannya yang mengelus rambutku. Paul diam diam tak bergeming, dan aku terus menyalakan diriku..”Tuhannn kenapa bukan aku saja yang mati, aku tak rela melihat mereka terluka Ryan Paul..aku akuu wanita brengsek”aku berteriak teriak  “ssshh shhh.. sudah shayank sudahh..jangan berkata begitu..bagiku kamu wanita hebat..kamu wanita terindah dihidupku, tolong tolong jangan seperti ini”dia berusaha menenangkanku “tapi Paul, aku tak pantas menerima cinta kalian yang begitu besar”aku masih histeris dipelukannya”enggak shayank..enggakk kamu itu Bidadari yang tercantik diduniaku, kamu gag boleh seperti ini..Ryan membutuhkanmu shayank, STOP MENYALAHKAN DIRIMU SENDIRI”dia meraih mukaku mencium setiap incinya, aku masih tak sanggup membuka mata hanya air mata yang mengalir dipipiku.
Paul
          Aku tak tega melihatnya seperti ini, ingin rasanya aku menghukum diriku sendiri. Betapa egoisnya aku ingin menghakiminya, sedangkan diaa dia lebih rapuh dariku. Aku sungguh bodoh. Aku terdiam memeluknya hingga pagi menjelang. Tak ada yang kami lakukan, mungkin ini adalah cara kami mengungkapkan rasa yang ada dihati kami. Dan jujur kuakui ini adalah perpisahan yang terindah untukku. Berdua dengannya semalaman, memeluknya berteman langit malam bulan dan bintang. Sampai akhirnya “Chell..sepertinya kamu harus pulang, kasian keluargamu dan Ryan mereka akan bingung melihatmu tak ada dikamar”ujarku “sudah pagi yaaa, maafkan aku Paul..aku sudah mengotori jaketmu dengan air mataku”kulihat matanya masih sembab, mungkin akan terlihat membengkak “gag masalah dear..ouh iya sepertinya kamu harus mengompres matamu agar tak terlihat bengkak”sebelum berpisah sekali lagi aku memeluknya dan mencium keningnya “dimanapun aku, seperti apapun keadaanku..satu yang pasti hatiku dan segalanya tentang diriku adalah milikmu”bisikku, dia membalasnya dengan tersenyum kemudian dia mencium kedua tanganku “me too..goodbye my boy” kamipun jalan terpisah. Sesampainya dirumah aku melanjutkan mengePack ngepack semua barang barangku. Pagi ini sebelum berangkat aku sempatkan mengiriminya SMS “dear Bidadariku yang tegar..selamat menempuh hidup baru dengan Ryan..berbahagialah dengannya, aku selalu berdoa yang terbaik untuk hubungan kalian..jangan lupakan aku, aku mencintaimu selamanya” kutekan tombol ‘SEND’, lalu aku melangkah dengan mantap kearah Check in.
Rachel
          Besok pagi aku akan resmi menjadi Mrs Leevine, tapii kenapa hatiku gelisaah??kenapa ada yang mengganjal??kenapa bayang bayang Paul yang muncul??aku mengacak acak rambutku..drrttt drrrttt kubuka layar Hpku ternyata Paul, tak terasa air mataku menetes membacanya “Rachel..”Ecca memanggilku “yaaa..”aku menghapus airmataku dan menoleh kearah Rebecca ddengan tersenyum “Ryan ingin bicara denganmu, dia menunggumu di taman belakang”lanjutnya “yaaa..aku segera kesana..terima kasi Ecca”. Aku berjalan mmenuju taman belakang, sepi dan sunyi hanya ada suara gitar yang dimainkan Ryan “Ryann..”panggilku ‘ouhh haii Dear..sinii dudukk disinii”dia menggeser tubuhnya kesebelah, aku duduk disebelahnya. Dia menggenggam tanganku “terima kasih untuk semua waktu yang telah kau berikan padaku..aku tau rasa cintamu untukku tak pernah ada,aku terlalu egois memaksakan segalanya hingga membuatmu terluka.. maukah kau memaafkanku Chel??”tanyanya, aku terdiam “Chell..”dia berlutut dihadapanku “Please aku mohon..maafkan aku dan keegoanku..aku tak ingin lagi kau terluka..katakan sesuatu Chell..karena mungkin inilah saat terakhir aku bisa menatapmu seperti ini lagi”ada kesungguhan yang terlihat dari matanya “aku yang salah Yan..aku yang menyakitimu..aku yang terlalu mikirin diriku sendiri..aku akuu”airmataku mengalir “noo nooo.. aku gag mau kamu nangis”dia menghapus airmataku dengan jemarinya “Bidadari gag boleh nangis..Bidadari itu harus terus tersenyum..karena kecantikannya akan terlihat disana”ujarnya, aku berusaha tersenyum, memperlihatkan senyum terbaikku untuknya “jika sekarang kamu bukan milikku, aku percaya dikehidupan selanjutnya kamu akan menjadi jodohku”dia mencium keningku tiba tiba dia terjatuh tak sadarkan diri. Aku panik “Jakeeeeeee..Dadddddddd..tolongggg”teriakku “Ryannn ryaaann..bangun shayank..aku disinii bangunnn jangann pergi duluu”airmataku semakin deras, dadaku sesak ‘Tuhannnn..jangan ambil Ryan..jangan tuhaann, aku belum bisa membahagiakannya. Aku mohon tuhann’.Kami membawa Ryan ke UGD “Maaf Bapak bapak dan ibu ibu..Mr Ryan akan ditangani oleh dokter. Mohon untuk sabar menunggu diluar”ujar perawat cantik itu. Tepat pukul 2 malam dokter yang merawat Ryan keluar “Mr. Ryan ingin bicara dengan orangtuanya dan nona Rachel”ujar Dokter tersebut, dengan tergesaa aku berlari kekamar Ryan. Ketika melihat kami datang Ryan melepas oksigen yang terpasang di hidungnya “Mom and dad..mungkin ini saat yang tepat untukku pergi, aku mencintai Mom and dad melebihi segala sesuatu yang ada didunia ini..maafkan aku jika selama ini aku jadi anak durhaka..maafkan aku belum bisa membahagiakanmu mom..”kulihat Mrs Leevine menggenggam tanga Ryan “Rachell..my angel, kamu harus selalu tersenyum, aku gag mau liat ada airmata ketika aku gag disampingmu lagi..karena aku tau kamu wanita kuat..aku mencintaimu Rachh..cheell”setelah berbicara seperti itu Ryan menutup matanya, tak bergerak namun hanya tersenyum. Mrs Leevine mulai histeris dan berteriak memanggil nama Ryan Mr. Leevine dengan panic memanggil perawat sedangkan aku..aku menangis, getaran hebat kurasakan ditubuhku sakit rasanya melihat Ryan pergi meninggalkanku dengan cara seperti ini. Aku melampiaskan kemarahanku kedinding aku memukul dinding kamar berusaha membenturkan kepalaku sendiri berteriak histeris memanggil Ryan. Saat Jake datang sekelilingku kabur dan aku rasa aku tak sadarkan diri. Hari ini adalah hari pemakamannya, bukan hari pernikahan kami.  Aku berjalan bersama nessie, dia menopangku. Entah mengapa rasanya tubuh ini letihh, hatiku rapuh.
