15 Februari 2013

“ CINTA “


          

Rachel
Setelah beberapa jam perjalanan, akhirnya aku sampai juga dikota ini. Kota dimana suka dan duka silih berganti dihidupku, aku memperhatikan toko – toko yang biasa kukunjungi bersama Ibuku, Rebecca, Jake, dan ayahku. Bayang bayang masa kecilku terlihat jelas di benakku, tak terasa airmataku mengalir mengingat kebahagiaan kami semasih ada ibu. Aku menghapus airmata ini, aku tarik nafas dalam aku mencoba tersenyum agar ayahku tak terbebani dengan kedatanganku yang penuh airmata ini “Dadddd.. Jakeeee..kalian dimana??”aku mengetuk beberapa kali pintu tapi tak ada yang membukakan, aku berlari ke halaman sebelah mencoba mencari digudang tua yang biasa adikku gunakan sebagai bengkel pribadinya. Tapi tak membuahkan hasil, setelah ku perhatikan sekeliling ternyata aku menyadari mobil adikku tak ada. Aku duduk dikursi goyang, badanku terasa pegal semua capek rasanya. Akhirnya aku ketiduran, ketika aku terbangun aku mendapati diriku ada disebuah ruangan. Aku mengenal wangi ruangan ini aahh sudah lama aku tak tidur ditempat ini, eeh tapi sapa yang mindahin tubuhku yaa,khan tadi aku tidur di luar “Kak Rachel uda bangun??”kudengar suara berat lelaki dari luar saat aku menoleh kepintu ternyata “Jakeeee??itu benar dirimuu???”aku cukup kaget melihat perkembangan tubuh adikku yang baru kutinggal 2 tahun ini “iyaa ini aku, emang kakak pikir sapa lagi yang ada dirumah ini kecuali aku dan Dad”jawabnya “bukann maksudku perkembangan tubuhmu begitu pesat, padahal sewaktu aku tinggal kau kurang 2 inci dari ku”aku segera bangun dari tempat tidurku bergegas mendekatinya untuk memeluknya,tapi ketika aku mencoba untuk mencium pipinya “Nooooo, kakak apa apaan sihhh khan aku uda gede kak..jangan cium cium kenapa khan maluu”ujarnya malu, pipinya merona bewarna sedikit pink “hahahahhahahha iyaa iyaaaa..oiya Daddy kemana??”ujarku sambil mengacak ngacak rambutnya”daddy ada dibawah nungguin kita untuk makan malam”kami berdua melangkah menuruni tangga”Dinner??emang ini jam berapa dek??”aku kaget begitu mendengar kata dinner “jam 7 malem kak, kakakk sihh tidur masih aja kayak kebo..mana ngigau sambil ngiler lagi “jawabnya”apaan mana ada aku ngileerr,kalo ngigo ama kebo boleh lahhh”kataku cengir. Sesampainya di meja makan aku langsung memeluk orangtuaku satu satunya ini aku juga mencium pipinya “Daddy apa kabar??Rachell kangeenn banget ama Daddy”ujarku “Daddy juga kangen kamu..yaahh beginilah keadaan Daddymu yang sudah tua ini, masih sehat bugar walaupun dikursi roda”ada haru yang terlintas “udah donk kangen kangenannya tar lagi, aku laperr nieeee”ujar Jacob “iyaaa iyaa.. oiya Jake gimana dengan sekolahmu??”sambil memasukkan sendokku yang sudah penuh berisi kentang “Lancarr jayaaaaa”ujarnya sambil memotong daging “kamu gimana disana nak??kerjaanmu lancar semua??apa kabar Ryan??”rentetan pertanyaan keluar dari bibir Daddy “aku sehat dan baik Dad..Bosku juga sangat baik, dia yang mengijinkanku untuk cuti sebulan..Oiya Ryan kirim salam untuk kalian berdua, tadinya dia mau ikut kesini hanya saja pekerjaannya tidak memungkinkannya untuk cuti”jawabku. Malam itu kehangatan keluarga kudapatkan lagi, saking hangatnya aku sampe nambah 2 kali ( entahlah karena aku yang gembul atau Jake yang terlalu sering bikin makanan enak ).
Keesokan paginya Aku dan Daddy pergi berbelanja sekalian jalan jalan berdua dengannya, sudah lama aku tak pergi berdua dengan ayahku ini. Ketika keluar dari toko kelontong “Haii billy..”sapa seseorang saat kami menoleh ternyata Sam dan gerombolannya “ohhh Hai Nak…mana Emily??”sapa ayahku “Emmy sedang dirumah Bill, dia sedang hamil besar jadi aku tak mengijinkannya untuk keluar terlalu jauh”jawab Sam “Wahhh sebentar lagi kau akan menjadi Ayah..Congrats Sam”ujarku “Yaa ammpunn Rachelll..my sister, apa kabar kamuu??makin cantik ajaa??”ujar Sam sambil memelukku  “I’m Finee Sam..kamu gimana??kok gag ngundang ngundang??aku balik bertanya “yaaa kami semua baikk..maafkan Chel, maaf kemarin itu undangannya terbatas jadi hanya yang dekat saja yang diundang..Oh iyaa kamu masih ingat Paul,Jared,dan Quil kan??” “Ouhh tentu saja..haii semuaaaa, wahhh perkembangan kalian begitu pesat yaaa, sama seperti Jake..kalian semua makan apa sih??”tanya ku sambil menyalami mereka satu satu, tibalah aku pada jabatan terakhir “hai Paul??”sapaku yang kusapa hanya terdiam lumayan lama kami bertatapan “Rachel,  daddy sudah laper”ujar Daddy mengagetkanku “Opss sorry”kataku sambil menarik tanganku kembali “sepertinya kami harus pulang, so Sam mainlah kerumah ajak Emy juga yaaa??”ujarku pada Sam tanpa berpaling dari wajah Paul. Entah mengapa ada getar aneh yang tak pernah kurasakan seperti ketika aku bertemu Ryan.
Paul
“hallo mom, aku lagi disupermarket nie..ada yang mau dibeli gag sebelum aku pulang??”ujarku sambil membawa beberapa belanjaan “mommy nitip saos tomat aja”ujar suara diseberang “okey Mom..10 menit lagi aku nyampe Rumah..love you mom”aku menutup percakapan kami. Ketika aku akan keluar dari supermarket ini aku berpapasan dengan Rachel, kami bertatapan lama dan terdiam sampai “ouh haii Chel”sapaku “haii Paul..apa kabar??”sapanya “baik..mau belanja Chel??”tanyaku “ouhh yaaa..”jawabnya kulihat keraguan dari matanya dan gesture tubuhnya “kalo gitu..emmm..aku duluan..sampai ketemu lagi byee”sebenarnya aku tak mau mengakhiri percakapan ini tapi mau gimana lagi. Didalam mobil tiba tiba aku teringat peristiwa 2 hari yang lalu dimana aku merasa tunduk pada hukum imprintee. Hukum dimana werewolfs harus mengutamakan kebahagiaan objek imprinteenya. Dan aku meyakini bahwa dia memang tercipta untukku.
Rachel
Tuhann..kenapa harus bertemu dia lagi??kenapa getaran aneh ini harus hadir kenapaaa Tuhan ??apa rencanamu dibalik ini semua Tuhannn.. aku merasa tiba tiba jantungku berdetak tak karuan, tiba tiba ada suatu magnet begitu hebat yang kurasakan saat bertemu dengannya. Sama seperti saat ini, disini di supermarket ini aku gelagapan setiap diajaknya berbicara. Tiba tiba drtttt..drtttt.drtttt handphoneku bergetar “Haloooo baby…”suara diseberang sana terdengar begitu khawatir “haloo sayang..maaf aku belum sempat meneleponmu, aku terlalu sibuk mengurusi semua kebutuhan daddy dan Jake..oh iya mereka nitip salam buat kamu”ujarku seceria mungkin “akuu khawatir padamu dear, takut kamu kepincut cowok cowok di La Push”ucapan Ryan bagaikan petir disiang bolong untukku dengan gelagapan aku menjawab “yaa ampunn sayang gag mungkinlah aku jatuh hati pada mereka, mereka semua gag lebih dari saudaraku sendiri” “Mr. Adryan Leevine..”samar aku mendengar suara wanita memanggail nama tunanganku ini “kamu lagi dimana sayang??itu siapa yang manggil kamu”tanyaku bingung “aku akuu..nanti saja aku ceritakan tunggu kamu balik, aku harus pergi dulu yaa kamu baik baik disana I love you my angel”belum sempat aku bertanya telepon telah diputus oleh Ryan. Ada apa dengan Ryan kenapa nada suaranya begitu cemas, atau mungkin hanya perasaanku saja??. Sorenya Jake pulang membawa wanita yang begitu cantik “Wahh Adikku uda gede yaa..uda berani bawa cewek kerumah”godaku itu membuat pipi keduanya memerah “kak Achel, kenalin ini Nessie ehh Reneesme..Nessie ini kakakku yang paling tua dan paling cerewet”Jake memperkenalkanku pada Nessie “Wahh jangan didengerin Ness..ini anak suka pikun padahal yang paling tua itu bukan cuman aku tapi Rebecca jugaaa saudara kembarku”ujarku sambil memeluk dan cium pipi kanan pipi kiri Nessie “Wahhh masalah dateng nie..”ujar Jake sambil berbisik “Apa Jake??”tanyaku sambil melihat arahnya menoleh ternyata Paul datang bersama Embry “ayoo masuk Ness..”Jake pun menarik tangan Nessie kedalam rumah. Getaran itu menghampiriku lagi mengalirkan dingin ketelapak tanganku yang membuatku semakin gelisah “Hai Paul.. Hai Embry..ada apa??”tanyaku “aku kesini memberitahukan bahwa Emily dan Sam akan mengadakan pesta kecil kecilan untuk putra putri kembarnya dan kalian semua diundang”ujar Embry, kami terus saling menatap aku dan paul tentu saja. Aku tak mengerti kenapa aku tak bisa berpaling dari mata itu sedetik saja “Mereka bilang akan menelpon kalian nanti..aku harap kamu datang maksudku mereka berharap kalian semua datang “aku melayang mendengar ucapannya yang berharap aku datang aku hanya bisa mengangguk “kalau begitu kami pamit dulu..sampai bertemu lagi”pamit Embry dan kami masih tetap saling memandang satu sama lain “c’mon Paul..masih banyak yang harus kita lakukan”ujar Embry sambil menarik tubuh besar Paul “samapi berjumpa lagi..”dia mengedipkan matanya dan tersenyum...
          Paul
          “Paul dan Embry tolong beritahukan keluarga Billy, untuk acara malam minggu besok, setelah itu mampir kerumah keluarga Cullen dan Edward”ujar Sam ketika kami Wolfspack berkumpul di rumahnya. Oh iya namaku Paul Lahote salah satu Wolfspack alias serigala. Dan Sam menjadi pemimpin kami di pack ini. Kami berdua mengangguk dan segera melangkah, walaupun sebenarnya aku tidak begitu menyukai keluarga Vampire vegetarian ini tapi mau bagaimana lagi jika nanti aku menikah dengan Rachel otomatis aku akan menjadi ipar dari anak mereka Reneesme. Dari kejauhan aku memandang wajah cantik yang selalu hadir disetiap mimpiku. Dia begitu cantik menggunakan atasan berwarna peach dan bawahan celana jeans hitam selutut. Kami semakin dekat, dan rasanya ada sesuatu yang menarik jantungku untuk lebih dekat dengannya. Setiap gerakan rambutnya seakan menamparku, Tuhan inikah yang dirasakan teman temanku Jake, Sam, Quil dan Jared. Inikah rasanya meng - imprint. “aku harap kamu bisa datang..aku sangat mengharapkannya”gumamku saat aku berkata begitu Embry menyenggol tubuhku “Mereka bilang akan menelpon kalian nanti..aku harap kamu datang eeh maksudku mereka berharap kalian semua  datang’ujarku gelagapan. Ingin rasanya ku hajar embry saat menarik tubuhku dari sisinya “kamu itu ngapain sihh Em..kamu gag tau apa aku lagi ngapain?”bentakku “aku tau Paul, itu objek imprintmu tapi kita masih punya tugas yang lain..kamu gag maukan kena marah Sam”jawab Embry santai “udah kamu aja yang pergi kesana, aku mau balik lagi kerumah Jake..sekali lagi kamu ganggu acaraku, kupatahkan lehermu”aku mengancamnya”oke Finee..baiklah terserah padamu saja Paul..lebih baik pergi bersama Seth saja tadi”Embry pun berlari menuju rumah keluarga Clearwater, sedangkan aku kembali kerumah Black berharap bisa berbincang sebentar dengannya. Aku mengetuk pintu rumah bercat putih ini. “Ouhh hai Paul..ada apa??”matanya terlihat berbinar seperti sinar berlian “emmm emm..hai Rachel, maukah kau pergi keluar sebentar??”tanyaku “kapan??”dia balik bertanya, terdengar nada antusias tapi kemudian mimik mukanya seketika berubah “sore ini bisaaa??””tanyaku “hemm baiklah” kamipun berpisah.
