9 Mei 2013

Keluarga itu Kami


Aku mencintai Film ini..yaa film yang menceritakan tentang seorang vampire muda yang jatuh cinta pada gadis muda bernama Bella. Kalian pasti sudah tau. Tepat sekali Twilight Saga. Aku tak hanya menyukai film ini tapi semua yang berhubungan dengan film ini aku suka. Dari Fanbase, Fanpage, souvenir, Castnya, dan semua orang yang menyukai film inipun aku menyukainya. Tapi yang ingin ku ceritakan bukan tentang Twilight Saga. Ini tentang persahabatannku dengan para penggemar Twilight Saga. Yaa kami berasal dari Latar belakang dan sifat yang amat berbeda. Bayangin aja 8 manusia, 8 karakter, 8 umur yang berbeda. Aku kenalin satu satu yaa di mulai dari Meey si cantik yang sibuk dengan segala aktivitas kantornya, Yongki si pekerja bandara yang ganteng,(eitss bukan di bandara Indonesia lho, tapi di As..bayangin orang Indonesia kerja di Bandara Negara Adi daya..). Andy si Dokter ganteng berwajah korea yang kerja diRS di Kanada (sumpah ini saya Penggemar berat mereka berdua tentu saja Yongki dan Andy). Fee atau kami lebih sering memanggilnya dengan sebutan Nessie si cantik penuh dengan sikap manja. Rifaldy si berondong yang suka banget bertanya (bahasa kerennya itu KEPO) dia itu orang yang paling banyak bertanya diantara kami. Pasangannya Rika si cantik yang siap menjadi penulis terkenal di Indonesia. Si Bontot yang Menggemaskan siapa lagi kalau bukan Fyka. Dan terakhir tentu saja aku Ayu, tapi mereka biasa memanggilku Mommy mungkin karena sifatku yang lebih sering terlihat kaya ibu ibu heboh setiap mereka semua ada masalah. Entah kenapa kami berdelapan ini merasa saling menyatu..saling terkait. Tak jarang kami menangis bersama karena kesedihan yang ditimbulkan salah satu dari kami. 
Suatu malam kami berdelapan ini terhubung dalam satu obrolan panjang tentang keinginan kami untuk bertemu dan menjadi gila bersama “Jadi bagaimana nie??kita mau kumpul dimana dan kapan”tanyaku “kapan yaa Mom??aku bingung juga..soalnya jadwal kantorku itu enggak ada yang kosong sampai akhir tahun ini..”Logat jawa yang kental terdengar dari Meey “Iyaa Mom..apalagi kami berempat yang belum bekerja ini, bagaimana caranya ketemu..kecuali ketemunya diMedan”Rikapun ikut menyahuti “Aku ada usul ni guys, bagaimana kalau kita menabung bersama saja, setiap bulan kalian Transfer kerekening orang yang sudah kita tentukan..antara Meey dan Mommy, menurut kalian bagaimana??”ujar Yongki “heemm setuju sama Daddy, Oma..lebih baik seperti itu, tapi berapa yang harus kita tabung setiap bulan Dad??”tanya Fee “Bagaimana kalau 100ribu??uangnya bisa ditransfer ke rekening aku”Jawab Meey “tapi apa itu tidak memberatkan yang lain Meey,khan pulau kita juga berbeda.. aku sama yongki sih bisa aja biaya sendiri dari sini..cuman bagaiaman dengan Rika, Fyka dan Rifal..kecuali dari kita berempat merelakan uang yang kita kumpulin untuk ongkos mereka juga sebagian”kata Andy”Mommy setuju seperti yang Andy bilang” “Aku sama yongki juga setuju kok Mom”ujar Meey “oke kalau kami berempat setuju bagaimana dengan kalian berempat??sanggup”tanya Andy lagi“Aku sanggup kok”ujar Rifal dari seberang diikuti dengan suara yang lain “berarti deal nie yaa..kita semua menabung direkening yang dibuat Meey sebesar 100ribu perbulan..Nah sekarang yang jadi pertanyaan mommy kita mau ketemu dimana??”ujarku sambil memainkan kabel headsetku “Jogja aja bagaimana??menurut aku itu ada ditengah tengah..”Ujar Fee sambil melanjutkan menyanyikan lagunya “Mauuu..”kamipun mejawab dengan serempak “berarti sekarang tinggal menentukan tanggalnya yaa??”Tanya Rifal “bulan Juni setahun lagi, jadi kita bisa nabung lebih banyak. Dan bukan itu aja Rika,Rifal sama fyka bisa dateng juga khan??bagaimana menurut kalian??”Aku mencoba memberikan ide untuk mereka “hemm aku setuju Mom..setuju banget”Yongki terdengar begitu bersemangat “oke ditentukan hari pertemuannya setelah Fyka, Rika, Rifal ujian..bagaimana??”aku berbicara lagi “Setujuuuuu Mom…”mereka serempak berteriak yang membuat telingaku berdenging “Husstttt..jangan teriak ditelepon donk..Kuping Mommy sakit tau..”aku mengajak mereka semua bercanda “Ampunn mommyyy..”teriak mereka berbarengan,aku dan mereka tertawa terbahak bahak. Waktu di kamarku sudah menunju kkan pukul 02.00 WIB terlalu lelah untuk melanjutkan pembicaraan, akhirnya kami memutuskan untuk melanjutkannya besok. Sisa senyum masih ada dibibirku. Aku meyakini tidurku akan nyenyak malam ini.