Paul
          Akhirnya tiba juga aku di kota ini, kota dimana Rachel dan Ryan tinggal. Sejujurnya aku tidak rela dipindahkan kekota ini, tapi mau bagaimana lagi jika aku ingin naik jabatan aku harus mau dimutasi. Dan disinilah aku pada akhirnya, tiba dikota yang lebih besar dari forks. Aku berdoa semoga aku tidak dipertemukan dengan Rachel, walau sejujurnya didalam sini dihatiku aku amat sangat merindukan saat saat bersamanya. Sebelum aku kerumah dinasku aku mampir kesebuah minimarket, tapi entah kenapa hatiku bergetar, detaknya lebih cepat dari biasanya. Aku abaikan perasaan itu aku menuju counter minuman dingin, kuambil minuman yang kuinginkan bersamaan dengan itu tangan seseorang juga mengambil minuman itu “ouhh maaafkann saya..”ujarku, dan tuhan sepertinya tidak mendengar doaku RACHEL disini dihadapanku “Rachel??”ujarku dia mendongak “ouhh haii Paul..apa kabarr??”senyuman itu tak pernah bisa kulupa “aku aku baik baik saja”jawabku “ouh iya bagaimana dengan Ryan, dia baik baik saja khan”tanyaku seketika kulihat perubahan itu “kamu tinggal dimana Paul??”dia mengalihkan pertanyaan “aku tinggal dialamat ini”aku menunjukkan kertas yang bertuliskan tangan asistenku “ ini dekat dari rumahku, ayoo kuantar”. Kami berjalan berdua menyusuri jalanan yang penuh dengan pejalan kaki ini, kami mengobrol hal hal ringan sampailah aku didepan sebuah rumah “mau masuk dulu Paul??”tanyanya”tentu saja Chell, aku juga ingin bertemu Ryan”aku pun mengikutinya untuk masuk keruangan yang begitu rapi ini. Aku menyusuri ruangan ini mencari foto foto pernikahan Ryan dan Rachel tapi yang kucari tak kutemukan “Mau minum sesuatu Paul??”tanyanya mengagetkanku “ehh gag usah aku Cuma butuh es batu dan gelas saja agar Coke ku ini lebih enak diminum..Ryan kok gag keliatan Chel?belum pulang kantor yaa?”jawabku “Ryan pergi, Paul..Dia sudah pergi”ada kesedihan dibalik ucapannya itu “pergi??dia pergi meninggalkanmu??setelah aku berkorban dia malah meninggalkanmu”emosiku naik, aku akan mencari Ryan kekantornya akan kupatahkan leher itu “Dia dia sudah pergi kesurga Paul..dia meninggal” bagai petir disiang bolong, aku kaget bukan main dengan segera aku memeluk tubuhnya “maafkan aku Chel..tapi bagaimana bisa??” cerita hari itupun mengalir dari bibir Rachel, Sebelah sayapnya patah dan aku aku tak ada disampingnya untuk menopangnya, rasa bersalah melandaku  lagi.