Rachel
          Sore ini aku akan keluar dengannya. Semua baju yang kupunya kukeluarkan. Aku padu padankan, Jake yang lewat “ kakak mau kemana??”tanyanya “mau keluar..”aku nyengir “sama siapa??Paul??”tanyanya lagi “yups”jawabku. Setelah hampir satu jam aku bercermin akhirnya pilihanku jatuh pada Jeans hitam dan blouse satin berwarna pink. 1 jam kemudian “kaaaaaakkkkk…nieee si beruang itemmm nyariin kakakkkk”teriak Jake dari luar  “iyaaa iyaaaa”aku pun berlari..Paul disana memakai kaos putih dan jaket kelihatan gantengg bangeeeeeettt..”haiii..”sapanya “haiii”aku menjawabnya”ready???tapi naik sepeda yaaa gag papa khan”tanyanya “gag papa kok..dengan senang hati” aku duduk menyamping dibonceng didepan. Gag tau kenapa rasanya nyaman banget ketika kami sedekat ini.bisa mencium wangi parfumnya memandang wajahnya dari dekat sesampainya di pantai kami berjalan menyusuri pantai. Berbincang tentang segala hal. Dia juga mengakui kalau dia adalah salah satu anggota dari wolfspack. Tadinya gag percaya tapi karena bukti disekitarku mengarah kearah yang dia percayai, aku jadi memahami segalanya. Begitu juga ketika dia membicarakan tentang Imprinte. Dia mengatakan akulah Objek Imprinteenya. “Tapi Paul, gag semudah itu.. Aku juga merasakan hal yang sama denganmu paul.. aku tau aku mencintaimu.. tapi bagaimana dengan Ryan??”tanyaku ingin rasanya aku menangis, meratapi kekhilafanku ini aku tak ingin menyakiti keduanya tapi apa yang harus kulakukan. “Siapa Ryan??”tanyanya bingung, Tuhaaaaannn tak tega rasanya melihat kekecewaan dimatanya “jawab akuu Chel.. SIAPA RYAN?”dia mencengkeram lenganku sangat kuat “sakitt Paull sakit.. tolong lepasin”ujarku berusaha melepaskan diri, semakin kuat aku berusaha semakin dalam cengkeramannya “tolong Paul..”aku memohon mohon kepadanya. Amarah terpancar jelas diwajahnya, Getaran hebat melandanya “Paul lepasin Kakakku sekarang juga!!!!!”teriak Jake yang entah darimana tiba tiba ada disini bersama Nessie dan ayahku “Kuperintahkan sekali lagi kepadamu PAUL LAHOTE lepaskan kakakku sekarang juga”Jake menarik paksa tangan Paul dari lenganku, bersamaan dengan itu Sam dan Embry serta Quil datang menghampiri kami memegang Paul yang diam tak bergeming. Nessie memelukku , aku menangis dipelukannya. Jake memberikanku jaketnya Daddy menggenggam tanganku. Aku tak berhenti menangis “Ini Kak..aku bikinin cokelat hangat biar kakak bisa lebih tenang”Nessie menyodorkan segelas cokelat hangat ketanganku “thanks Ness..”aku mencoba tersenyum “Kakak mungkin kaget dengan sikap Paul yang seperti itu, tapi perlu kak Achel tau biasanya dia lebih meledak ledak lagi kalau marah, gag seperti tadi yang hanya diam kak..aku yakin dia mencoba sempurna untuk kakak.”Nessie mencoba membela Paul “aku bukan bermaksud membela Paul kak..hanya saja aku menghargai usahanya!!sama saat aku melihat Jake  begitu gigih memperjuangkanku dulu”sepertinya Nessie mengetahui jalan pikiranku “iyaa Ness..i know, tapi jujur aku butuh waktu untuk beberapa saat agar menetralkan perasaanku, karena kamu tau sendiri Jake tidak menyukai Paul dan aku sudah memiliki tunangan di sana Ryan.. aku yakin Jake pernah menceritakan itu”ujarku dengan bibir bergetar tak terasa air mataku mengalir lagi “iya kak..itu semua harus dipikirkan dengan panjang dan hati tenang kak..intinya adalah ikuti kata hati, karena kata hati tak pernah membohongi kita”Nessie menyodorkan tisu dan menghapus airmataku ‘Thanks Ness..pasti Jake bangga punya kamu disisinya”ujarku.
Paul
          Aku masih emosi ketika tau di hati Rachel ada orang lain bukannya Imprintee itu mengikat satu sama lain yaaa “Paul..aku sangat menyayangkan apa yang terjadi tadi..untung hal yang sama dengan Emily tidak terjadi ke Rachel..kamu bayangkan kalau itu terjadi sama Rachel..kamu pasti akan menyesalinya seumur hidup Paul”ujar Sam “Aku tau Sam..aku tau tapi aku juga sakit begitu dia menyebut nama Laki laki itu begitu dia bilang tentang Ryan..aku kecewa Jujur”keluhku “Mann..Imprintee itu adalah saat dimana kebahagiaan objek Imprintee kita adalah Raja diatas segalanya kecuali Tuhan. Jadi jangan harap dia akan mencintaimu jika kamu tidak bisa mengendalikan emosimu..Karena cinta itu bukan menyakiti, tapi membahagiakan orang yang kita cinta Paul…”Sam  meletakkan tangannya dibahuku, Selama ini Samlah orang yang selalu kucurhati tentang apapun tentang segalanya. Dia layaknya ayah dan kakak bagiku beruntung aku memilikinya “Thanks Sam..besok aku akan meminta maaf padanya..Aku juga merasa bersalah”ujarku lirih.
Rachel
          Malam ini kami berempat bersiap siap berangkat kerumah Sam dan Emy. Sebenarnya dalam hati aku merasa taku dan deg degan tak karuan entah kenapa perutku jadi mulas. Aku yakin disana aku akan bertemu dengan Paul. Aku merindukannya terlalu dalam malah, tapi aku takut jika aku harus melihat mata yang begitu kecewa itu lagi. Aku takut melihatnya terluka lebih dalam. Semakin mendekati rumah Uley, aku semakin deg degan. Tadinya aku tak mau turun tapi daddy meyakinkan bahwa segalanya akan baik baik saja. Sesampainya didalam “Rachelllll..”suara itu begitu Familiar, aku menoleh kearah suara itu “Emyyyyyyyyyy….”aku menjeritt sekencang mungkin, gag peduli semua orang melihat kearah kami. Kami berpelukan erat laammmmaa sekali “akuuu kangeennnnnn Sama kamu Chelll..”ujar Emy tanpa melepas pelukan itu “Aku lebih kangen sama kamu.. tapi aku kecewa nieee, kenapa nikah kamu gag ngundang aku huhhh??”tanyaku sambil pura pura ngambek “maaf dear itu terjadi begitu cepat, aku aja gag nyangka akan secepat itu..”jawabnya “aahh banyak alasann nieee..oiyaa mana ponakankuu??namanya siapa??”tanyaku lagi sambil mencari kesegala penjuru “nyari ponakannya atau Uncle Paulll hayoooooooo??”Emily menggodaku, pipiku terasa panas dan merah “kamuu iniiiii…”aku mencubit pinggangnya “aduhh sakitt nieeee…”tak tega juga melihat sahabatku yang habis melahirkan ini meringis “tunggu disini aku akan mengambil Jasmine dan memepertemukannya denganmu Chel..jangan kemana mana yaa..”Emily menghilang dibalik kerumunan tamu yang datang. “Rachel..”ujar Paul mengagetkanku “ehh yaa Paul.. ada apa??”aku tergagap “aku ingin bicara dengamu sebentar boleh??”tanyanya “ehmmm ehmm..aku juga ada yang mau aku bicarakan denganmu juga”jawabku. Paul meraih tanganku dan menggenggamnya dengan penuh dengan kehangatan tidak seperti waktu itu. Kami berjalan dan duduk dikebun belakang rumah ini, dia tak melepaskan tanganku sedetik pun “Chell, maafkan sikap ku kemarin yaaa..aku terlalu emosi..mungkin karena aku terlalu cemburu, sehingga aku hampir melukaimu”ucapnya “aku juga minta maaf, seharusnya aku tidak berteriak padamu”ujarku lirih. Dia memelukku dan berbisik “I love u” “I Love u too”. Sejak malam itu kami berdua resmi menautkan kasih kami. Hari hari bersamanya begitu indah. Aku meminta untuk dapat bekerja dirumah. Sedangkan Paul melanjutkan menulis skripsinya. Pagi ini aku merencanakan untuk berangkat ke Seatle, aku akan memutuskan hubunganku dengan Ryan. Paul mengantarkanku hingga diperbatasan. Setibanya di Seatle, aku dikejutkan dengan keadaan Ryan yang begitu jauh berbeda. Dia bukan Ryan yang begitu kuat begitu sabar begitu tegap, Ryan yang sekarang adalah Ryan begitu rapuh begitu ringkih begitu emosinal dan Mrs. Leevine ibunda Ryan berkata bahwa usia Ryan tinggal hitungan bulan saja. Ketika aku memasuki kamar yang serba putih ini, aku melihatnya sedang memandang keluar “Ternyata kamu masih ingat aku Chel??”ujarnya begitu sinis “tentuu saja Ryann..tentuu akuu akuu masih ingat kamu..bagaimana aku lupa kalau aku begitu mencintaimu Yan..”aku sedikit tercekat dengan kebohonganku sendiri “ooohh yaaaaa??benarkah itu Cheelll..katakan yang sejujurnya dan lihatlah ke mataku tatap aku”kini Ryan sudah ada dihadapanku, aku memejam mengingat Paul airmataku mengalir “katakan Chel kau mencintaiku atau mengasihaniku??jika yang kedua lebih baik kau keluar dari ruanganku”masih tetap memandangku ‘maafkan akuu paul..tapi ryan lebih membutuhkanku…’ deangan memantabkan hati aku memandangnya menatap ke matanya “aku mencintaimu sama seperti dahulu tak kurang dan tak lebih..”aku mencium keningnya, Ryan memelukku lama.
Paul
          Bagai petir disiang bolong, padahal tadi pagi kami masih berpegangan tangan, aku masih mencium keningnya dan dia mencium pipiku..tapii apa ini kenapa begitu cepat Rachel berubah. Apa yang terjadi??apakah hukum imprinte tak bekerja pada kami..Tuhannn mengapa harus ada cinta, bila cinta itu menyakiti. Arrrrrrrrrrggghhhhhhh aku terus berlari tak tentu arah berlari didalam hutan yang pekat sendiri. Tak berapa lama aku keluar hutan yang ternyata mengarah kerumah Rachel. Aku harus bertemu Billy pasti dia tau apa yang terjadi pada Rachel. Aku merubah wujudku, setelah berpakaian aku melangkah mendekati banunan tua ini aku mengetuk pintunya “ouhh Hai Paul..Ada apa??khan kak Achel gag ada”ujar Jake sinis, aku harus tahan dirin aku harus mampu menahan emosiku jangan hanya karena masalah ini aku melupakan janjiku pada Rachel “aku mau bertemu Billy bisa”ujarku “Masuk..”ujarnya. Tak lama “maaf Paul tapi daddy masih ada urusan..”ujar Jake kemudian “aku hanya ingin bertanya padanya apakah Rachel memberikan kabar padanya, karena tadi siang tiba tiba dia kirim SMS ke aku kalau dia mau putus dariku..aku bingung Jake”airmataku jatuh tak tertahan, sejujurnya aku malu menangis tapi terlalu sakit hati ini “yang aku dengar tadi dari Daddyku bahwa Ryan sakit keras, dan umurnya tak akan lama lagi..Sejujurnya Rachel terlalu mencintaimu paul, aku bisa melihat dari binar di matanya ketika menyebut namamu, ketika habis kencan denganmu,walaupun terkadang aku sebal denganmu karena kamu itu sering gag minta ijin kalo masuk kamarku dan memakan makananku..tapi untuk saat ini aku ingin kalian bahagia selamanya” ujarnya panjang lebar “tapii sampai kapan aku menunggunya Jake” “Paull paulll…”dia merangkulku “terkadang Cinta sejati itu tak harus memiliki..dia cukup merasa bahagia ketika seseorang yang kita cinta itu bahagia..jadi ikhlaskan semua Paul, tuhan telah mengatur jalan kita” sepertinya benar apa yang dikatakan Paul bukankah Sam juga pernah menasehatiku seperti itu “Hhhhhahhhh..mudah memang berbicara seperti itu Jake, tapi aku akan mencoba mencoba untuk melepaskannya terima kasih Jake..maafkan jika aku selama ini bikin kamu kesel”akupun segera pamit pulang. 2minggu kemudian seseorang mengirimkan 2amplop yang satu berwarna cokelat dan yang satu berwarna hitam untukku dan ibuku. Aku membuka amplop itu, kutarik kertas putih bertinta emas berpita pink itu disitu tertulis nama Rachel dan pria itu pria yang bisa membuat Rachel bahagia. Perih sebenarnya membaca surat itu tapi aku harus tegar. Akupun mebuka amplop yang satu lagi ternyata surat penerimaan beasiswa, aku diterima disalah satu universitas di LA, syukurlah ini kuanggap sebagai obat pelipur laraku. Dan syukurnya aku tak perlu menghadiri pesta pernikahan Rachel, keberangkatanku sudah ditentukan 2 hari sebelum pernikahan itu.