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~ MEEY & YONGKI ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
“Hai shayank..kamu lagi apa??sudah makan??”Meey berbicara dengan seseorang yang berada diseberang Blackberrynya “Aku sudah makan Dear..tadi bersama Mam and Dad, mereka titip salam buat kamu..kata mereka calon menantuku apa kabar??”Yongki terdengar ceria “hihiiihihihi aku jadi malu..salam peluk buat mereka aku kangen sekali sama mereka..bagaimana kabar mereka??”tanya Meey dengan sedikit malu malu, gurat merah terlihat dipipi tembemnya “mereka dalam keadaan sehat Meey..mereka juga merindukanmu dan aku jugaa..aku sangat merindukanmu shayank”Ujar Yongki “I miss you too..Love you”Meey terlihat begitu bahagia saat mengucapkan kata kata itu “I love you than my life”Yongki terdengar begitu tulus ketika menyampaikan itu semua. Malam ini Yongki memutuskan untuk mengambil pesanan sepasang cincinnya, dalam perjalanan badai Sandy yang memang sedang melanda NYC membawa sebongkah kayu besar yang hampir mengenai mobilnya. Yongki terlihat panic dan membanting setirnya kearah kiri. Tanpa disadari mobil Yongki semakin melaju kencang dan akhirnya Boom mobil itu menabrak tiang Jalan layang, Yongki pun tak sadarkan diri. Pagi itu Meey terlihat panic, dia menghubungi semua orang yang ada di kontak BBnya, dia terlihat begitu gelisah, begitu sedih, dan begitu tersakiti.
AKU
Jam di ruanganku menunjukkan pukul 11.00 WITA, aku membuka laciku tadinya hanya sekedar mengecek sms yang masuk. Dan I’ve got one message, akupun segera membukanya ternyata dari Meey ‘Mommy..I need you now!!can I call you now??’ sepertinya ada sesuatu yang begitu gawat aku mencoba untuk tenang ‘ada apa Meey??maaf mommy masih ada kerjaan sayang’ aku pung menekan tombol “SEND” ‘hemm yaa Mom..aku hanya ingin memberitahukan bahwa saat ini Yongki koma..dan aku mau mati saja, aku enggak sanggup hidup tanpa dia sedetikpun’ sesuatu menyentak batinku, mataku berkaca kaca. Di hati kecilku berkata, mengapa rasanya sakit mendengar Meey berbicara seperti itu. Tepat pukul 12.00 wita aku berusaha menelpon Meey, menanyakan kebenaran cerita itu.”Meey..katakan sebenarnya apa yang terjadi” “Yongki kecelakaan Mom,tadi malam saat badai Sandy datang dia sedang berada diluar”Meey mulai terisak “Kenapa dia keluar Malem malem??kenapa dia tidak menunggu besok??”emosiku terasa telah sampai dadaku, rasanya sesak harus menerima kenyataan “diaa..diaa..dia pergi mengambil pesanan Cincin untuk kami Mom..dan dan angin begitu kencang berhembus, dia tak dapat mengendalikan mobilnya kemudian…..huhuhuhuhu”tangisannya kini tak bisa dihentikan, dan aku aku hanya terdiam dan mematung. Rasanya tak percaya dengan apa yang terjadi padahal baru semalam kami saling Mention di Twitter. “Kamu dapat kabar dari mana Meey??”aku bertanya lagi “Mommynya nelpon aku Mom, dia bilang kemungkinan Yongki untuk hidup tipis..Mom, aku enggak sanggup hidup tanpa dia..kenapa Tuhan begitu jahat padaku Mom, kenapa ketika kami akan bahagia Tuhan menguji kami”Meey begitu meledak ledak mengatakan itu semua, dan hatiku semakin sakit. Namun aku mencoba untuk kuat, bukan hanya untukku tapi untuk Meey dan ke – 7 anakku “Kamu yang sabar yaa Meey..kita berdoa, mommy yakin Tuhan akan memberikan keajaiban untuk