Rachel
          Sejak pertemuan kembaliku dengan Paul. Hari hariku mulai berwarna lagi. Kerapkali kami menghabiskan waktu di taman berdua sambil membaca buku dan saling berpegang tangan. Atau bersepeda seperti waktu itu. Ada yang lain hari ini Paul memintaku memakai gaun yang dia belikan, gaun Putih gading selutut berpita merah dipinggang. Dia juga memintaku untuk berdandan. Aku mengenakan sepatu Higheels favoritku yang berwarna senada dengan pita digaunku. Tok tok tok aku bergegas turun, ketika aku membuka pintu aku kaget melihat Paul begitu tampan menggunakan tuxedo hitam dan bungan yang disematkan disakunya.”sudahh siapp Tuan Putri”dia menyodorkan tangannya yang kusambut dengan riang “tapi sebelumnya maaf”dia mengeluarkan kain hitam dan menutup mataku “ini surprise untukmu shayank”.  Setelah satu jam lebih “masih lama yaa shayank”tanyaku yang sudah tak sabar “sebentar lagi shayank, 5 menit lagi”dia mencium tanganku. Dalam kegelapan aku semakin bingung “akhirnya kita sampai juga shayank…eitsss penutup mata itu gag boleh dibuka yaa”ujarnya ketika aku akan membuka penutup mata itu, aku pun tersipu malu. “kamu bawa ini yaa”dia memberikan buket bunga padaku, dan sepertinya itu bunga kesayanganku bunga Lily.Setelah 5 meter berjalan samar aku mendengar banyak orang berbicara, ahh mungkinaku dibawa kesebuah café seperti biasa “kita sudah sampai..jangan buka mata dulu sampai aku bilang buka..dan jangan curang yaa”aku merasakan tangan Paul di belakang kepalaku “oke sekarang buka mata kamu shayank”ketika aku membuka mata ternyata aku ada disini didepan makam Ryan, Mr Leevine , Mrs Leevine, Daddyku, Rebecca dan Solomon ,Jake, Nessie, dan Emy. Diantara kebingunganku Paul berlutut sambil menyentuh nisan Ryan “Ryan, hari ini disini didepana makamu, didepan orangtuamu Aku Paul LAhote meminta ijin kepadamu untuk Menikahi Dia, Rachel Black..Bidadari kita bersama, aku akan memenuhi semua permintaan yang ada di wasiatmu..bahwa aku akan selalu ada dikala dia senang dan menangis, saat susah dan mudah, saat sehat dan sakit..saat segala sesuatunya terlalu berat untuknya..Dan untukmu shayank , Rachel Black bersediakah kau menikah denganku??”aku terdiam tak sanggup berbicara apapun, hanya airmataku saja yang berderai. “aku aku bingung mau bilang apa Paul..aku gag nyangka kamu akan begini..sesungguhnya aku bahagia bersamamu..hikss bahagiaa menjalani segalanya bersamamu..tapii..” “Rachel, Mommy bukan mau mencampuri urusanmu ..tapi mommy percayaa mommy yakin jika Ryan disini diapun akan berkata yang sama bahwa dia bahagia melihatmu bahagia..”mendengar itu airmataku semakin deras.aku semakin tak dapat menguasai diri. Sekali lagi aku memandang wajah Mr. dan Mrs Leevine mereka berdua tersenyum dan mengangguk, aku memandang kesegala penjuru mereka semua tersenyum dan antara sadar atau tidak  disana aku melihat Ryan tersenyum dan mengangguk aku ikut tersenyum sambil menangis akupun menjawab “yess..i do..i doo Paull..i dooo”Paul dengan segera memasangkan cincin itu dia memelukku dan berbisik “I love you to much Rachel” “I love you too Paul.. I love youuu”. Setahun kemudian anak lelaki kami lahir kedunia dan kami memberinya nama Ryan Lahote.



                             End

8 Februari 2013

Cinta Tak Bisa Bohong...




“Nessiee..wake up please??kamu gag ada kuliahh yaaa??”Mom membuka jendela kamarku, sinar matahari menyilaukan mataku “oohhh Mommmmm…silauuuuu”ujarku sambil menarik selimut hingga menutupi kepalaku “NESSSSS..bangunnnnnnn “Mommy menarik selimutku “ini uda jam 8 Nesss..kamu gag ada kuliah??”ujar mommyku lagi “baru juga jam 8 Mom..”sahutku dengan mata tetap terpejam “APA MOM jam 8…ouhh Noooo”seketika aku bangun dan melesat kekamar mandi “Mommy kenapa gag bangunin akuu dari tadii sih”gerutuku dari dalam kamar mandi “Mommy uda bangunin darii 1 jam yang lalu, tapii kamu gag bangun bangun, Jake juga dari tadi nunggu dibawah”ujar mommy lagi. Secepat kilat aku mempersiapkan segalanya. Ooh iyaaa kenalkan namaku Renesmee Carlie Cullen, pssstt ini rahasia yaaa umurku 6 tahun lebih 4 bulann tapii jangan kira aku anak kecil seperti yang kalian lihat. Dari segi penampilan aku tidak terlihat seperti anak kecil tapi layaknya wanita berusia 18 tahun..ahahaaa emang 18 tahun bisa disebut wanita yaa. “Morning Oma.. Morning Jake”kucium kedua pipi Oma Esme kemudian kukecup bibir Jake “Morning dear, kitaa telat??”Jake tersenyum begitu indahnya “yahhh. But Mr Weasley pasti memahami kok..toh hari ini hanya mengumpulkan tugas”ku ambil segelas darah singa yang sudah dihangatkan oleh mommyku , oh iyaa aku adalah salah satu vampire hybrid. Sebenarnya aku bisa saja makan makanan manusia, tapi itu ketika aku bersama teman teman manusiaku sedangkan saat bersama keluarga vampiredan Werewolfs ku aku bisa menjadi diri sendiri seorang vampire hybrid.”Baiklah tuan putri??, hari ini kita mau berangkat naik motor or mobil”tanya Jake “Naik motor aja gimana??mumpung gag ada daddy”ujarku sambil mengerlingkan mata pada Mommy”kamuu yaaaa..tar aunt laporinn aahhhh”ujar Aunt Alice “Auntt jahaatt nieeee..udah ah yuk berangkat Jake. Mom aku berangkat yaaa”ujarku sambil berlarii jake mengikuti dibelakang “ini helmnya Nona”Jake memakaikan helm cokelat kesayanganku “thank u sir..”aku langsung naik motor itu “Lets go Sir”teriakku sambil menunjuk kedepan. Sepanjang jalan aku memeluk tubuh hangat tunanganku ini. Aku paling suka naik motor dengannya selain aku bisa memeluknya lebih lama, aku juga bisa menghirup aroma tubuhnya yang khas berbeda dari werewolfs yang lain.Dia tunanganku yang paling tampan sedunia. Kalian pasti bingung anak seumurku punya tunangan, ini karena hukum imprintee Werewolfs, dimana seorang serigala akan menjadikanmu pusat segalanya dan kebahagiaanmu adalah prioritas dihidupnya. Kenyataan ini terkadang membuatku jenuh dengan hubungan kami, bagaimana tidak saking inginnya melihatku bahagia aku kencan dengan cowok lain aja dia gag marah.