Rachel
          Aku lihat kembali layar HPku ‘dear Paul..ada yang harus aku bicarakan mala mini. Aku akan menunggumu di taman dekat hutan jam 19.00 nanti’ aku menekan tombol ‘Send’. Aku harus melakukannya mala mini aku tak boleh membiarkannya terlukaa, aku tau aku tak layak untuk bersama setelah semua yang kulakukan padanya pada hatinya, pada hidupnya. Ketika aku akan melangkah keluar rumah “Mempelai wanita mau kemana sih??kok perginya mengendap endap gitu’ ujar Rebecca sambil menggendong si kecil Vanessa “aku harus menyelesaikan sesuatu Caa..dan mengucapkan perpisahan padanya”ujarku lirih hampir berbisik “kamu harus kuatt Chell..semuanya pasti ada alasannyaaa”Rebecca memelukku erat dan mencium pipiku “I know Caa..thanks dear”aku mengayuh sepedaku ketempat aku dan Paul janjian,aku akan tetap menunggunya meski ia tak datang sekalipun. Tekadku sudah bulat, dingin yang menusuk tulangku tak ku gubris. Aku tetap menunggu 45 menit berlalu, tapi Paul belum muncul juga. Aku mulai khawatir jangan jangan dia tak datang seperti dugaanku, tapi siapa aku yang begitu berani mengaharpkan kedatangannya . bukankah aku yang telah melukai hatinya terlalu dalam, bukankah aku penyebab dia menderita sudahlah ini tak pantas. Aku harus kembali. Ketika aku berjalan menuju sepedaku “Rachell..”suara itu menggetarkan relung hatiku Paul pasti diaa “Paull..kamu datang??”airmataku luruh, entah bagaimana aku menyadari aku terisak dipelukannya, aku meracau meracau “maafkan aku Paul..aku terlalu idiot..aku telah menyakitimu..melukaimu..aku terlalu egooo..aku gag pantas mendapatkan cintamu paul..aku gag pantaasss”Aku menangis menangis tanpa henti, Paul tak berbicara sepatah katapun hanya pelukannya yang semakin erat, hanya tangannya yang mengelus rambutku. Paul diam diam tak bergeming, dan aku terus menyalakan diriku..”Tuhannn kenapa bukan aku saja yang mati, aku tak rela melihat mereka terluka Ryan Paul..aku akuu wanita brengsek”aku berteriak teriak  “ssshh shhh.. sudah shayank sudahh..jangan berkata begitu..bagiku kamu wanita hebat..kamu wanita terindah dihidupku, tolong tolong jangan seperti ini”dia berusaha menenangkanku “tapi Paul, aku tak pantas menerima cinta kalian yang begitu besar”aku masih histeris dipelukannya”enggak shayank..enggakk kamu itu Bidadari yang tercantik diduniaku, kamu gag boleh seperti ini..Ryan membutuhkanmu shayank, STOP MENYALAHKAN DIRIMU SENDIRI”dia meraih mukaku mencium setiap incinya, aku masih tak sanggup membuka mata hanya air mata yang mengalir dipipiku.
Paul
          Aku tak tega melihatnya seperti ini, ingin rasanya aku menghukum diriku sendiri. Betapa egoisnya aku ingin menghakiminya, sedangkan diaa dia lebih rapuh dariku. Aku sungguh bodoh. Aku terdiam memeluknya hingga pagi menjelang. Tak ada yang kami lakukan, mungkin ini adalah cara kami mengungkapkan rasa yang ada dihati kami. Dan jujur kuakui ini adalah perpisahan yang terindah untukku. Berdua dengannya semalaman, memeluknya berteman langit malam bulan dan bintang. Sampai akhirnya “Chell..sepertinya kamu harus pulang, kasian keluargamu dan Ryan mereka akan bingung melihatmu tak ada dikamar”ujarku “sudah pagi yaaa, maafkan aku Paul..aku sudah mengotori jaketmu dengan air mataku”kulihat matanya masih sembab, mungkin akan terlihat membengkak “gag masalah dear..ouh iya sepertinya kamu harus mengompres matamu agar tak terlihat bengkak”sebelum berpisah sekali lagi aku memeluknya dan mencium keningnya “dimanapun aku, seperti apapun keadaanku..satu yang pasti hatiku dan segalanya tentang diriku adalah milikmu”bisikku, dia membalasnya dengan tersenyum kemudian dia mencium kedua tanganku “me too..goodbye my boy” kamipun jalan terpisah. Sesampainya dirumah aku melanjutkan mengePack ngepack semua barang barangku. Pagi ini sebelum berangkat aku sempatkan mengiriminya SMS “dear Bidadariku yang tegar..selamat menempuh hidup baru dengan Ryan..berbahagialah dengannya, aku selalu berdoa yang terbaik untuk hubungan kalian..jangan lupakan aku, aku mencintaimu selamanya” kutekan tombol ‘SEND’, lalu aku melangkah dengan mantap kearah Check in.
Rachel
          Besok pagi aku akan resmi menjadi Mrs Leevine, tapii kenapa hatiku gelisaah??kenapa ada yang mengganjal??kenapa bayang bayang Paul yang muncul??aku mengacak acak rambutku..drrttt drrrttt kubuka layar Hpku ternyata Paul, tak terasa air mataku menetes membacanya “Rachel..”Ecca memanggilku “yaaa..”aku menghapus airmataku dan menoleh kearah Rebecca ddengan tersenyum “Ryan ingin bicara denganmu, dia menunggumu di taman belakang”lanjutnya “yaaa..aku segera kesana..terima kasi Ecca”. Aku berjalan mmenuju taman belakang, sepi dan sunyi hanya ada suara gitar yang dimainkan Ryan “Ryann..”panggilku ‘ouhh haii Dear..sinii dudukk disinii”dia menggeser tubuhnya kesebelah, aku duduk disebelahnya. Dia menggenggam tanganku “terima kasih untuk semua waktu yang telah kau berikan padaku..aku tau rasa cintamu untukku tak pernah ada,aku terlalu egois memaksakan segalanya hingga membuatmu terluka.. maukah kau memaafkanku Chel??”tanyanya, aku terdiam “Chell..”dia berlutut dihadapanku “Please aku mohon..maafkan aku dan keegoanku..aku tak ingin lagi kau terluka..katakan sesuatu Chell..karena mungkin inilah saat terakhir aku bisa menatapmu seperti ini lagi”ada kesungguhan yang terlihat dari matanya “aku yang salah Yan..aku yang menyakitimu..aku yang terlalu mikirin diriku sendiri..aku akuu”airmataku mengalir “noo nooo.. aku gag mau kamu nangis”dia menghapus airmataku dengan jemarinya “Bidadari gag boleh nangis..Bidadari itu harus terus tersenyum..karena kecantikannya akan terlihat disana”ujarnya, aku berusaha tersenyum, memperlihatkan senyum terbaikku untuknya “jika sekarang kamu bukan milikku, aku percaya dikehidupan selanjutnya kamu akan menjadi jodohku”dia mencium keningku tiba tiba dia terjatuh tak sadarkan diri. Aku panik “Jakeeeeeee..Dadddddddd..tolongggg”teriakku “Ryannn ryaaann..bangun shayank..aku disinii bangunnn jangann pergi duluu”airmataku semakin deras, dadaku sesak ‘Tuhannnn..jangan ambil Ryan..jangan tuhaann, aku belum bisa membahagiakannya. Aku mohon tuhann’.Kami membawa Ryan ke UGD “Maaf Bapak bapak dan ibu ibu..Mr Ryan akan ditangani oleh dokter. Mohon untuk sabar menunggu diluar”ujar perawat cantik itu. Tepat pukul 2 malam dokter yang merawat Ryan keluar “Mr. Ryan ingin bicara dengan orangtuanya dan nona Rachel”ujar Dokter tersebut, dengan tergesaa aku berlari kekamar Ryan. Ketika melihat kami datang Ryan melepas oksigen yang terpasang di hidungnya “Mom and dad..mungkin ini saat yang tepat untukku pergi, aku mencintai Mom and dad melebihi segala sesuatu yang ada didunia ini..maafkan aku jika selama ini aku jadi anak durhaka..maafkan aku belum bisa membahagiakanmu mom..”kulihat Mrs Leevine menggenggam tanga Ryan “Rachell..my angel, kamu harus selalu tersenyum, aku gag mau liat ada airmata ketika aku gag disampingmu lagi..karena aku tau kamu wanita kuat..aku mencintaimu Rachh..cheell”setelah berbicara seperti itu Ryan menutup matanya, tak bergerak namun hanya tersenyum. Mrs Leevine mulai histeris dan berteriak memanggil nama Ryan Mr. Leevine dengan panic memanggil perawat sedangkan aku..aku menangis, getaran hebat kurasakan ditubuhku sakit rasanya melihat Ryan pergi meninggalkanku dengan cara seperti ini. Aku melampiaskan kemarahanku kedinding aku memukul dinding kamar berusaha membenturkan kepalaku sendiri berteriak histeris memanggil Ryan. Saat Jake datang sekelilingku kabur dan aku rasa aku tak sadarkan diri. Hari ini adalah hari pemakamannya, bukan hari pernikahan kami.  Aku berjalan bersama nessie, dia menopangku. Entah mengapa rasanya tubuh ini letihh, hatiku rapuh.
Paul
          Akhirnya tiba juga aku di kota ini, kota dimana Rachel dan Ryan tinggal. Sejujurnya aku tidak rela dipindahkan kekota ini, tapi mau bagaimana lagi jika aku ingin naik jabatan aku harus mau dimutasi. Dan disinilah aku pada akhirnya, tiba dikota yang lebih besar dari forks. Aku berdoa semoga aku tidak dipertemukan dengan Rachel, walau sejujurnya didalam sini dihatiku aku amat sangat merindukan saat saat bersamanya. Sebelum aku kerumah dinasku aku mampir kesebuah minimarket, tapi entah kenapa hatiku bergetar, detaknya lebih cepat dari biasanya. Aku abaikan perasaan itu aku menuju counter minuman dingin, kuambil minuman yang kuinginkan bersamaan dengan itu tangan seseorang juga mengambil minuman itu “ouhh maaafkann saya..”ujarku, dan tuhan sepertinya tidak mendengar doaku RACHEL disini dihadapanku “Rachel??”ujarku dia mendongak “ouhh haii Paul..apa kabarr??”senyuman itu tak pernah bisa kulupa “aku aku baik baik saja”jawabku “ouh iya bagaimana dengan Ryan, dia baik baik saja khan”tanyaku seketika kulihat perubahan itu “kamu tinggal dimana Paul??”dia mengalihkan pertanyaan “aku tinggal dialamat ini”aku menunjukkan kertas yang bertuliskan tangan asistenku “ ini dekat dari rumahku, ayoo kuantar”. Kami berjalan berdua menyusuri jalanan yang penuh dengan pejalan kaki ini, kami mengobrol hal hal ringan sampailah aku didepan sebuah rumah “mau masuk dulu Paul??”tanyanya”tentu saja Chell, aku juga ingin bertemu Ryan”aku pun mengikutinya untuk masuk keruangan yang begitu rapi ini. Aku menyusuri ruangan ini mencari foto foto pernikahan Ryan dan Rachel tapi yang kucari tak kutemukan “Mau minum sesuatu Paul??”tanyanya mengagetkanku “ehh gag usah aku Cuma butuh es batu dan gelas saja agar Coke ku ini lebih enak diminum..Ryan kok gag keliatan Chel?belum pulang kantor yaa?”jawabku “Ryan pergi, Paul..Dia sudah pergi”ada kesedihan dibalik ucapannya itu “pergi??dia pergi meninggalkanmu??setelah aku berkorban dia malah meninggalkanmu”emosiku naik, aku akan mencari Ryan kekantornya akan kupatahkan leher itu “Dia dia sudah pergi kesurga Paul..dia meninggal” bagai petir disiang bolong, aku kaget bukan main dengan segera aku memeluk tubuhnya “maafkan aku Chel..tapi bagaimana bisa??” cerita hari itupun mengalir dari bibir Rachel, Sebelah sayapnya patah dan aku aku tak ada disampingnya untuk menopangnya, rasa bersalah melandaku  lagi.