Kita dan Yongki,Meey..Pease jangan bicara seperti itu lagi..sakit Mommy mendengarnya” “Tapi Mom..aku ini Calon istri yang bodohh..bagaimana aku bisa hidup, jika kemungkinan dia hidup tipis….aku enggak sanggup mom..aku enggak sanggup nek De’e enggak ono”..Meey semakin menangis “aku tau shayank..mommy tau, tapi kamu harus bertahan, kamu kekuatan dia untuk hidup..please…” “aku harus berangkat ke NYC Mom, aku enggak mau dia merasakan ini sendirian..aku mau selalu ada apapun keadaannya dia Mom”sepertinya Meey mulai menerima saranku “kamu yang tenang dan jangan putus berdoa yaa, sekarang kita cari penerbangan hari ini yang menuju NYC..mommy coba tanyain keTravel temen Mommy yaaa..Kamu harus kuat Meey, demi Yongki..”akupun menutup pembicaraan ini dengan airmata. Selama 2 minggu kami berada didalam situasi yang amat sulit, situasi yang meneganggkan ,’Yaa Allah ini ada apa??mereka bukan siapa siapaku??tapi mengapa rasanya sakit melihat keadaan ini??yaa Allah berilah hamba kekuatan mengahadapi ini, berilah kesehatan dan kesembuhan pada yongki’ doaku mala mini, sekedar penenang hati. Dua minggu hati kami dipenuhi ketakutan dan kecemasan setiap hari kami selalu berkomunikasi melalui segala macam alat penghubung. Berita pagi ini begitu menggembirakan, Yongki sadar dari komanya. Segalanya berjalan seperti biasa, tapi mengapa hatiku masih sakit. Ternyata hubungan meey dan Yongki tak lagi harmonis.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~ Andy Dan Fee ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
“Omaaaa..aku lagii senenggg bangettt..aku pacaran sama Andy..”berita pagi ini cukup mengagetkan, karena yang ku tahu Andy dan Fee baru saja berkenalan. “Ciyehh..kapan jadiannya sayang??Omaa ikut seneng yaa”aku tersenyum “tadi malem oma..”senang rasanya mendengar Fee begitu bahagia “ciyeehhh..cucu Oma jadian sama Dokter..ihirr”. kisah cinta mereka berjalan tak begitu mulus ada saja yang membuat mereka berantem kecil. Sehingga tak berapa lama hubungan itu harus berakhir juga.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~ Rika dan Rifal ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Mereka berdua adalah pasangan kedua yang jadian sejak kami masuk di Role Player disebuah Agency. Hubungan mereka yang jarak jauh, terkadang membuat Rika cemas. Cemas jika dia tergoda untuk kembali pada mantan pacarnya dahulu. Dan aku, aku selalu ada disampingnya untuk meyakinkan bahwa Rifal yang terbaik. Walau terkadang Rika terkadang sebal sama Rifal yang tidak bisa romantic seperti malam ini “Mommy aku kesel sama Rifal, masa yaa aku tadi kan bilang ‘I love You sama dia..’eh dianya enggak bales kesel kan Mom”Rika mulai marah – marah ditelpon “Sabar donk Kak, mungkin dia memang bukan tipe yang Romantis.kalo kayak gitu yaa kita sebagai perempuan hanya bisa memakluminya saja.”aku berusaha untuk menenangkan anakku yang satu ini. Aku sangat menyayangi Rika, karena Rika adalah orang yang paling enak bertukar pikiran.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~ Fyka ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Si cantik ini sedang gelisah karena UN dan gebetannya yang ternyata sudah punya pacar. aku selalu terharu dengan BBMnya setiap hari begitu perhatiannya dia padaku. Walaupun terkadang aku merasa bersalah padanya, karena kurangnya kepekaanku pada hidupnya (maafin Mommy yaa Dek)
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~ SKIP ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Segala macam permasalahan yang ada, tidak membuat semangat kami untuk kopi darat meluntur. Hal ini justru membuat kami semakin semangat untuk bertemu, semangat untuk memandang keluarga besar kami dari dekat. Hari berganti hari tak terasa 3 hari lagi pertemuan besar itu akan terjadi, hatiku semakin berdetak tak karuan. Rasanya menyenangkan sekali bisa bertemu keluarga besarku.