        “Good Morning Sunshineee..”Alex memeluk dan mngecup pipiku “morning Al..”ujarku sambil menoleh ke Jake, yang ditoleh malah tersenyum manis, semanis darah rusaa. “kamu uda sarapan hun??”tanya Alex “sudaahh tadi dirumah, oiya Lex tugas Mr. Weasley dikumpulin dimana??”aku balik bertanya “di lockernya ayo kuantar..Hai Jake bukannya kamu ada kuliah lain”Alex tersenyum mengejek “ouhh iyaa aku lupaa, baiklah Ness sampe ketemu diparkiran..”ujar Jake sambil berlalu. ‘Tuhkan apa aku bilang dia itu terlaluu cuekkkkkk cueeeeeeekkk, pengen rasanya aku mencekik lehernya walaupun aku tau dia gag akan mati hanya karena aku mencekiknya’ gerutuku dalam hati, sementara itu “Neesssss,kamu ngelamun lagi yaaaa??ada masalah??”tanya Kim sahabatku “yaa seperti biasa Eemm, Jakee dia tetap tak ada perubahann”kesedihan dihatiku terasa dibibirku “yaa itu juga terjadi pada Jared, kamu taulah bagaimana werewolfs..Kadang jenuh sih cuman gimana yaa Ness aku terlalu mencintai Jared sih soo gag terlalu kepikiran jadinya”wajahnya ikut berubah sendu “haaaah sedih banget kita berduaaa”kami berduapun berpelukan.
        “Mom…”kulihat Mommyku lewat depan kamarku “yaaa..”Mommy mengintip dari balik pintu “aku mau curhat boleh??”sambil memberi isyarat ke Mommy cantikku ini agar berbaring disebelahku “Kenapa shayank???”tanya Mom “Jake Momm..akuu sebeell banget sama diaaaa..”ujarku sambil cemberut “pasti masalah yang samaaa yaaa”ujar Mom “iyaa Mom,diaa itu kenapa sih Mom gag ada rasa cemburu sama sekali, maraahh ataau ngajakin cowokk yang ngedeketin aku berantem kek..bukannya malah mengiyakan semua kemauanku dengan alasan kebahagiaanku adalah segalanya buat dia…aku khan sebeeelll Mommmmm…”aku menyandarkan kepalaku di dada Mommyku, mommy meraih tanganku dan meletakkannya dipipinya. Terkadang mommy lebih suka mendengarkan ceritaku melalui keahlianku men – transfer Vision ( atau segala sesuatu yang terjadi setiap hari dari penglihatanku ) “Ness..Mommy ngerti apa yang kamu rasakan sayank,hanya saja mommy juga bingung mau menjelaskan apalagi..”ujar Mom berat “yeahh..sudahlah Mom. Sekarang aku hanya mauu Mommy disini temenin aku tidur sampe besok pagi “kurasakan pelukan ibuku yang paling cantik ini semakin erat dan hangat walaupun bagi manusia biasakulit Mommy dan daddyku itu lebih dingin dari Es.
        Dan dari sinilah semua bermula pagi itu seperti biasa aku dianter Jake kekampus, dan seperti sebuah rutinitas Alex selalu menungguku dia melingkarkan tangannya kepinggangku aku mencoba menepisnya denagn lembut “emmmh Ness, ada yang harus kubicarakan denganmu??”tanya Jake sebelum pergi meninggalkanku dengan Alex “yess Jake”jawabku “heemmmm..gag gag jadii”ujarnya langsung berbalik aku melihat dimatanya walau hanya sekilas ada sesuatu yang ingin dia bicarakan “ouh iyaa Jake, nanti siang aku pulang dengan Alex..ada yang harus kami beli”ujarku lagi dan hanya senyum itu saja yang menjadi jawabannya. Siang itu di Café yang ada di Phoenix seperti biasa Alex mencoba merayuku, dia seperti diberi angin dengan sikapku selama ini. Sejujurnya aku tak mau melakukan ini tapi Jake yang membiarkan ini semua terjadi ketika bibirku akan menyentuh bibir Alex, “Nessieee??”ujar seseorang ketika aku menoleh “PLAK”sebuah tangan mendarat dipipiku “Aunt Leahh apa apaan sih??”ujarku emosi “Kamu yang apa apaan disini, ketika Jake sibuk ngurus semuanya sendiri kamu disini asyik asyikan dengan pemuda begundal”Ujar Aunt Leah galak “Hei you whats your problem Huh??”Alex merasa harga dirinya terusik “Sudahh Lexx..Apa maksud Aunt Leah???emangnya Jake mau kemana??kok dia gag bilang ke aku??”rentetan pertanyaan keluar dari bibirku “Ahaaaa ternyata kamu emang gag peka yaaa sama diaaa.. Dasarrr Ibu sama anak sama saja..Jake Jake kasian sekali kamu selalu jatuh cinta pada orang yang salah..heh”ujar Aunt Leah “Aunt maksudnya apa??apa hubungannya Mommyku dengan Jake??terus Jake mau kemana Aunt??”aku tarik tangan Aunt sebelum dia pergi “Tanyakan pada dirimu sendiri Gadiss Manjaaaa”ujarnya sambil menghempaskan tanganku dan berlalu pergi, aku bergegas keluar dan Alex menarik tanganku “heii heii Ness…Lokk at mee..kamu mau kemana??”tanya Alex “Lepasin Lex, aku mau nyari Jake aku mau minta