Rachel
          Sejak pertemuan kembaliku dengan Paul. Hari hariku mulai berwarna lagi. Kerapkali kami menghabiskan waktu di taman berdua sambil membaca buku dan saling berpegang tangan. Atau bersepeda seperti waktu itu. Ada yang lain hari ini Paul memintaku memakai gaun yang dia belikan, gaun Putih gading selutut berpita merah dipinggang. Dia juga memintaku untuk berdandan. Aku mengenakan sepatu Higheels favoritku yang berwarna senada dengan pita digaunku. Tok tok tok aku bergegas turun, ketika aku membuka pintu aku kaget melihat Paul begitu tampan menggunakan tuxedo hitam dan bungan yang disematkan disakunya.”sudahh siapp Tuan Putri”dia menyodorkan tangannya yang kusambut dengan riang “tapi sebelumnya maaf”dia mengeluarkan kain hitam dan menutup mataku “ini surprise untukmu shayank”.  Setelah satu jam lebih “masih lama yaa shayank”tanyaku yang sudah tak sabar “sebentar lagi shayank, 5 menit lagi”dia mencium tanganku. Dalam kegelapan aku semakin bingung “akhirnya kita sampai juga shayank…eitsss penutup mata itu gag boleh dibuka yaa”ujarnya ketika aku akan membuka penutup mata itu, aku pun tersipu malu. “kamu bawa ini yaa”dia memberikan buket bunga padaku, dan sepertinya itu bunga kesayanganku bunga Lily.Setelah 5 meter berjalan samar aku mendengar banyak orang berbicara, ahh mungkinaku dibawa kesebuah café seperti biasa “kita sudah sampai..jangan buka mata dulu sampai aku bilang buka..dan jangan curang yaa”aku merasakan tangan Paul di belakang kepalaku “oke sekarang buka mata kamu shayank”ketika aku membuka mata ternyata aku ada disini didepan makam Ryan, Mr Leevine , Mrs Leevine, Daddyku, Rebecca dan Solomon ,Jake, Nessie, dan Emy. Diantara kebingunganku Paul berlutut sambil menyentuh nisan Ryan “Ryan, hari ini disini didepana makamu, didepan orangtuamu Aku Paul LAhote meminta ijin kepadamu untuk Menikahi Dia, Rachel Black..Bidadari kita bersama, aku akan memenuhi semua permintaan yang ada di wasiatmu..bahwa aku akan selalu ada dikala dia senang dan menangis, saat susah dan mudah, saat sehat dan sakit..saat segala sesuatunya terlalu berat untuknya..Dan untukmu shayank , Rachel Black bersediakah kau menikah denganku??”aku terdiam tak sanggup berbicara apapun, hanya airmataku saja yang berderai. “aku aku bingung mau bilang apa Paul..aku gag nyangka kamu akan begini..sesungguhnya aku bahagia bersamamu..hikss bahagiaa menjalani segalanya bersamamu..tapii..” “Rachel, Mommy bukan mau mencampuri urusanmu ..tapi mommy percayaa mommy yakin jika Ryan disini diapun akan berkata yang sama bahwa dia bahagia melihatmu bahagia..”mendengar itu airmataku semakin deras.aku semakin tak dapat menguasai diri. Sekali lagi aku memandang wajah Mr. dan Mrs Leevine mereka berdua tersenyum dan mengangguk, aku memandang kesegala penjuru mereka semua tersenyum dan antara sadar atau tidak  disana aku melihat Ryan tersenyum dan mengangguk aku ikut tersenyum sambil menangis akupun menjawab “yess..i do..i doo Paull..i dooo”Paul dengan segera memasangkan cincin itu dia memelukku dan berbisik “I love you to much Rachel” “I love you too Paul.. I love youuu”. Setahun kemudian anak lelaki kami lahir kedunia dan kami memberinya nama Ryan Lahote.



                             End

8 Februari 2013

Cinta Tak Bisa Bohong...




“Nessiee..wake up please??kamu gag ada kuliahh yaaa??”Mom membuka jendela kamarku, sinar matahari menyilaukan mataku “oohhh Mommmmm…silauuuuu”ujarku sambil menarik selimut hingga menutupi kepalaku “NESSSSS..bangunnnnnnn “Mommy menarik selimutku “ini uda jam 8 Nesss..kamu gag ada kuliah??”ujar mommyku lagi “baru juga jam 8 Mom..”sahutku dengan mata tetap terpejam “APA MOM jam 8…ouhh Noooo”seketika aku bangun dan melesat kekamar mandi “Mommy kenapa gag bangunin akuu dari tadii sih”gerutuku dari dalam kamar mandi “Mommy uda bangunin darii 1 jam yang lalu, tapii kamu gag bangun bangun, Jake juga dari tadi nunggu dibawah”ujar mommy lagi. Secepat kilat aku mempersiapkan segalanya. Ooh iyaaa kenalkan namaku Renesmee Carlie Cullen, pssstt ini rahasia yaaa umurku 6 tahun lebih 4 bulann tapii jangan kira aku anak kecil seperti yang kalian lihat. Dari segi penampilan aku tidak terlihat seperti anak kecil tapi layaknya wanita berusia 18 tahun..ahahaaa emang 18 tahun bisa disebut wanita yaa. “Morning Oma.. Morning Jake”kucium kedua pipi Oma Esme kemudian kukecup bibir Jake “Morning dear, kitaa telat??”Jake tersenyum begitu indahnya “yahhh. But Mr Weasley pasti memahami kok..toh hari ini hanya mengumpulkan tugas”ku ambil segelas darah singa yang sudah dihangatkan oleh mommyku , oh iyaa aku adalah salah satu vampire hybrid. Sebenarnya aku bisa saja makan makanan manusia, tapi itu ketika aku bersama teman teman manusiaku sedangkan saat bersama keluarga vampiredan Werewolfs ku aku bisa menjadi diri sendiri seorang vampire hybrid.”Baiklah tuan putri??, hari ini kita mau berangkat naik motor or mobil”tanya Jake “Naik motor aja gimana??mumpung gag ada daddy”ujarku sambil mengerlingkan mata pada Mommy”kamuu yaaaa..tar aunt laporinn aahhhh”ujar Aunt Alice “Auntt jahaatt nieeee..udah ah yuk berangkat Jake. Mom aku berangkat yaaa”ujarku sambil berlarii jake mengikuti dibelakang “ini helmnya Nona”Jake memakaikan helm cokelat kesayanganku “thank u sir..”aku langsung naik motor itu “Lets go Sir”teriakku sambil menunjuk kedepan. Sepanjang jalan aku memeluk tubuh hangat tunanganku ini. Aku paling suka naik motor dengannya selain aku bisa memeluknya lebih lama, aku juga bisa menghirup aroma tubuhnya yang khas berbeda dari werewolfs yang lain.Dia tunanganku yang paling tampan sedunia. Kalian pasti bingung anak seumurku punya tunangan, ini karena hukum imprintee Werewolfs, dimana seorang serigala akan menjadikanmu pusat segalanya dan kebahagiaanmu adalah prioritas dihidupnya. Kenyataan ini terkadang membuatku jenuh dengan hubungan kami, bagaimana tidak saking inginnya melihatku bahagia aku kencan dengan cowok lain aja dia gag marah.
        “Good Morning Sunshineee..”Alex memeluk dan mngecup pipiku “morning Al..”ujarku sambil menoleh ke Jake, yang ditoleh malah tersenyum manis, semanis darah rusaa. “kamu uda sarapan hun??”tanya Alex “sudaahh tadi dirumah, oiya Lex tugas Mr. Weasley dikumpulin dimana??”aku balik bertanya “di lockernya ayo kuantar..Hai Jake bukannya kamu ada kuliah lain”Alex tersenyum mengejek “ouhh iyaa aku lupaa, baiklah Ness sampe ketemu diparkiran..”ujar Jake sambil berlalu. ‘Tuhkan apa aku bilang dia itu terlaluu cuekkkkkk cueeeeeeekkk, pengen rasanya aku mencekik lehernya walaupun aku tau dia gag akan mati hanya karena aku mencekiknya’ gerutuku dalam hati, sementara itu “Neesssss,kamu ngelamun lagi yaaaa??ada masalah??”tanya Kim sahabatku “yaa seperti biasa Eemm, Jakee dia tetap tak ada perubahann”kesedihan dihatiku terasa dibibirku “yaa itu juga terjadi pada Jared, kamu taulah bagaimana werewolfs..Kadang jenuh sih cuman gimana yaa Ness aku terlalu mencintai Jared sih soo gag terlalu kepikiran jadinya”wajahnya ikut berubah sendu “haaaah sedih banget kita berduaaa”kami berduapun berpelukan.
        “Mom…”kulihat Mommyku lewat depan kamarku “yaaa..”Mommy mengintip dari balik pintu “aku mau curhat boleh??”sambil memberi isyarat ke Mommy cantikku ini agar berbaring disebelahku “Kenapa shayank???”tanya Mom “Jake Momm..akuu sebeell banget sama diaaaa..”ujarku sambil cemberut “pasti masalah yang samaaa yaaa”ujar Mom “iyaa Mom,diaa itu kenapa sih Mom gag ada rasa cemburu sama sekali, maraahh ataau ngajakin cowokk yang ngedeketin aku berantem kek..bukannya malah mengiyakan semua kemauanku dengan alasan kebahagiaanku adalah segalanya buat dia…aku khan sebeeelll Mommmmm…”aku menyandarkan kepalaku di dada Mommyku, mommy meraih tanganku dan meletakkannya dipipinya. Terkadang mommy lebih suka mendengarkan ceritaku melalui keahlianku men – transfer Vision ( atau segala sesuatu yang terjadi setiap hari dari penglihatanku ) “Ness..Mommy ngerti apa yang kamu rasakan sayank,hanya saja mommy juga bingung mau menjelaskan apalagi..”ujar Mom berat “yeahh..sudahlah Mom. Sekarang aku hanya mauu Mommy disini temenin aku tidur sampe besok pagi “kurasakan pelukan ibuku yang paling cantik ini semakin erat dan hangat walaupun bagi manusia biasakulit Mommy dan daddyku itu lebih dingin dari Es.