“Haloo semuaaa..Bagaimana persiapan kalian??pesawat kalian berangkat jam berapa??terus ketemunya dimana??”aku berbicara tanpa henti, yang mengakibatkan semua yang ikut conference protess “Omaaaa..please deehh..nanyanya satu satu juga kaleeeee”ujar Fee “hihihiihi abis Oma terlalu Excited”aku menahan tawa”emang Mommy tiket jam berapa??”tanya Meey “Mommy berangkat hari sabtu subuh, paling nyampe Jogja jam setengah 10an..yang lain gimana??” “Aku sama kayak Mommy kak..”ujar Rika “kalo kami bertiga kayaknya barengan deh Mom, sore gitu..enggak tau Daddy sama Andy” “Kami berdua sudah di Indonesia kaleee, mungkin Andy hari kamis akan keJakarta..iya kan Ndy??”Yongki seperti menggoda Andy “ehh iyaaa aku kayaknya berangkat bareng Fee dan yang lain deh..” “waahh waaah wwaaaahh semua aja pasang pasangan”terdengar nada Protes dari Fyka “Lhoo dek Mommy khan juga datengnya sendirii, jadi mommy gag dianggap nie??”aku pura pura ngambek “heheheheh enggak Mom,iya yaa lupaa..”ujar fyka. Serempak kami semua tertawa “Yaa sudah Mom begini saja, aku dan Yongki yang akan menjemput kalian di bandara, kami juga yang akan memesankan kamar untuk kita..Jadi Mommy dan yang lain harus memberikan kami info keberangkatan, jangan ada yang Lost Contact okey..sampai ketemu 3 hari lagi…aaaahhh can’t wait” setelah berbicara pembicaraan yang tak jelas arahnya kamipun mengakhiri pembicaraan hari ini.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~ 3 Hari Kemudian ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Aku sudah mempersiapkan segalanya, mulai dari baju, kamera, souvenir, handuk dan segala hal yang diperlukan ketika kami semua berlibur nanti. Jantungku rasanya berdetak cepat tak karuan. Tak sabar untuk bertemu mereka hari ini. Penerbanganganku menuju Jogja tidak mulus, pesawatku menuju jogja dari denpasar harus di delay karena cuaca yang tidak begitu bersahabat. “Mommy..pesawatnya masih delay yaa??”tanya Yongki diseberang telepon “iyaa niee..huaahh menyebalkan”ujarku “sabar Mom, kita setia kok nunggu mommy disinii..hhehehehehe”Mey teriak teriak diseberang telepon “hustt Meyy, jangan ributt tauuu..awass yaa sampe sana Mommy cubit pipimu yang tembem itu” “ampuunn Mom” ‘Perhatian perhatian kepada seluruh penumpang pesawat..’ “ehh Dear, kayaknya itu pesawatnya Mommy deh..Mommy terbang duluu yaa doain selamet sampe Jogjaa, see u there”aku mengakhiri telepon dan bergegas berlari menuju pesawatku “JOGJAA IM COMING”Aku berteriak seperti orang gila, tak perduli penumpang yang lain menatapku bingung.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~ Fee, Fyka, Rifal ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
“Haloo kaak Feee..lagi dimana??aku sama kak Rifal uda nunggu kakak dari tadi nie..Kak Andy bareng kakak kan??”Fyka terlihat mulai tak sabaran, sebenarnya kecemasan Fyka beralasan sehubungan dengan keberangkatan pesawat mereka yang akan tinggal landas 45 menit lagi. Sedangkan Fee dan Andy masih terjebak macet “Iyaa Fyk, ini sudah masuk areal parkiran..Andy enggak tau aku..tadi dia bilang mau menyusul, soalnya masih ada pertemuan dengan para dokter katanya…sudah gag usah bahas dia yaa”Airmuka Fee terlihat begitu kesal “ketemu didepan Jco yaa kak, aku sama kak Rifal lagi ngadem nie..” dengan bergegas Fee membawa barang barangnya menuju counter Check in. setelah mengurus semuanya Fee pun mencari dua makhluk yang sedikit