penjelasan sama dia”jawabku “aku anter yaa..”ujar Alex “maaf Lex aku pengen sendiri ..Permisi”aku bergegas pergi dan mencari taksi. Didalam taksi menuju La push pikiranku berkecamuk ‘Apa yang dilakukan mommy pada Jake??kenapa aunt Leah bicara seperti itu??sebenarnya ada apaa ini Tuhaaaannnnn’tak terasa air mataku mengalir diantara kebingunganku “maaf nona, rumahnya sebelah mana yaa?”tanya bapak berseragam biru ini mengagetkanku “saya turun disini saja pak”ujarku sambil menyerahkan beberapa lembar dollar . Aku mencari Jake ditempat yang paling membahagiakannya tapi ternyata dia tak ada disana,  saat aku berpaling aku melihat daddy Billy dia tersenyum dan menghampiriku “haaiii cantikk..sudah lama kamu gag pernah kesini bersama Charlie..apa kabar dia dan Sue??”Ujar Billy sambil tersenyum memudarkan gurat tua diwajahnya “mereka baik baik saja Bill..ouh iya Jake ada??”tanyaku “dia ada dikamarnya sedang bersama paul dan Rachel.Langsung kedalam aja ya..”ketika aku akan beranjak pergi ‘Nessie…”panggil Billy “Yaaa..”jawabku “Please don’t hurt him..dia selama ini terlalu mencintaimu dengan segenap hatinya dia tak pernah bermaksud meninggalkanmu, dia hanya ingin kamu bahagia walau bukan bersamanya”Mata tua Billy berkaca kaca “I promise..”aku pun berlari kea rah kamar Jake ternyata Paul dan Rachel sudah tidak ada dikamar itu “Haii Ness…Mafkan aku tak memberi tahumu terlebih dahulu soal ini”ujarnya sambil menunjuk setumpuk pakaian yang ada diatas koper “kenapaa??kenapaa kamu gag bilang ke aku kamu mau kemana??kenapa semuanya begitu mendadak Jake??”ujarku sambil bersandar didinding kamarnya”sebegitu tidak pentingkah aku dihidupmu saat ini Jake??”tanyaku Lirih sambil menahan luapan airmata “bukann bukaaann seperti itu shayank, hanya saja aku melihatmu sudah bahagia bersama Alex. Aku melihatmu sudah tidak membutuhkan aku lagi dan disaat itulah tawaran beasiswa dari universitas Columbia datang”Jawabnya”hahahahha kamuu Lucuu…Kamu tau gag kenapa aku melakukan itu??tauu gag??mau tau alasannya??karena aku aku pengin kamu nunjukkin kalo aku ini milik kamu didepan semua orang.. aku mau kamu cemburu..aku mauuu kamu marah saat ada pria yang mendekatiku..tapii tapii apaaa??kamu hanya tersenyum tersenyum dan akhirnya pergi meninggalkanku..aku bersyukur pada Tuhan yang uda ngirim  Aunt Leah untuk menamparku dan mengatakan semuanya padaku..dan satu hal ada apa antara kau dan ibuku??”ujarku setengah emosi “akuu dan Bella itu hanyalah masa laluu..dan kamuu kamu masa depanku Ness”dia mencoba meraih dan menggenggam tanganku”sapa yang lagii yang tauu Jake??Aunt Alice??Omma??Daddy??”tanyaku yang hanya dijawab dengann diam “hahaahaahh…ternyaataaaa selama iniii aku seperti orang bodoh diantara kaliaaann???jadi hanya aku yang gag tau ada apa antara kau dan mommyku??okee kalo gitu Fineee..kamu bolehh pergiii pergi yang jauh dari kehidupankuuu..dan jangan pernah kembali lagiiii”aku berteriak teriak seperti orang bodoh, dia mencoba memelukku tapi aku tetap berontak “Lepasinnn Jakeee…biarin aku pergiiii..” 1 menit 2 menit hingga 10 menit ak masihh menangis menangis terluka dan Jake tetap memelukku “okkke Jake..sudah saatnya aku pergi, kamu gag mau khan daddyku kesini dan meremukkan tulangmu??”dan pelukan itu mengendor,dengan seketika aku berlari berlari di bawah air hujan berlarii tanpa menoleh lagi kebelakang. Aku berhenti disebuah taman dan menelpon Aunt Rose,darinya aku tau apa yang terjadi antara mom dan Jake.
        3 jam kemudian sesampainya dirumah aku berusaha sebisa mungkin untuk gag ketemu mommy,yang ada menghindar dari mommy ketemu Daddy “Nessieee..kamu dari mana ajaaa??kenapaaa basah kuyub giniii??”tanya Daddy “im fine Dad..aku capek mau masuk kamar dulu yaaa”sebenarnya Daddy pasti tau apa yang ada dipikiranku “ouh iyaa Dadd..biarkan dia pergi,jangan salahkan dia yaa”ujarku sambil mengecup pipi Daddy “hemmm sebenarnya gag adil..tapi kalo kamu maunya gitu okee daddy ikutin maumu..tapii jangan sampai menyesal dengan keputusanmu yaaa..”ucapan Daddy tadii masihh membekas dibenakku tapi mau gimana lagii ini sudah menjadi keputusan akhir buat kami,air mata mengalir dipipiku tak henti dalam tidurku pun airmata dan mimpi buruk ini menghantuiku.