        Dan dari sinilah semua bermula pagi itu seperti biasa aku dianter Jake kekampus, dan seperti sebuah rutinitas Alex selalu menungguku dia melingkarkan tangannya kepinggangku aku mencoba menepisnya denagn lembut “emmmh Ness, ada yang harus kubicarakan denganmu??”tanya Jake sebelum pergi meninggalkanku dengan Alex “yess Jake”jawabku “heemmmm..gag gag jadii”ujarnya langsung berbalik aku melihat dimatanya walau hanya sekilas ada sesuatu yang ingin dia bicarakan “ouh iyaa Jake, nanti siang aku pulang dengan Alex..ada yang harus kami beli”ujarku lagi dan hanya senyum itu saja yang menjadi jawabannya. Siang itu di Café yang ada di Phoenix seperti biasa Alex mencoba merayuku, dia seperti diberi angin dengan sikapku selama ini. Sejujurnya aku tak mau melakukan ini tapi Jake yang membiarkan ini semua terjadi ketika bibirku akan menyentuh bibir Alex, “Nessieee??”ujar seseorang ketika aku menoleh “PLAK”sebuah tangan mendarat dipipiku “Aunt Leahh apa apaan sih??”ujarku emosi “Kamu yang apa apaan disini, ketika Jake sibuk ngurus semuanya sendiri kamu disini asyik asyikan dengan pemuda begundal”Ujar Aunt Leah galak “Hei you whats your problem Huh??”Alex merasa harga dirinya terusik “Sudahh Lexx..Apa maksud Aunt Leah???emangnya Jake mau kemana??kok dia gag bilang ke aku??”rentetan pertanyaan keluar dari bibirku “Ahaaaa ternyata kamu emang gag peka yaaa sama diaaa.. Dasarrr Ibu sama anak sama saja..Jake Jake kasian sekali kamu selalu jatuh cinta pada orang yang salah..heh”ujar Aunt Leah “Aunt maksudnya apa??apa hubungannya Mommyku dengan Jake??terus Jake mau kemana Aunt??”aku tarik tangan Aunt sebelum dia pergi “Tanyakan pada dirimu sendiri Gadiss Manjaaaa”ujarnya sambil menghempaskan tanganku dan berlalu pergi, aku bergegas keluar dan Alex menarik tanganku “heii heii Ness…Lokk at mee..kamu mau kemana??”tanya Alex “Lepasin Lex, aku mau nyari Jake aku mau minta penjelasan sama dia”jawabku “aku anter yaa..”ujar Alex “maaf Lex aku pengen sendiri ..Permisi”aku bergegas pergi dan mencari taksi. Didalam taksi menuju La push pikiranku berkecamuk ‘Apa yang dilakukan mommy pada Jake??kenapa aunt Leah bicara seperti itu??sebenarnya ada apaa ini Tuhaaaannnnn’tak terasa air mataku mengalir diantara kebingunganku “maaf nona, rumahnya sebelah mana yaa?”tanya bapak berseragam biru ini mengagetkanku “saya turun disini saja pak”ujarku sambil menyerahkan beberapa lembar dollar . Aku mencari Jake ditempat yang paling membahagiakannya tapi ternyata dia tak ada disana,  saat aku berpaling aku melihat daddy Billy dia tersenyum dan menghampiriku “haaiii cantikk..sudah lama kamu gag pernah kesini bersama Charlie..apa kabar dia dan Sue??”Ujar Billy sambil tersenyum memudarkan gurat tua diwajahnya “mereka baik baik saja Bill..ouh iya Jake ada??”tanyaku “dia ada dikamarnya sedang bersama paul dan Rachel.Langsung kedalam aja ya..”ketika aku akan beranjak pergi ‘Nessie…”panggil Billy “Yaaa..”jawabku “Please don’t hurt him..dia selama ini terlalu mencintaimu dengan segenap hatinya dia tak pernah bermaksud meninggalkanmu, dia hanya ingin kamu bahagia walau bukan bersamanya”Mata tua Billy berkaca kaca “I promise..”aku pun berlari kea rah kamar Jake ternyata Paul dan Rachel sudah tidak ada dikamar itu “Haii Ness…Mafkan aku tak memberi tahumu terlebih dahulu soal ini”ujarnya sambil menunjuk setumpuk pakaian yang ada diatas koper “kenapaa??kenapaa kamu gag bilang ke aku kamu mau kemana??kenapa semuanya begitu mendadak Jake??”ujarku sambil bersandar didinding kamarnya”sebegitu tidak pentingkah aku dihidupmu saat ini Jake??”tanyaku Lirih sambil menahan luapan airmata “bukann bukaaann seperti itu shayank, hanya saja aku melihatmu sudah bahagia bersama Alex. Aku melihatmu sudah tidak membutuhkan aku lagi dan disaat itulah tawaran beasiswa dari universitas Columbia datang”Jawabnya”hahahahha kamuu Lucuu…Kamu tau gag kenapa aku melakukan itu??tauu gag??mau tau alasannya??karena aku aku pengin kamu nunjukkin kalo aku ini milik kamu didepan semua orang.. aku mau kamu cemburu..aku mauuu kamu marah saat ada pria yang mendekatiku..tapii tapii apaaa??kamu hanya tersenyum tersenyum dan akhirnya pergi meninggalkanku..aku bersyukur pada Tuhan yang uda ngirim  Aunt Leah untuk menamparku dan mengatakan semuanya padaku..dan satu hal ada apa antara kau dan ibuku??”ujarku setengah emosi “akuu dan Bella itu hanyalah masa laluu..dan kamuu kamu masa depanku Ness”dia mencoba meraih dan menggenggam tanganku”sapa yang lagii yang tauu Jake??Aunt Alice??Omma??Daddy??”tanyaku yang hanya dijawab dengann diam “hahaahaahh…ternyaataaaa selama iniii aku seperti orang bodoh diantara kaliaaann???jadi hanya aku yang gag tau ada apa antara kau dan mommyku??okee kalo gitu Fineee..kamu bolehh pergiii pergi yang jauh dari kehidupankuuu..dan jangan pernah kembali lagiiii”aku berteriak teriak seperti orang bodoh, dia mencoba memelukku tapi aku tetap berontak “Lepasinnn Jakeee…biarin aku pergiiii..” 1 menit 2 menit hingga 10 menit ak masihh menangis menangis terluka dan Jake tetap memelukku “okkke Jake..sudah saatnya aku pergi, kamu gag mau khan daddyku kesini dan meremukkan tulangmu??”dan pelukan itu mengendor,dengan seketika aku berlari berlari di bawah air hujan berlarii tanpa menoleh lagi kebelakang. Aku berhenti disebuah taman dan menelpon Aunt Rose,darinya aku tau apa yang terjadi antara mom dan Jake.
        3 jam kemudian sesampainya dirumah aku berusaha sebisa mungkin untuk gag ketemu mommy,yang ada menghindar dari mommy ketemu Daddy “Nessieee..kamu dari mana ajaaa??kenapaaa basah kuyub giniii??”tanya Daddy “im fine Dad..aku capek mau masuk kamar dulu yaaa”sebenarnya Daddy pasti tau apa yang ada dipikiranku “ouh iyaa Dadd..biarkan dia pergi,jangan salahkan dia yaa”ujarku sambil mengecup pipi Daddy “hemmm sebenarnya gag adil..tapi kalo kamu maunya gitu okee daddy ikutin maumu..tapii jangan sampai menyesal dengan keputusanmu yaaa..”ucapan Daddy tadii masihh membekas dibenakku tapi mau gimana lagii ini sudah menjadi keputusan akhir buat kami,air mata mengalir dipipiku tak henti dalam tidurku pun airmata dan mimpi buruk ini menghantuiku.
        Tokk tokk tokkk “Ness..mau ikut hunting gag sama Mommy??”Mommy mengetuk pintuku, aku hanya terdiam tak ingin emosi menguasai pikiranku ‘Nakk buka pintunya..ceritain sama mommy ada apa shayank??”Mommy berusaha membujukku untuk membukakannya pintu “pasti ini tentang Jake khaaann??”tanya mommy masih dari luar,begitu mendengar nama Jake emosiku naik lagi “pergi momm..tinggalin aku sendirii”teriakku”tapii kenapa shayank??ada apaaa??please tell mee”ujar Mommy yang masih bertahan dibalik pintu “Okeee kalokamu gag keluar jugaaa..pintunya mommy dobrakk”kata mommyku setengah berteriak “okee Momm..Fineee…’akhirnya aku buka pintu dan emosikupun semakin memuncak “kamu kenapa shayank??kamu sakittt???tell me..”Mommy mencoba meraih tanganku, seketika itu juga kuhempaskan tangannya “gag perlu mom..mommy gag perlu tau apa yang terjadi sama aku..its not your Bussiness Mom”ujarku sambil memasukkan beberapa helai baju dan buku kekoperku “Mommy harus tau apa yang terjadi sama kamuu..Aku ini ibumu, ibu yang melahirkanmu..aku berhak tau apa yang terjadiMommyku mulai histeris dan mengeluarkan semua bajuku yang ada dikoper “Hentikan Mom..aku uda besarr..dan aku berhak untuk menentukan kemanapun aku mauu pergi..”emosiku mulai lagi “tapii kenapa Ness, kenapaa??Ada apa sebenarnyaaa??please tell me..”airmuka itu berubah menjadi sangat sedih “please Mom..suasana hatiku lagi gag enak..aku gag mauu marah sama mommy..Jangan cari aku Mom, aku aman bersama aunt Rose..”aku mencium kedua pipinya sambil berlalu pergi dan membawa koperku “Nessss…”mommy masih mencoba menahanku Oma Esme memeluknya”sudahh bell sudaahh..mungkin Nessie butuh waktu sendiri”ujarnya. Aku mengendarai mobilku dengan kecepatan penuh menuju rumah aunt Rosalie, was was juga kalo ketemu grandpa Charlie .
Rumah bergaya eropa klasik ini terlihat kokoh diantara pohon oaks tua aku menggeret koperku menaiki tangga tangga elegan terbuat dari marmer hitam. Pintu terbuka “masuk Ness, aunt diruang Tivi”ujar aunt Rose  “Auntttt Roseeeee……”aku berlari dan menangis dipelukan aunt Rose seperti anak kecil aunt Rose membelai Rambutku “Bella dan Jake itu sudah lama berakhir shayank..kamu adalah hidupnya sekarang”ujarnya “aku cumin gag suka kenapa dia mesti kayak gini Aunt??kenapa dia gag ngomong aja apa yang sebenarnya terjadi??kenapa Aunt kenapaaa”tangisku semakin keras syukurnya Om Emmett gag ada dirumah. Aku masuk kamar yang memang khusus untukku setiap kali aku menginap, aunt Rosalie menyayangiku sama seperti mommy menyayangiku jadii kalo ada apa apa aku pasti kerumahnya entah sekedar curhat atau menginap.”Ness.. boleh buka pintunya sebentarr”suara seorang Pria terdengan=r dibalik pintu kamarku “ness”pria itu mengetuk lagi pintu kamarku inii,’gag mungkin itu jake,gimana dia bisa tau aku ada disini’aku memilih bertahan dibalik selimut tanpa membukakannya pintu “baiklah kalo kamu gag mau buka pintu..aku mau pamit sekaligus minta maaf untuk semua salahku sama kamu..aku terlalu mencintai kamu, aku terlalu rapuh ngeliat kamu seperti ini karena aku..aku akan selamanya ada disamping kamu dan selalu memastikan kamu bahagia..kapanpun kamu butuh aku kamu bisa telepon aku. Sejujurnya aku tau aku gag bisa jauh sedetikpun dari kamu, tapi aku lebih gag bisa liat kamu terluka seperti ini karena aku..aku harap kamu bahagia yaa sama Alex..cinta ku untukmu akan ada selamanya..aku pamit jaga dirimu baik baik”ujarnya tangisku memecah keheningan ketika mendengar langkah kaki itu menjauh dan hilang, hatiku sakit.
Setahun kemudian pesta kelulusanku sekaligus menjadi pesta perpisahanku dengan Forks, karena Aunt Zafrina meminta bantuan padaku untuk mengurus lembaga kemanusiaan yang sedang dia bangun,berhubung dia masih meminum darah manusia jadi akulah yang bertugas untuk menjadi ketua yayasan.”kamu yakin shayank mau ke Afrika??”tanya Daddy padaku malam itu”yes Dad..Sure aku yakin banget sama keputusanku”ujarku sambil menonton Film kesanganku “Twilight Saga” “bukan gara gara kamu marah sama mommy khan??”tanya Mommy “Momm please aku uda maafin Mommy..khan aku yang salaahhh terlalu terbawa cemburuu”kukecup pipi mommyku yang ada disebelahku “kalo mommy kangen kamu gimana??”tanyanya lagi “khan bisa skype-an mom,mommy juga sepertinya butuh kesana deh sesekali”jawabku tanpa melepaskan pelukanku ketubuh seksi mommyku ini “yaaah tar oma gag ada yang nemenin berkebun dong??Model cantiknya omma juga gag ada dong”kata Oma sambil jari jemarinya mnjepretkan kamera kesegala penjuru ruangan “iihh Omaaa..khan ada Aunt Alice, Aunt Rose sama Mommy aku..pasti mereka mauu kok”daddy mencium kepalaku “Nooo Nooo BIG NOO..mereka bertiga ituu yaaa bisanya metikkin bunganya oma..alasannya biar ada yang seger seger diruangann..”ujar Omma sambil menghentikan Jepretannya “Yaelah mom,khan cuman sekali metiknya jugaa”sahut Aunt Alice yang mojok berdua sama om Jaz “iyaa sekali tapi tiap hari metiknya sama ajaa”ujar Oma. Aku tersenyum melihat tingkah polah keluargaku. Suasana rumah ini akan membuatku kangen setengah mati aku juga kangen lelaki serigalaku, sedang apa yaa dia disana??akuu kangen banget sama dia.