keren itu.”Ehmmm Fyka yaa”ujar Fee ketika mengahampiri dua manusia itu “iyaa..Kaak Fee yaaa..aaaaahhh kakak Cantik bangett”Fyka segera memeluk erat Fee,”hehehehhe tapi meluknya gag segitunya Dek, aku enggak bisa nafas niee”senyum Feee begitu merekah, itu menulari Rifal dan Fyka “hai kak Fee, emmm aku aku Rifal”si Kepo ini terlihat malu malu saat bertemu Fee “haahahahahhaamph..Rifalll, ampun deh, biasa aja kali ketemu sama aku, jangan grogi gituu”Fee tak bisa menahan rasa gelinya ketika melihat Rifal. Bagaimana tidak si Rifal badannya besar tapi dia begitu pemalu dan begitu berbicara entah kenapa pipnya merona berwarna merah seperti apel yang Ranum “Kakak..aku gag sabar pengen ketemu Mommy, Kak Meey, Kak Rika, sama Kak Yongki” Fyka tak pernah melepas genggaman tangannya bersama Fee “Aku juga enggak sabar”celetuk Rifal “Hahahahahha elo mah gag sabar ketemu Rika, Betewe Rika sudah di Jogja belum yaa..kalo Oma sih tadi katanya masih Delay”ujar Fee “iya sih kak..ehh kak sepertinya pesawat kita sudah mau take Off..yukk kita bergegas” mereka bertiga pun berlari lari menuju pesawat
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~ Rika ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
“Kak, kakak yakin gag papa berangkat sendiri..Mama suruh bapak nganter kamu sampe Jogja yaa” ujar Ibundanya Rika “Aduh Maa, gag usah..aku gag papa percaya deh..nanti kalo aku sudah sampai Jogja aku janji telepon Mama yaa”Rika terlihat risih, mungkin karena Mamany terlalu berlebihan mencemaskannya untuk terbang ke Jogja sendirian. Setelah melalui perdebatan yang begitu panjang dan berhari hari akhirnya Ibunda Rika merelakan anak perempuannya yang tak pernah keluar kota ini, liburan di Jogja bersama kami “terima kasih yaa, Maa..Rika janji begitu sampai di Jogja langsung kasi tau Mama..Rika berangkat dulu yaa Ma, Pak..Assalamualaikum”Rika mencium tangan kedua tangan orangtuanya dengan begitu khidmat. Mama Rika terlihat begitu berat melepas Rika, ini terbukti dengan lamanya dia memeluk anaknya yang cantik itu. Setelah berpamitan, Rika bergegas menuju ruang tunggu penumpang. Sejujurnya hati Rika itu berdebar, karena ini pertama kalinya Rika keluar dari Medan. ‘kak,aku siap Take Off..cant wait to see you all’ Rika menekan tombol “SEND”.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~ Jogja ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Bandara Adisucipto Jogja terlihat begitu padat, banyak orang yang berlalu lalang. Entah mereka yang pergi ataupun datang. Aku yang sedang diruang pengambilan barang sempat menatap keluar mencari dua sosok makhluk yang membuatku tersenyum terus. Setelah mendapatkan barang dan tasku aku bergegas keluar. Celingak celinguk mencari dua manusia siipit yang harusnya sudah menyambutku dengan spanduk atau papan nama bertuliskan namaku. Namun hingga keluar parkiran, aku tak berhasil menemukan mereka. aku mengeluarkan telepon genggamku, mencari nama Meey dan segera menelponnya “Haloo Meeyy..kalian dimana??mommy sudah setengah jam nunggu kalian disini”aku sedikit mengomel agak sedikit tak sabaran “iyaa Mom..ini aku sudah masuk bandara. Mommy masuk lagi aja, cari tempat enak buat nongkrong sekalian menunggu Rika, Fyka, Fee, sama Rifal..pesawat mereka sudah take off beberapa menit yang lalu” “Ouuuhgitu yaa..yaa uda Mommy cari tempat tongkrongan dulu, nanti kamu nyusul kesitu yaa…” “Oke Mommm..”.