        Tokk tokk tokkk “Ness..mau ikut hunting gag sama Mommy??”Mommy mengetuk pintuku, aku hanya terdiam tak ingin emosi menguasai pikiranku ‘Nakk buka pintunya..ceritain sama mommy ada apa shayank??”Mommy berusaha membujukku untuk membukakannya pintu “pasti ini tentang Jake khaaann??”tanya mommy masih dari luar,begitu mendengar nama Jake emosiku naik lagi “pergi momm..tinggalin aku sendirii”teriakku”tapii kenapa shayank??ada apaaa??please tell mee”ujar Mommy yang masih bertahan dibalik pintu “Okeee kalokamu gag keluar jugaaa..pintunya mommy dobrakk”kata mommyku setengah berteriak “okee Momm..Fineee…’akhirnya aku buka pintu dan emosikupun semakin memuncak “kamu kenapa shayank??kamu sakittt???tell me..”Mommy mencoba meraih tanganku, seketika itu juga kuhempaskan tangannya “gag perlu mom..mommy gag perlu tau apa yang terjadi sama aku..its not your Bussiness Mom”ujarku sambil memasukkan beberapa helai baju dan buku kekoperku “Mommy harus tau apa yang terjadi sama kamuu..Aku ini ibumu, ibu yang melahirkanmu..aku berhak tau apa yang terjadiMommyku mulai histeris dan mengeluarkan semua bajuku yang ada dikoper “Hentikan Mom..aku uda besarr..dan aku berhak untuk menentukan kemanapun aku mauu pergi..”emosiku mulai lagi “tapii kenapa Ness, kenapaa??Ada apa sebenarnyaaa??please tell me..”airmuka itu berubah menjadi sangat sedih “please Mom..suasana hatiku lagi gag enak..aku gag mauu marah sama mommy..Jangan cari aku Mom, aku aman bersama aunt Rose..”aku mencium kedua pipinya sambil berlalu pergi dan membawa koperku “Nessss…”mommy masih mencoba menahanku Oma Esme memeluknya”sudahh bell sudaahh..mungkin Nessie butuh waktu sendiri”ujarnya. Aku mengendarai mobilku dengan kecepatan penuh menuju rumah aunt Rosalie, was was juga kalo ketemu grandpa Charlie .
Rumah bergaya eropa klasik ini terlihat kokoh diantara pohon oaks tua aku menggeret koperku menaiki tangga tangga elegan terbuat dari marmer hitam. Pintu terbuka “masuk Ness, aunt diruang Tivi”ujar aunt Rose  “Auntttt Roseeeee……”aku berlari dan menangis dipelukan aunt Rose seperti anak kecil aunt Rose membelai Rambutku “Bella dan Jake itu sudah lama berakhir shayank..kamu adalah hidupnya sekarang”ujarnya “aku cumin gag suka kenapa dia mesti kayak gini Aunt??kenapa dia gag ngomong aja apa yang sebenarnya terjadi??kenapa Aunt kenapaaa”tangisku semakin keras syukurnya Om Emmett gag ada dirumah. Aku masuk kamar yang memang khusus untukku setiap kali aku menginap, aunt Rosalie menyayangiku sama seperti mommy menyayangiku jadii kalo ada apa apa aku pasti kerumahnya entah sekedar curhat atau menginap.”Ness.. boleh buka pintunya sebentarr”suara seorang Pria terdengan=r dibalik pintu kamarku “ness”pria itu mengetuk lagi pintu kamarku inii,’gag mungkin itu jake,gimana dia bisa tau aku ada disini’aku memilih bertahan dibalik selimut tanpa membukakannya pintu “baiklah kalo kamu gag mau buka pintu..aku mau pamit sekaligus minta maaf untuk semua salahku sama kamu..aku terlalu mencintai kamu, aku terlalu rapuh ngeliat kamu seperti ini karena aku..aku akan selamanya ada disamping kamu dan selalu memastikan kamu bahagia..kapanpun kamu butuh aku kamu bisa telepon aku. Sejujurnya aku tau aku gag bisa jauh sedetikpun dari kamu, tapi aku lebih gag bisa liat kamu terluka seperti ini karena aku..aku harap kamu bahagia yaa sama Alex..cinta ku untukmu akan ada selamanya..aku pamit jaga dirimu baik baik”ujarnya tangisku memecah keheningan ketika mendengar langkah kaki itu menjauh dan hilang, hatiku sakit.
Setahun kemudian pesta kelulusanku sekaligus menjadi pesta perpisahanku dengan Forks, karena Aunt Zafrina meminta bantuan padaku untuk mengurus lembaga kemanusiaan yang sedang dia bangun,berhubung dia masih meminum darah manusia jadi akulah yang bertugas untuk menjadi ketua yayasan.”kamu yakin shayank mau ke Afrika??”tanya Daddy padaku malam itu”yes Dad..Sure aku yakin banget sama keputusanku”ujarku sambil menonton Film kesanganku “Twilight Saga” “bukan gara gara kamu marah sama mommy khan??”tanya Mommy “Momm please aku uda maafin Mommy..khan aku yang salaahhh terlalu terbawa cemburuu”kukecup pipi mommyku yang ada disebelahku “kalo mommy kangen kamu gimana??”tanyanya lagi “khan bisa skype-an mom,mommy juga sepertinya butuh kesana deh sesekali”jawabku tanpa melepaskan pelukanku ketubuh seksi mommyku ini “yaaah tar oma gag ada yang nemenin berkebun dong??Model cantiknya omma juga gag ada dong”kata Oma sambil jari jemarinya mnjepretkan kamera kesegala penjuru ruangan “iihh Omaaa..khan ada Aunt Alice, Aunt Rose sama Mommy aku..pasti mereka mauu kok”daddy mencium kepalaku “Nooo Nooo BIG NOO..mereka bertiga ituu yaaa bisanya metikkin bunganya oma..alasannya biar ada yang seger seger diruangann..”ujar Omma sambil menghentikan Jepretannya “Yaelah mom,khan cuman sekali metiknya jugaa”sahut Aunt Alice yang mojok berdua sama om Jaz “iyaa sekali tapi tiap hari metiknya sama ajaa”ujar Oma. Aku tersenyum melihat tingkah polah keluargaku. Suasana rumah ini akan membuatku kangen setengah mati aku juga kangen lelaki serigalaku, sedang apa yaa dia disana??akuu kangen banget sama dia.
Keesokannya di bandara, kepergianku diantarkan senyuman bangga dari keluargaku dan Kim sahabatku, lega rasanya mereka bisa ikhlas melepaskanku. Perjalanan menuju tempat yang di beritahukan aunt Zafrina lumayan jauh dari bandara, walaupun begitu aku sangat bersemangat untuk berkerja saat ini juga tapi “Nessie nessie kamu itu kayak mommymu banget yaaa..inget waktu kita ketemu Om Aro..mommymu berlatih perisainya dari pagi sampe pagii lagii.. Sekarang kamu mau langsung kerja..hahhaha kita berburu dulu aja yukkk, lumayan ada beberapa singa liar yang menyegarkan disekitar sini”ujar aunt Zaf, yang langsung kuacungi 2 jempol.