Keesokannya di bandara, kepergianku diantarkan senyuman bangga dari keluargaku dan Kim sahabatku, lega rasanya mereka bisa ikhlas melepaskanku. Perjalanan menuju tempat yang di beritahukan aunt Zafrina lumayan jauh dari bandara, walaupun begitu aku sangat bersemangat untuk berkerja saat ini juga tapi “Nessie nessie kamu itu kayak mommymu banget yaaa..inget waktu kita ketemu Om Aro..mommymu berlatih perisainya dari pagi sampe pagii lagii.. Sekarang kamu mau langsung kerja..hahhaha kita berburu dulu aja yukkk, lumayan ada beberapa singa liar yang menyegarkan disekitar sini”ujar aunt Zaf, yang langsung kuacungi 2 jempol.
Mengurus segala keperluan yayasan membuat hari hariku menyenangkan, bagaimana tidak setiap hari aku bertemu anak anak kecil dengan rambut keriting dan kulit hitam legam kekantorku ini. Tak lupa setiap jam dan ada kesempatan aku selalu menghubungi Mommy, Oma, Aunt Rose dan keluargaku yang lain tak jarang mereka yang meneleponku lebih dulu. Dan pagi ini Kim memberiku kejutan “Nessiiiiiiiiiiieeee..aku kangeeennnn banget sama kamuuu??kamu kapan baliknya sih??”belum sempat aku berkata Hallo kim sudah berteriak kegirangan “hahahhah heii Kim, keep calm.. I miss you too much dear..ahhahhaha aku betah disinii jadi males pulang niee”jawabku sama girangnya “pokoknya gag mau tau Natal ini kamu harus pulang..soalnya aku mau kamu jadi bridemaids akuuuu”ujarnya.”aaaaaa seriusann Kim???kapan Jared ngelamar kamuu??kok kamu gag cerita cerita sih??”aku terbayang wajah Kim yang pastii sumringahh kemana manaa”hahahaha tar aku ceritain, tapi kata Alice kamu bakalan pulang 3 hari lagi..Can’t Waitt”ucapannya mengagetkanku”maksudnya Kim??”tanyaku bingung “Ooopss sepertinya aku terlalu banyak bicara..pokoknya kamu harus cepett pulang yaaa..jaga diri baik baik disana kiss jauhhhhh buat kamuu..i miss you” “klik” ‘aaargggghhh ini anak selalu deehhh bikin gemes, belum ngomong uda dimatiin duluan..tapi aku penasaran apa sih maksudny aku bakalan pulang sebentar lagi…’belum selesai melamun aku dikagetkan oleh nada dering HPku sendiri, aku liat dilayarnya Aunt Zaf “Yaa Aunt..”ujarku membuka percakapan “hari ini kamu setengah hari aja yaa disana, Aunty sudah nelepon Nathalie, dia akan menggantikanmu untuk beberapa bulan ini”ujarnya “Maksudnya Aunty??”tanyaku “sudah gag usah banyar bertanya, jam 12 nanti Aunty Senna akan menjemputmu”jawab Aunty Zaf “baiklah Aunt..aku beres beres duluu”kebingungan melanda pagiku yang cerah “sampai ketemu dirumah shayank” “yes Aunt..”sumpah ini ada apa yaa, kok pagiku penuh dengan kejutan bikin aku bingung dan entah kenapa jantung berdetak lebih cepat dari biasanya ‘ada apa ini??apa yang akan terjadi’. Jam 12 lebih setengah jam,aku menunggu Aunty Senna yang akan menjemputku tapi tak seperti biasanya auntyku yang satu ini telat sambil menunggu Aunt aku mendengarkan music di HPku“kembalilaahh cintaaaaa..kembaliii padaakuuuu..kan kujaga cinta, selamanyaaa cintaaa..cintaku untuk kamu,takkan pernah matiiii,hanyalah untukmuu,cintaku padamu ooohh” Lagu ciptaanku yang berjudul “Kembali” lagu ini tercipata untuknya lelakiku yang ada disana beep beep sms masuk, kubuka ternyata Aunt Senna tak bisa menjemputku dia mengirim patner Aunt Zaf diyayasan kami. Natalie masuk ke ruanganku”Ness,jemputanmu dateng tuh..” “ahh yaaa..oiya orangnya seperti apa??”tanyku padanya”orangnya gondrong,rambutnya agak beruban, brewokan dan berjenggot..tapi kalo body masih oke banget kok Ness..10 jempol laahhh.. hihiihihi”Natalie mengacungkan 2 jempolnya “haiahhhhh kamuu ini, emang aku mau ngapain sama diaaa”ujarku sambil geleng geleng kepala. Kulihat Aston Martin V12 Vanquish yang persis seperti daddyku terparkir dihalaman. Kulihat Pria tua dibalik kemudi mobil itu selalu menatap kedepan tanpa menoleh kepadaku, aku mematung didepan didepan mobil “klek” pintu terbuka. Pak tua ini hanya diam tak banyak bicara, aku pun mengalihkan perhatianku ke jalanan yang penuh dengan anak anak kecil bermain bola tenang rasanya melihat senyum mereka. Sesampainya dirumah “terima kasih pak, anda mau masuk kerumah pak”ujarku menawarinya untuk mampir “No thanks..”suaranya berat membuatku lumayan kaget “ouhhh baiklah pak, terima kasih sekali lagi” ucapku terakhir kali sebelum menutup pintu mobilnya “yaa”dia pun berlalu ‘Pak tua yang Aneh’ aku melangkah memasuki rumah Aunty Zaf “Nes..nanti malem kamu temenin Mr Black dinner diluar yaaa..soalnya khan kamu tau sendiri Aunty gag bisa berpura pura jadi manusia seperti Daddy dan Mommymu”ujar Aunty Zaf lagi lagi membuatku kaget “siapa Tante??Mr. Black??”tanyaku lagi “yaa Mr Black yang dari Michigan yang barusan nganter kamu…dia mau ngomongin soal masa depan yayasan, jadi please bantu aunty yaa..”ujar aunty sambil mengatupkan tangannya supaya aku mau menerima tawaran Mr Black yang super dingin itu “tapiii Aunty…”belum selesai aku bicara “Ini Aunty kasi kamu gaun..ini pasti cocok buat kamu”Aunty Zaf menyerahkan kotak merah besar berpita emas ketika kubuka, gaun berwarna Biru sepertinya punya mommy waktu Prom Night sekolah duluu “Cantik Aunt..yaa uda dehh..aku mau istirahat dulu…terlalu banyak keanehan hari ini Aunt..”aku memberinya kecupan dipipi dan pelukan sebelah tangan setelah itu aku melesat kekamar.aku memikirkan semuanya hingga aku tertidur, dan didalam mimpiku kali ini Mr Black yang dingin dan tua itu mengajakku berdansa tapi anehnya kayak Cinderella tepat jam 12 malam beliau pergi dan meninggalkaan wignya..ternyata kakek tua itu pangeran ganteng walaupun hanya terlihat dari belakang saja aku memanggilnya, ketika ia akan menoleh “Nessss..nesss..bangun ini sudah jam setegah 7 malam, Mr Black sebentar lagiii menjemputmu.”Aunty senna membuatku terbangun “eehh iya iya tante..maaf aku ketiduran” “gag papa Ness,yang penting sekarang kamu bangun, gag usah mandi deh,cuci muka aja dandan sama pake parfum yang banyak yaa..takutnya Mr Black kelamaan nunggu..”aku pun menuruti saran aunty Senna, ngapain mandi kalo cuma mau ketemu Kakek kakek tua itu.
Satu jam kemudian kami sudah berada di satu satu ya restoran termewah dan punya View yang paling romantis di Afrika “ehemm..kamu Mau memesan apa Ms. Cullen??”tanya Mr. Black “sayaa..eemmmm “belum sempat menentukan “saya pesa tenderloin Steaknya 2 sama avocado volcano 2 yaa”Mr Black sudah memesan duluan. ketika Sang Penyanyi wanita itu (Oh iya disini ada Life Musiknya) memanggil Mr. Black untuk naik keatas panggung beliau pun memenuhi permintaan sang artis.
Saat masuk kesebuah intro lagu sepertinya aku mengenal nadanya dan liriknya tapi dimana yaaa?? Aku mematung untuk beberapa saat masuk ke reff”‘kuyakin engkau terlahir untukku..karena cinta kita menyatukan..segalanya diantara perbedaan..maukah kau menikahikuu hari ini esok dan selamanya??”aku mematung seperti ada aliran listrik bertegangan tinggi yang menyentuhku, membangkitkan alam sadarku airmata kerinduan ini tiba tiba mengalir tanpa henti, seperti aku yang tak pernah berhenti untuk selalu mencintainya.. aahhh kenapa aku tak sadar dari tadi, bahwa dia lelakiku, dia pelindungku..apa inii??kenapa dia tiba tiba ada disini. Aku bergegas untuk bangkit dari tempat dudukku tapi hatiku mengatakan tidak dan disinilah aku sekarang berdiri ditengah tengah pengunjung Restoran ini “Dan ini lagu saya untuk orang yang amat sangat saya cintai dengan sepenuh hati selama 8 tahun ini. Hanya karena ego, saya membuat Luka dihatinya, membuat dia menangis menbuat dia menderita..Dan disinilah saya sekarang ingin memeluknya kembali..merengkuhnya di pelukan saya.membuatnya kuat menghadapi semua ini. Karena yang saya tau dia tercipta dan terlahir untuk saya selamanya..Renesmee Carlie Cullen..”dia berjalan mendekatiku, membalikkan tubuhku sehingga berhadapan dengannya . Entah sudah ter setting sebelumnya atau belum alunan piano begitu mengalir indah, dan aku juga sepertinya tau yang memainkannya, tiba tiba lampu mati hanya lampu yang menyoroti kami berdua yang menyala “Neess..”Jake meraih tanganku “Maafkan aku yang telah meninggalkanmu sendiri..sejujurnya aku tersiksa jauh darimu..dihari keberangkatanmu waktu itu aku sudah berada di pesawat menuju Forks tapi sepertinya tuhan berkendak lain..aku berjanji tidak akan pernah meninggalkanmu lagi, menyakitimu lagi..aku berjanji akan mencubit pipi semua lelaki yang berani menggodamu..”aku tersenyum sambil menangis “dan maukah kau menerimaku kembali, bukan sebagai tunangan tapi sebagai Suamimu yang sah”dia mengeluarkan cincin dari saku jasnya, aku seperti mendengar suara Oma esme dan opa Charlie “jika kamu menjawab yaa gunakan cincin ini dijarimu jika tidak ambil kotaknya saja dan bunga ini..”Jake melamarku, dan aku yakin seluruh keluarga Cullen dan Swan ada disini aku dapat merasakan kehadiran mereka, setengah jam aku terdiam menikmati kegundahannya, kegelisahannya “Nesss??”tanya Jake “ouhh C’mon.. Aliceeee help meee”didalam kegelapan Aunty Alice berbisik “sorry Jake sepertinya kau tak beruntung”jawaban yang sama didapat Jake ketika bertanya kepada daddy yang asyik main piano ditemani Mommy. Bibirnya digigit dimanyunin di mainin itu tandanya dia sudah amat sangat gelisah dan akhirnya yang kuambil hanya Kotak dan buket bunga yang dia bawa “maaf Jake..”tak tega rasanya berkata seperti itu kepada si pembawa separuh hidupku “yess..no problem Ness..i know..im sorry”ujarnya lesu “Jakee..”panggilku “yaaa”jawabnya masih dengan nada yang sama  “sinii..” panggilku agar dia lebih mendekat “lihat keatas”ujarku. kemudian aku berbisik “tentu saja Jake, aku mau menikah denganmu..tapi aku gag mau masang cincinnya sendiri tar apa kata orang…”aku mengecup pipinya kulihat kebahagiann terpancar di wajahnya seketika dia memelukku mengangkat tubuhku dan menciumiku diseluruh wajahku, tepuk tangan dan tawa bahagia bergemuruh diseantero ruangan..kami berputar dan menari hingga pagi menjelang…



                -END-

Forever Love


Kate…..