“Mommy Ayu yaaa??”tanya seseorang berambut pendek bermata sipit dan berkulit putih, dibelakangnya berdiri cowok ganteng yang sedikit tegap. Mereka berdua tersenyum begitu manis kepadaku “yaa..Kalian Meey sama Yongki??”tanyaku, yang dijawab anggukan oleh mereka berduaa “AAAAAAAAAAAHHHHH…MEEEEYYY MOMMY KANGENNN”aku mulai berteriak histeris penuh kebahagiaan, tak perduuli semua orang yang ada dikafe ini melihatku “AAAHH MOMMY”teriakan Mey lebih tinggi sehingga membuatku terkaget kaget. Tapi aku bahagia. Akhirnya kami tertawa bersama. Tak berapa lama yang lain menyusul berkumpul bersama kami. Kami tertawa berpelukan dan saling bergandeng tangan bisa dibayangkan 5 cewek dan 2 cowok berkumpul jadi satu “Ouh iya Andy kemana??dia berangkat hari ini juga kan??”tanyaku “iya Omma tapi mungkin baru nanti malam nyampe sini..soalnya dia ada rapat gitu” “Ouhh…”.
Sesampainya di Hotel, “Mom, ini kunci kamarnya Mommy..”Meey menyerahkan kunci yang memiliki mainan terbuat dari kain batik itu ketanganku “Kak Meyy.. mending kita semua tidur bareng aja..berlima, biar gag ada yang saling iri..gara gara ada yang tidur sama Mommy Ayu…”ujar Rika “Hehehehehe iyaa iyaa..untung aja aku cuman nyewa dua kamar barusan, yaa uda kalo gitu kamar yang satu buat Andy aja, biar Rifal tidur sama Yongki” ujar Meey tersenyum bahagia. Begitu pintu kamar terbuka aku menaruh barang dan langsung merebahkan badanku “Mommy capek yaa??”tanya Meey “heheheheh cuman butuh istirahat dikit aja kok Meey..” “Mommy ketengah donk, biar kita bisa meluk Mommy”Fyka menggeser tubuhku ketengah , saat Rika akan melompat kesamping kananku “Woopss..gag bisaa dek..dimana mana cucunya duluu yang harus meluk Ommanya..” Fee menggeser badan Rika “yaahh kakak..aku kan juga mau dipeluk Mommy” “uhukk..jadi anaknya Mommy gag mau dipeluk Mommynya juga niee”ujar Meey menyindir Fee “hahahahahahah iyaa lupaaa..aku enggak jadi peluk omaa deh..aku mau meluk Mommyku ajaa” “Sudah semua tidur bareng aja dikasur ini, kan kasurnya gede banget niee..”ujarku. kebetulan kamar yang dipesan Meey untuk kami adalah kamar dengan kasur yang sangat besar, ada ruang tamunya dan pantry kecil,akhirnya kami tidur dalam satu tempat tidur Hingga setelah shalat Magrib kami semua bergegas kebandara lagi, kali ini menjemput Andy sekalian dinner. Disepanjang perjalanan Yongki begitu perhatian pada Meey. Seolah olah dia begitu taku kehilangan Meey, begitu takut Meey hancur. Tiba dibandara, Yongki menggandeng erat tanga Meey ‘Ehemmm..permisi permisi..kalian punya anak yang lucuu lhooo..jadii aku mau ada ditengah kalian”Fee menyeruak diantara mereka. Menggandeng errata kedua tangan Meey dan Yongki. Sedangkan aku aku berjalan bersama Rika, Fyka, dan Rifal yang ada disamping Rika. Jika pasangan Meey dan Yongki begitu mesra, tidak dengan pasangan Rika dan Rifal terlihat begitu malu malu. Tapi cinta mereka terpancar dari pandangan mata masing masing. Sesekali mereka saling melirik menatap penuh arti. Akupun pura pura tak melihat itu, aku takut mengganggu keasyikan mereka. Lain lagi dengan Fee, matanya menunjukkan betapa dia takut bertemu dengan Andy. Dibalik sikapnya yang begitu riang, begitu tomboy sejujurnya dia memendam kepedihan yang mendalam. Itu karena seseorang yang dia cintai, hanya mencintai Meey. Tapi aku percaya dia sangat kuat. Dia tak mudah untuk dihancurkan dia terlalu tegar. Sehingga siapapun yang melihatnya takkan percaya kalau sebenarnya hatinya telah