Mengurus segala keperluan yayasan membuat hari hariku menyenangkan, bagaimana tidak setiap hari aku bertemu anak anak kecil dengan rambut keriting dan kulit hitam legam kekantorku ini. Tak lupa setiap jam dan ada kesempatan aku selalu menghubungi Mommy, Oma, Aunt Rose dan keluargaku yang lain tak jarang mereka yang meneleponku lebih dulu. Dan pagi ini Kim memberiku kejutan “Nessiiiiiiiiiiieeee..aku kangeeennnn banget sama kamuuu??kamu kapan baliknya sih??”belum sempat aku berkata Hallo kim sudah berteriak kegirangan “hahahhah heii Kim, keep calm.. I miss you too much dear..ahhahhaha aku betah disinii jadi males pulang niee”jawabku sama girangnya “pokoknya gag mau tau Natal ini kamu harus pulang..soalnya aku mau kamu jadi bridemaids akuuuu”ujarnya.”aaaaaa seriusann Kim???kapan Jared ngelamar kamuu??kok kamu gag cerita cerita sih??”aku terbayang wajah Kim yang pastii sumringahh kemana manaa”hahahaha tar aku ceritain, tapi kata Alice kamu bakalan pulang 3 hari lagi..Can’t Waitt”ucapannya mengagetkanku”maksudnya Kim??”tanyaku bingung “Ooopss sepertinya aku terlalu banyak bicara..pokoknya kamu harus cepett pulang yaaa..jaga diri baik baik disana kiss jauhhhhh buat kamuu..i miss you” “klik” ‘aaargggghhh ini anak selalu deehhh bikin gemes, belum ngomong uda dimatiin duluan..tapi aku penasaran apa sih maksudny aku bakalan pulang sebentar lagi…’belum selesai melamun aku dikagetkan oleh nada dering HPku sendiri, aku liat dilayarnya Aunt Zaf “Yaa Aunt..”ujarku membuka percakapan “hari ini kamu setengah hari aja yaa disana, Aunty sudah nelepon Nathalie, dia akan menggantikanmu untuk beberapa bulan ini”ujarnya “Maksudnya Aunty??”tanyaku “sudah gag usah banyar bertanya, jam 12 nanti Aunty Senna akan menjemputmu”jawab Aunty Zaf “baiklah Aunt..aku beres beres duluu”kebingungan melanda pagiku yang cerah “sampai ketemu dirumah shayank” “yes Aunt..”sumpah ini ada apa yaa, kok pagiku penuh dengan kejutan bikin aku bingung dan entah kenapa jantung berdetak lebih cepat dari biasanya ‘ada apa ini??apa yang akan terjadi’. Jam 12 lebih setengah jam,aku menunggu Aunty Senna yang akan menjemputku tapi tak seperti biasanya auntyku yang satu ini telat sambil menunggu Aunt aku mendengarkan music di HPku“kembalilaahh cintaaaaa..kembaliii padaakuuuu..kan kujaga cinta, selamanyaaa cintaaa..cintaku untuk kamu,takkan pernah matiiii,hanyalah untukmuu,cintaku padamu ooohh” Lagu ciptaanku yang berjudul “Kembali” lagu ini tercipata untuknya lelakiku yang ada disana beep beep sms masuk, kubuka ternyata Aunt Senna tak bisa menjemputku dia mengirim patner Aunt Zaf diyayasan kami. Natalie masuk ke ruanganku”Ness,jemputanmu dateng tuh..” “ahh yaaa..oiya orangnya seperti apa??”tanyku padanya”orangnya gondrong,rambutnya agak beruban, brewokan dan berjenggot..tapi kalo body masih oke banget kok Ness..10 jempol laahhh.. hihiihihi”Natalie mengacungkan 2 jempolnya “haiahhhhh kamuu ini, emang aku mau ngapain sama diaaa”ujarku sambil geleng geleng kepala. Kulihat Aston Martin V12 Vanquish yang persis seperti daddyku terparkir dihalaman. Kulihat Pria tua dibalik kemudi mobil itu selalu menatap kedepan tanpa menoleh kepadaku, aku mematung didepan didepan mobil “klek” pintu terbuka. Pak tua ini hanya diam tak banyak bicara, aku pun mengalihkan perhatianku ke jalanan yang penuh dengan anak anak kecil bermain bola tenang rasanya melihat senyum mereka. Sesampainya dirumah “terima kasih pak, anda mau masuk kerumah pak”ujarku menawarinya untuk mampir “No thanks..”suaranya berat membuatku lumayan kaget “ouhhh baiklah pak, terima kasih sekali lagi” ucapku terakhir kali sebelum menutup pintu mobilnya “yaa”dia pun berlalu ‘Pak tua yang Aneh’ aku melangkah memasuki rumah Aunty Zaf “Nes..nanti malem kamu temenin Mr Black dinner diluar yaaa..soalnya khan kamu tau sendiri Aunty gag bisa berpura pura jadi manusia seperti Daddy dan Mommymu”ujar Aunty Zaf lagi lagi membuatku kaget “siapa Tante??Mr. Black??”tanyaku lagi “yaa Mr Black yang dari Michigan yang barusan nganter kamu…dia mau ngomongin soal masa depan yayasan, jadi please bantu aunty yaa..”ujar aunty sambil mengatupkan tangannya supaya aku mau menerima tawaran Mr Black yang super dingin itu “tapiii Aunty…”belum selesai aku bicara “Ini Aunty kasi kamu gaun..ini pasti cocok buat kamu”Aunty Zaf menyerahkan kotak merah besar berpita emas ketika kubuka, gaun berwarna Biru sepertinya punya mommy waktu Prom Night sekolah duluu “Cantik Aunt..yaa uda dehh..aku mau istirahat dulu…terlalu banyak keanehan hari ini Aunt..”aku memberinya kecupan dipipi dan pelukan sebelah tangan setelah itu aku melesat kekamar.aku memikirkan semuanya hingga aku tertidur, dan didalam mimpiku kali ini Mr Black yang dingin dan tua itu mengajakku berdansa tapi anehnya kayak Cinderella tepat jam 12 malam beliau pergi dan meninggalkaan wignya..ternyata kakek tua itu pangeran ganteng walaupun hanya terlihat dari belakang saja aku memanggilnya, ketika ia akan menoleh “Nessss..nesss..bangun ini sudah jam setegah 7 malam, Mr Black sebentar lagiii menjemputmu.”Aunty senna membuatku terbangun “eehh iya iya tante..maaf aku ketiduran” “gag papa Ness,yang penting sekarang kamu bangun, gag usah mandi deh,cuci muka aja dandan sama pake parfum yang banyak yaa..takutnya Mr Black kelamaan nunggu..”aku pun menuruti saran aunty Senna, ngapain mandi kalo cuma mau ketemu Kakek kakek tua itu.