”Kate, mau berburu bareng gag??”Tanya  memanggilku dari ruang depan “Gag ah Tan, aku dirumah aja”ujarku sambil terus melanjutkan membaca beberapa Novel yang aku beli kemaren di Phoenix “yaa sudah aku berburuu duluu ya sama Irina”ujar Tanya lagi “yaaa”sahutku. Hai Namaku Katrina, tapi lebih suka dipanggil Kate. Aku adalah seorang Vampire yaaa..Aku ditransformasi oleh Mom Sasha, selain aku mommy Sasha juga merubah Tanya dan Irina. Eiitts walaupun kami vampire tapi kami sudah tidak berburu manusia lagi,hanya berburu beberapa hewan disekitaran kami. “aarrgghh sepertinya aku salah membeli novel, kenapa percintaan manusia ini selalu indah dan romantissssss”gerutuku. Kuhempaskan buku itu ke sofa, aku jadi teringat saat kami bertiga mengencani laki laki (manusia) setelah bosan kami jadikan mereka korban. Dan yang paling bikin miris ketika melihat kerabat kami Edward Cullen menikahi Bella swan gadis manusia. Percintaan mereka pun bukan tanpa berliku tapi akhirnya mereka menikah, itu membuat Tanya galau begitupun aku dan Irina yang baru saja kehilangan Laurent. Oiya kami juga kedatangan sahabat tapi sudah kami anggap seperti saudara Carmen dan pasangannya Eleazar, mereka berdua juga membuat kami semakin galau hahaha.
“Tanya,Carmen…Irina irinaa gag adaa”teriakku “Ada apa sih Kate, Heboh banget teriaknya??”ujar Eleazar “Irinaa gag ada dimanapun Ele..gag biasanyaa dia pergi kayak ginii”akuuu mulai mondar mandir diruang tengah. Kupandangi wajah mereka satu satu Tanya, Carmen dan Eleazar. Sama sepertiku wajah mereka bingung “Kemaren kalo gag salah Irina bilang dia mau mengunjungi kediaman Cullen, aku akan mencoba menghubungi mereka” ujar Tanya. Beberapa menit kemudian “Ternyata benar Irina kerumah Cullen, mereka melihatnya dipegunungan. Tapi langsung pergi entah kenapa?? Aku khawatir..”Raut wajah Tanya seketika berubah sedih “ohh noooo”teriakku.
Seminggu kemudian masih tak ada kabar dari Irina, dan pagi ini “Kate Carmen, Ell…ayoo keluarrr”teriak Tanya “ada apaan si Tan, Irina pulang yaa??”ujarku “Noo..lihat itu”ujar Tanya sambil menunjuk keluar.  Mobil Edward berhenti dihalaman, kami bertanya-tanya tidak biasanya dia membawa istri dan teman werewolfnya saat mengunjungi kami. “Edward apakah semuanya baik baik saja??kenapa gag ngasi tau kami kalo kamu mau kesini ”ujar Carmen,”apakah ini tentang irina??Apakah ada kabar tentangnya yang ingin kamu sampaikan??”tanyaku, Edward melangkah mendekati kami “hemm mungkin saja”jawabnya kulihat kegundahan dan kegelisahan di mata Edward, “Kenapa istrimu menunggu di mobil??tanya Eleazar “ Dan kenapa kamu membawa serigala kesini??aku bisa mencium baunya dari sini..”Lanjutku “Keluargaku dalam bahaya. Aku butuh bantuan kalian”jawab Edward “Apa yang terjadi??”tanya Carmen “Ini sulit untuk dijelaskan,tapi aku butuh kalian membuka pikiran??maukah kalian??”ujar Edward “tentu saja” jawab Tanya. Tak berapa lama aku melihat Bella, Jacob dan seorang anak kecil keluar dari mobil Edward “apaaa apaan inii”ujarku dalam hati “Volturi akan datang kesinii”teriakku panik “kamu harus membawanya pergii dari sini sekarang Edward”Carmen terlihat emosi dan ketakutan “dia tidak seperti yang terlihat “jawab Edward “ini adalah tindakan melanggar hukum” Tanya berlari dan coba memukul Edward, tapi dia terlempar melihat itu emosiku naik aku menyerang Edward dengan serangan listrik yang berasal dari tubuhku, tiba tiba Bella datang dan menghempaskanku. Aku bingung kenapa listrikku tak berasa ditubuhnya “mundur”teriak Bella “Dia memiliki darah di nadinya, dapatkah kamu merasakan hangat tubuhnya??”tanya Edward “aku bisa merasakannya”ujar Carmen “aku adalah ayah kandungnya, dan Bella ibunya”ujar Edward lagi “mustahil”ujarku masih tak percaya “aku tidak pernah melihat yang seperti ini sebelumnya”ujar Eleazar “dia akan menunjukkannya padamu??”ujar Edward dan semuanya berlalu begitu cepat kami semua akhirnya pergi kerumah Cullen untuk memberikan kesaksian pada Volturi. Dan disinilah Cinta pada pandangan pertama itu dimulai.
Garret
Namaku Garrett  gag ada nama depan maupun nama belakang, kalo ada yang nanya aku lahir  ditanggal berapa, sejak aku ditranformasi menjadi vampire aku lupa lahir ditanggal berapa hahahaha tapi yang aku ingat aku lahir di tahun 1700an. Aku amat sangat mencintai negaraku, maka pada saat terjadi perang revolusi Amerika aku membantu tentara Amerika menghabisi musuh – musuh kami ,yaa aku adalah patriot pemarah yang akan selalu membela tanah airku tercinta USA. Selama 275 tahun ini akuu terus berkelana berpindah pindah distrik mencari vampire yang telah kurang ajar mengubahku menjadi vampire.
Malam ini dahagaku amat sangat haus darah, aku pun menyusuri sepanjang jalan ini mencari buruan yang tepat . Dan aku melihatnya seorang remaja inggris menganut aliran sedikit punk sedang menyanyikan lagu berlogat inggris yang sangat kubenci, seketika aku mencengkeram lehernya dan membenturkan badan yang sedikit berontak itu kedinding “ Tutup Mulutmu!!Aku benci Invasi pertama Inggris, tapii yang paling kubenci adalah invansi keduanya..”Kukeluarkan taringku dan siap menancapkannya dileher pemuda yang terus berteriak minta tolong entah pada siapa tapi “ Sekalipun itu The Beatles??yang benar saja Garrett??”ujar seseorang dibelakangku, saat aku menoleh ternyata Emmett dan Rosalie “kebiasaan lama Susah untuk dihilangkan”ujarku sambil menghempaskan pria muda itu “Carlisle membutuhkanmu”ujar Rosalie “kelihatannya menarik”kataku sambil tersenyum “Tolonggg!!’teriaknya sambil mencoba kabur “tapi sebelum itu aku harus menyelesaikan Makan malamku”akupun bergegas mendekati buruanku “tolongg tolongg tolong aku”teriaknya,dalam keadaan terus meronta aku tancapkan taringku dilehernya dan kuhisap darahnya hingga tetes terakhir ( kayak iklan susu aja).
Dan disinilah aku sekarang dirumah keluarga Cullen bersama vampire lain bertemu sicantik Nessie, tapi kebiasaanku yang nomaden dan selalu sendiri mengakibatkanku jarang bergabung dengan yang lain. Hanya saja aku tak mengerti mengapa hatiku selalu bergetar ketika bertemu dengan wanita ini, ada hasrat untuk melindunginya menyayanginya dengan segenap keabadian yang kumiliki. Yang membuatku takjub adalah bagaimana dia dan Clannya bisa bertahan hidup hanya dengan berburu binatang gaya hidup yang dianut keluarga cullen apakah ini yang membuat mereka seperti keluarga??aahh senyum itu begitu menggetarkan hidupku. Tapi sudahlah gag mungkin dia merasakan hal yang sama sepertiku.
          Kate
Tuhaaannnn mataaa ituu..mata ituu sungguh indahh izinkan aku memilikinya izinkan aku bersamanya selamanya. Andai aku masih menjadi manusia mungkin hati ini akan terus berdegup tak karuan ketika memandanginya. Ini tidak seperti biasanya ketika aku bertemu dengan pasangan-pasangan manusiaku sebelumnya. Tuhan mungkinkah aku telah memilih hatinya untuk hatiku?? Aku harus bertanya pada Carmen harus. Akupun melesat mencari Carmen “Carmen..kamu sibuk gag??”tanyaku saat melihat Carmen duduk ditaman belakang kediaman keluarga cullen “Enggak..kenapa Kate??”ujar Carmen tanpa menoleh kearahku “boleh aku duduk disini??”aku bertanya lagi “Of course dear..sinii sinii”jawabnya sambil menatap mataku. Aku bergegas duduk disampingnya “ada apa Kate??”tanyanya khawatir “ummhh..umhhh”aku raguu untuk bertanya,sejujurnya bukan ragu tapi malu “ada apa Katee??”tanya Carmen lagi kali ini seperti menahan senyum, sepertinya dia tau apa yang akan kutanyakan “Ummh akuu..aaahhhh aku maluu”ujarku sambil menutup muka “Kamu lagii jatuh cintaa yaaa??ayooo sama siapaaa??human or??”pertanyaan Carmen semakin membuatku malu “yess im falling in love Car,but im not sure..”ujarku “hahahahhaha kamu lucu..”Carmen mencubit pipiku gemas “Car..waktu kamu ketemu Ele rasanya gimana sih??”tanyaku “Waktu itu aku ketemu dia saat aku main kevoltera mengunjungi beberapa teman. Pertama kali melihat matanya itu ada sesuatu yang lain disini”ujar Carmen sambil menyentuh di bagian dadaku”sesuatu seperti bergerak disini..”dia menyentuh perutku “dan sesuatu yang selalu menarik sudut bibirmu”kali ini dia menarik sudut bibirnya yang membuatnya tersenyum “kamu akan selalu merasa kurang cantik dihadapannya, dan kamu akan merasakan emosi amarah ketika kamu melihatnya bercengkrama dengan vampire wanita yang lain..Pokoknya jatuh cinta itu perasaan yang Amazing..apalagi Ele, dia mengajariku segala hal yang indah seindah kami bertemu kalian”Carmen memelukku erat “Jadi mungkinkah yang aku rasakan ini Cinta Car??”tanyaku dalam peluknya”tanya hatimu ikuti apa yang diucapkan hatimu”jawab Carmen “Ayooo kalian lagi ngomongin aku yaaaaa”ujar Ele “iihh geer banget sih El”ujar Carmen sambil menyentuh lembut Ele. Sekali lagi aku meyakinkan hatiku bahwa dia Vampire yang tampan, aku hanya ingin sekedar mengenalnya lebih jauh. Diaa yaa diaaa yang penampilannya selalu urakan . But I Love it ,yaa Garrett.. I think  I’m fallin’ in love with him.
Pagi ini kami berkumpul dihalaman keluarga Cullen, aku, Zafrina, Eleazar, Bella, Edward , Carlisle dan diaa yaa dia ada disini bersama kamii..aku mulai gelisah, hatiku mulai bergejolak tak karuan. Zafrina mulai memperlihatkan kemampuannya membuat ilusi untuk Edward “ genggamlah tanganku dank au akan melihat ini semua nyata”ujar Edward ke Bella “aku tidak dapat melihat yang kau lihat Ed”mereka saling menautkan jari jemarinya “Mengapa kau tak memberitahukanku kalau istrimu punya bakat menjadi Perisai”Ujar Eleazar “aku tidak pernah melihat ini sebelumnya”ujar Edward lagi “kemampuan bertahan yang luar biasa”ujar Ele dengan kekaguman luar bias, aku penasaran denga sekuat tenaga aku mengaliri seluruh listrik ditubuhku untu menyetrumnya “Ahh yeahh..Perisainya terlihat bekerja dengan baik. Dia tak merasakan apa apa”ujarku dan diaa maju kehadapanku “atau kau yang terlalu melebihkan segalanya”ujarnya sambil tersenyum mempesona “Atau mungkin hanya bekerja pada yang lemah”Ujarku sambil mengarahkan tangan kananku kearahnya “Garrett, sebaiknya jangan”ujar Carlisle tapi lelaki yang satu ini ingin menyentuhku,sejujurnya aku ingin disentuh olehnya tapi tidak pada saat seperti Ini saat aliran listrik ditubuhku berkumpul di tanganku. Begitu tangan ini bersentuhan dia terlihat kesakitan,aku aku ingin menolongnya aku ingin menggapainya tapi “Kamu adalah wanita Luar biasa yang pernah kutemui”ujarnya dengan mata berbinar dan dan apakah aku tak salah melihat ada iya baru saja mengedipkan sebelah matanya kepadaku ouhh tidakk ingin rasanya aku berteriaakkkk Garrettt, I really really love you.