Satu jam kemudian kami sudah berada di satu satu ya restoran termewah dan punya View yang paling romantis di Afrika “ehemm..kamu Mau memesan apa Ms. Cullen??”tanya Mr. Black “sayaa..eemmmm “belum sempat menentukan “saya pesa tenderloin Steaknya 2 sama avocado volcano 2 yaa”Mr Black sudah memesan duluan. ketika Sang Penyanyi wanita itu (Oh iya disini ada Life Musiknya) memanggil Mr. Black untuk naik keatas panggung beliau pun memenuhi permintaan sang artis.
Saat masuk kesebuah intro lagu sepertinya aku mengenal nadanya dan liriknya tapi dimana yaaa?? Aku mematung untuk beberapa saat masuk ke reff”‘kuyakin engkau terlahir untukku..karena cinta kita menyatukan..segalanya diantara perbedaan..maukah kau menikahikuu hari ini esok dan selamanya??”aku mematung seperti ada aliran listrik bertegangan tinggi yang menyentuhku, membangkitkan alam sadarku airmata kerinduan ini tiba tiba mengalir tanpa henti, seperti aku yang tak pernah berhenti untuk selalu mencintainya.. aahhh kenapa aku tak sadar dari tadi, bahwa dia lelakiku, dia pelindungku..apa inii??kenapa dia tiba tiba ada disini. Aku bergegas untuk bangkit dari tempat dudukku tapi hatiku mengatakan tidak dan disinilah aku sekarang berdiri ditengah tengah pengunjung Restoran ini “Dan ini lagu saya untuk orang yang amat sangat saya cintai dengan sepenuh hati selama 8 tahun ini. Hanya karena ego, saya membuat Luka dihatinya, membuat dia menangis menbuat dia menderita..Dan disinilah saya sekarang ingin memeluknya kembali..merengkuhnya di pelukan saya.membuatnya kuat menghadapi semua ini. Karena yang saya tau dia tercipta dan terlahir untuk saya selamanya..Renesmee Carlie Cullen..”dia berjalan mendekatiku, membalikkan tubuhku sehingga berhadapan dengannya . Entah sudah ter setting sebelumnya atau belum alunan piano begitu mengalir indah, dan aku juga sepertinya tau yang memainkannya, tiba tiba lampu mati hanya lampu yang menyoroti kami berdua yang menyala “Neess..”Jake meraih tanganku “Maafkan aku yang telah meninggalkanmu sendiri..sejujurnya aku tersiksa jauh darimu..dihari keberangkatanmu waktu itu aku sudah berada di pesawat menuju Forks tapi sepertinya tuhan berkendak lain..aku berjanji tidak akan pernah meninggalkanmu lagi, menyakitimu lagi..aku berjanji akan mencubit pipi semua lelaki yang berani menggodamu..”aku tersenyum sambil menangis “dan maukah kau menerimaku kembali, bukan sebagai tunangan tapi sebagai Suamimu yang sah”dia mengeluarkan cincin dari saku jasnya, aku seperti mendengar suara Oma esme dan opa Charlie “jika kamu menjawab yaa gunakan cincin ini dijarimu jika tidak ambil kotaknya saja dan bunga ini..”Jake melamarku, dan aku yakin seluruh keluarga Cullen dan Swan ada disini aku dapat merasakan kehadiran mereka, setengah jam aku terdiam menikmati kegundahannya, kegelisahannya “Nesss??”tanya Jake “ouhh C’mon.. Aliceeee help meee”didalam kegelapan Aunty Alice berbisik “sorry Jake sepertinya kau tak beruntung”jawaban yang sama didapat Jake ketika bertanya kepada daddy yang asyik main piano ditemani Mommy. Bibirnya digigit dimanyunin di mainin itu tandanya dia sudah amat sangat gelisah dan akhirnya yang kuambil hanya Kotak dan buket bunga yang dia bawa “maaf Jake..”tak tega rasanya berkata seperti itu kepada si pembawa separuh hidupku “yess..no problem Ness..i know..im sorry”ujarnya lesu “Jakee..”panggilku “yaaa”jawabnya masih dengan nada yang sama  “sinii..” panggilku agar dia lebih mendekat “lihat keatas”ujarku. kemudian aku berbisik “tentu saja Jake, aku mau menikah denganmu..tapi aku gag mau masang cincinnya sendiri tar apa kata orang…”aku mengecup pipinya kulihat kebahagiann terpancar di wajahnya seketika dia memelukku mengangkat tubuhku dan menciumiku diseluruh wajahku, tepuk tangan dan tawa bahagia bergemuruh diseantero ruangan..kami berputar dan menari hingga pagi menjelang…



                -END-

Pengikut