Garrett
          Hari ini masih seperti kemarin ketika pertama kali aku melihatnya dia begitu mempesona begitu selalu. Rambut pirang yang lurus itu begitu menggoda hatiku, ingin rasanya aku membisikkan semua kata cinta ini. Tapi yang terpenting aku ingin membuatnya nyaman disisiku, aku tak ingin dia berpikir aku mengambil kesempatan disini. Pagi ini aku berharap ada kemajuan dihubungan kami upss bukann bukan kemajuanku memberanikan diri dan lagi lagi Edward mengetahui apa yang aku pikirkan “Haii Garr,tertarik dengan kate huh??”tanyanya “hahahahah haruskah aku menjawabnya Ed??”aku balik bertanya”butuh bantuan??”tanyanya lagi “I think Nooo, I can handle it”ujarku. Bella menghampiri kami “heii apa yang sedang kalian bicarakan sepertinya serius”ujarnya “ada yang berharap bisa bersama seperti kita shayank”Edward mencium lembut kening Bella sambil mengerling padaku “hihihihi sudahlah Garrett tell her..show your Love”ujar Bella “yaa yaa I know and I will do”ujarku mantab. Memastikan perisai Bella bekerja membuat beberapa dari kami berkumpul dihalaman. Aku harus membuatnya melihat kearahku, ku beranikan diri untuk mencoba aliran listrik yang ada ditubuhnya. Dimatanya aku melihat kecemasan saat melihatku mengajukan diri menjadi relawan dan aku yakin dia mencintaiku juga. Sejak siang itu semua berubah, hubungan kami mengalami kemajuan bukan hanya sekedar mengobrol bersama dengan yang lain, aku memberanikan diri mengajaknya keluar malam ini dan dia setuju dengan syarat dinnerku hari ini berganti menjadi Vegetarian dan aku menyetujuinya. Karena akupun ingin tau seperti apa rasanya menjadi vampire Vegetarian. Selesai berburu kami berlari bersama hingga tiba di lapangan luas, tiba tiba dia berlari meraih semua salju yang turun sedikit demi sedikit lalu dia kembali kearahku dan menyodorkan salju itu “merry Christmast”ujarnya sambil tersenyum, saking terpesona dengan senyuman itu aku hanya bisa menatapnya “ heii garrett, merry christmast”ujarnya lagi “uupps maaf kan aku..aku lupa ini malam natal..merry chrismast too”ujarku tergagap karena ketahuan menatapnya “Lets make a wish, semoga keajaiban Natal ada untuk kita semua”ujarku lagi kami menutup mata dan sibuk dengan doa masing masing samapai “Garreettt kamuu tidurr yaaaaa, ayoo bangunnnn”ujarnya sambil mengusapkan salju itu keseluruh muka ku, aku yang tersadar dari lamunanku seketika memeluknya. Lama kami bertatapan, aku tak menyia-nyiakan kesempatan ini aku mulai mencari cari dimatanya apakah dia mencintaiku juga seperti yang Edward bilang “hemmm Garr”ujarnya “yaa”kataku lembut ”awassssss Garrettt ada bola salju”teriakannya membuatku kaget dan seketika melepaskan tubuhnya aku melihat sekelilingku “ahahhahahahahahahahahahhaha”dia tertawa terbahak bahak “apaa apaa”ujarku dengan tampang bego “hahahhampmhh ekspresimu lucuuuu aku gag tahannnnn”dia berusaha menahan tawanya dengan segera aku melemparkan bola salju itu kearahnya “Aaaahhh Garrettt sialaaann terima pembalasankuuu”teriaknya dan mulailah perang salju antara kami. Perang salju berakhir kami terduduk saling memunggungi “Gaarr..kamu pernah merasakan cinta gag sebelumnya??”tiba tiba Kate menanyakan itu padaku “Semasa aku masih menjadi manusia, pernah sekali aku merasakan gejolak di hatiku ketika bertemu dia hanya sesaat karena aku harus mengikuti latihan militer disaat itu pikiranku sudah tak ada lagi dia,yang ada hanya bagaimana supaya amerika tercintaku ini menang melawan musuh. Sampai akhirnya beberapa waktu lalu aku merasakan hal yang lebih dari itu..Aku merasa aku mencintai sesorang itu, dia begitu tangguh, begitu kuat begitu mempesona.aku ingin menyentuh hatinya ingin memiliki semua yang ada didirinya tapi bukan nafsu. Aku hanya ingin memeluknya untuk melindunginya, melindungi hatinya yang rapuh di balik kekuatan dan ketegarannya”ujarku
         
          Kate
          Sakit rasanya ketika mendengar pengakuannya saat ini, bahwa dia sangat memuja wanita itu wanita tangguh katanya. Mungkin jika aku manusia saat ini ingin rasanya aku menangiss dan meneriakinya bahwa AKU MENCINTAI DIA DENGAN SEGENAP KEABADIANKU. Dan aku ingin dia yakin bahwa akulah yang terbaik buatnya “Kalo kamu gimana Kate??”tanyanya “aku aku pernah mencintai banyak pria yang kemudian menjadi korbanku. Dan selama aku menjadi manusia aku tak pernah merasakan apa itu jatuh cinta. Mungkin karena aku diciptakan Tuhan menjadi Guard dari para Bangsawan hingga mommy Sasha mengubahku. Tapi beberapa waktu lalu aku bertemu dengannya aku merasakan hal yang sama denganmu. Ada hal yang berbeda kali ini aku merasa aku ingin memberikannn seluruh keabadianku padanya. Seseorang yang entah dan dari mana dia berasal aku tak pernah tau dan tak ingin tau. Karena aku hanya ingin melihat masa depannya bersamaku bukan hidup dalam bayang bayang masa lalunya.”Ada getar dibibirku yang menghantar perih dihatiku. Hening, kami larut dalam pikiran masing masing hingga sang Fajar menyapa kami “ayoo kita kembali kerumah Cullen, aku khawatir Tanya dan Carmen mencarimu”dia mengulurkan kedua tangannya kearahku, tangan yang begitu kokoh yang dengan segala keyakinanku mampu menopang hidupku “yaaa ayooo..kita balapan lari”ujarku sambil berlari dan melepaskan tangannya yang sebenarnya tak ingin kulepaskan.

26 Desember 2006
          Kate
          “Gimana kencannya semalam Kate??”tanya Carmen dan Tanya  bersamaan “sebenarnya Indah tapi…”cerita semalam bergulir dari bibirku, hanya terdengar Ouuuh dan aah saja dari mereka kemudian mereka berdua “hahahahahahahhahahahahahah”tertawa terbahak bahak diakhir ceritaku, seperti orang bodoh aku membentak mereka “Apa yang kalian tertawakan Huhhh??senang kalian melihatku menderita seperti ini??” mereka mencoba menahan tawa itu “ dear”ujar Carmen sambil meraih tanganku ‘Listen to mee..kami bukan menertawakan ceritamu tapi kami tertawa melihat kalian layaknya ABG yang Kasmaran. Gag ada yang berani mengungkapkan sekalinya kencan malah saling menceritakan perasaan masing-masing tanpa ada yang peka satu sama lain..”ujarnya lembut “so Kate sekarang bukann jamannya harus laki laki yang berbicara, wanita juga punya hak untuk bicara dan kamu juga harus menerima konsekuensi yang ada begitu kamu melakukan sesuatu..katakan saja bagaimana perasaanmu padanya”Kata Tanya sambil mengelus rambutku “jadii menurut kalian apakah dia mencintaiku juga??”tanyaku polos”Kate kate sudah berapa lama sih kamu sering jalan sama cowok,masa kamu gag bisa liat reaksi mereka yang menyukaimu??”ujar Tanya lagi “baiklah aku akan mengajaknya berbicara dari hati nanti malam sebelum pertempuran”ujarku “ituu baruu Kate..”kamipun berpelukan kayak teletubies. Malam itu kami semua berkemah di bukit tempat nantinya pertemuan dengan volturi terjadi.” Garrett, bolehkah bicara denganmu sebentar??”tanyaku saat kami semua akan berangkat menuju Camp “tentu saja Kate”jawabnya “C’mon Garrett, we late” teriak Emmett sambil berlari bersama Rose, dia melambai “tapi sebaiknya ayo kita berangkat sebelum..”belum selesai dia berbicara aku mencium bibirnya dengan lembut, sepertinya dia kaget namun dia diam tak berusaha melepaskan ciumanku ini, 5 menit kami berciuman..bukann bukan maksudku 5 menit aku menciumnya dan aku juga yang mengakhiri ciuman paksa itu “eemhhh maaf maaff “ujarku sambil menghapus bekas lipstikku dibibirnya, dia hanya terdiam memandangiku mematung tanpa mengucapkan sepatah katapun “kalo begitu sampai bertemu di camp”ujarku sambil berlari. Aku terus berlari tanpa menoleh kebelakang, sebenarnya aku mengharapkan dia mengejarku dan memelukku dan mengatakan dia cinta padaku, tapi semuanya tak mungkin.
          Garrett
          Ciuman itu masih terasa manis dibibirku, bibir kasar seorang patriot America. Sepertinya Edward benar Kate mencintaiku juga. Aku ingin mengejarnya tapi aku malu. Aku ingin meneriakinya bahwa aku mencintainya, tapi apakah situasi ini cocok untuk membicarakan segalanya tentang hati. Aku tak boleh egois disaat Sahabatku dan keluarganya dalam keadaan genting aku harus melupakan masalah ini sesaat. Nanti saja saat pertempuran ini berakhir,tapi kalo akhirnya kami mati ahhh sudahlah aku harus optimis.
27 Desember 2006
Dilapangan yang sudah penuh dengan salju ini, kami semua berdiri Edward – Bella, Carmen – Eleazar, aku – Kate dan Tanya, dan semua sahabat kami yang lain. Sedangkan para werewolfs ada di belakang kami kecuali Jacob yang selalu berada disamping Nessie. Jujur kuakui aku iri melihat keluarga Cullen yang penuh dengan kasih sayang dihidup mereka, meskipun alice – jasper meninggalkan mereka entah mengapa aku percaya dia akan ada disini ditempat ini bersama kami nantinya.  Aku terus menatap kedepan dan entah kekuatan dari mana aku berbisik disamping Kate berharap dia mendengarnya “Jika kita bisa melewati ini semua dan tetap hidup, aku rela mengikuti kemana saja kakimu melangkah tanpa mengeluh,dear wanita” “Baru sekarang kamu memberitahukanku Huh??”tanyanya. Pembicaraan A lot pun terjadi antara Cullen’s dan para saksinya dengan Aro dan para Guardnya. Sampai aku melihat betapa wanita yang aku cintai begitu terpukul melihat saudarinya Irina harus dimusnahkan oleh volturi jika aku diberi kesempatan ingin rasanya aku memenggal kepala para pemimpin Volturi ini. Sungguh aku tak tega melihat malaikat tanpa sayapku begitu rapuh begitu tersakiti. Tapi tepat seperti dugaanku Alice datang dan ternyata mereka membawa penyelamat kami yaitu vampire hybrid lain yang bernama Nahuel dan istrinya sekaligus bibinya sendiri Huilen. Aku amat bahagia melihat kami semua selamat dan sampai detik ini aku tak mengerti raut wajah Aro saat menyentuh tangan Alice. Dia seperti ketakutan tak seperti aro yang biasanya. Semua tersenyum bahagia berpelukan dan aku merengkuh tubuh Kate lebih dekat denganku kali ini aku berinisiatif untuk menciumnya ciuman lembut bergairah penuh cinta dan dia membalasnya dengan penuh cinta tubuh kami serasa melayang. “I Love You Kate..”akupun mencium keningnya penuh takzim.
“Will you marry me??menerima aku sebagai bagian hidupmu. Aku akan menjadi kakimu ketika kamu merasa lelah melangkah. Aku akan menjadi segalanya bagimu ketika kamu mebutuhkan segalanya. Aku dan seluruh keabadianku menyerahkan diri kepadamu disini didepan altar ini malam ini. Dan langit malam ini, bintang, bulan, semesta ini serta Tuhan yang akan menjadi saksi Kesungguhanku”Akupun mengeluarkan cincin yang ku anyam sendiri dari tanaman liar malam ketika kami keluar pertama kalinya itu, 1 menit 2menit 3 menit hingga 10 menit belum ada jawaban juga dari bibirnya “mengapa kau diam kate..apakah aku terlalu lancang melakukan ini” tanyaku khawatir “tidakk Garrett tidakk aku hanya bingung mau menjawab apa..aku gag nyangka kamu bisa seperti ini ke aku, aku…”belum selesai dia berbicara aku memotong “ just say Yes or no Kate” “No aku gag mau keabadianmu”jawabnya “ouhh baiklah” ujarku lesu dan menunduk “heii..aku hanya butuh kamu selalu ada disampingku menggengam tanganku erat dan tak pernah melepaskannya Garrett.. I LOVE UUUU My Warrior”dia menarik wajahku menghadapnya seketika aku memasangkan cincin itu kemudian aku menciumnya keningnya tangannya dan aku memeluk “aku berjanji akan selalu bersamamu shayank..”

                                                *End*



Pengikut