hancur berkeping keeping. Setengah jam kemudian pesawat Andy mendarat, aku Rika Fyka dan Rifal memilih menunggu andy di Dunkin’ donut’s. “Mom Kak Fee sama Andy kira kira bakal balikan enggak yaa??tanya Rika “kayaknya enggak deh Kak, soalnya tadi waktu kami semua mau berangkat dia begitu acuh tak acuh ketika kita membicarakan kak Andi, iya kan kak Rifal??”Fyka bertanya lagi pada Rifal, yang ditanya hanya mengangguk “kita berdoa saja yang terbaik untuk mereka berdua..doakan mereka berjodoh di kehidupan yang akan datang, jika di kehidupan kali ini mereka tak berjodoh”ucapku “Ouhh gitu yaa..heemm iyaa sih…mom aku laper kaliiii, boleh pesen Donat gag??”Rika memasang muka memelas “iyaa pesen aja, satu aja tapi yaa..khan kita habis ini mau makan lagi, nanti kamu nyesel gag bisa makan enak..” Rika dan Rifal pergi menuju Counter pemesanan. Baru setengah mereka menikmati donat, Andy, Fee, Meey, dan Yongki berjalan menuju meja kami. “hai..kenalin ini Andy”kata Yongki. Seperti yang kuduga Andy sangat tampan yang membuat pengunjung disekeliling kami tberbisik bisik sambil menatapnya “Hai Andy..aku Ayu becky..Ini Rika, Ini Rifal, dan sikecil ini Fyka”aku memperkenalkan anak anakku, mereka bersalaman dengan Andy “sudah jangan terlalu lama, lebih baik kita makan aja..kalian laper kan??”ujar Yongki sambil menatap meja kami. Melihat tingkah yongki, kami semua tertawa bersama.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~ Andy dan Fee ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
“Fee, bisa kita bicara sebentar??nanti jam 9 ada yang harus aku bicarakan”Ujar Andy saat mereka berdua sedang memilih baju batik “okee..ketemu dimana??”ujar Fee tanpa menoleh ke Andy “dihotel ada taman gag??kita bicara disana aja..” “oke deal…jam 9 kan, ketemu disana”setelah berkata seperti itu Fee meninggalkan Andy begitu saja. Wajah Andy terlihat kusut, entah karena dia sedang capek karena perjalann atau karena melihat kemesraan Yongki dan Meey. Fee terlihat begitu gelisah, dia tak bisa berdiam diri sedetikpun sedari tadi “Ada apa Ness??”tanya Meey “Engg..enggak ada Mom, aku mau cari udara segar dulu yaa Mom..sebentar aja..”ujar Fee, bergegas keluar “Ness, ini pake Jaket..takut kamu masuk angin” Meey menyerahkan jaket pink kesayangannya “Makasi Mom..You’re the best”Fee mengkecup pipi Meey. Setibanya ditaman ‘ahh sepertinya aku kecepetan deh datengnya huffttt’ Fee menarik nafas dalam dalam, berharap beban dihatinya bisa berkurang “Sudah lama Fee..”suara seorang Pria mengagetkannya “ouhh baru saja,,apa yang ingin kau bicarakan Andy”Hati Fee berdetak lebih cepat dari biasanya, ia tampak gelisah. Sejujurnya dia telah menyiapkan hatinya dari sebelum bertemu Andy, bahwa dia siap menanggung pedih ini demi kebahagiaan Andy. “Sebelumnya aku ingin meminta maafmu Fee..”Andy terdiam, Fee terlihat menarik nafas lagi “Aku sudah terlalu banyak menyakiti hatimu..maafkan aku telah menyia nyiakan cintamu yang tulus itu..aku memang lelaki brengsek yang tidak sepantasnya menyakitimu” Fee menggenggam erat pinggiran bangku kayu itu, dia terlihat berusaha sekuat tenaga menahan agar airmatanya jatuh, dia tidak ingin terlihat lemah. Cukup Tuhan yang tau betapa lemah dan Hancurnya dia. Sekali lagi dia menarik nafas ‘Tuhan, bantu aku agar bisa Ikhlas menerima ini semua’, dia pun menghembuskannya sekuat mungkin “Hhhhaaahh” “Andy, aku telah memaafkanmu..aku tau aku yang terlalu banyak berharap dari hubungan ini..tanpa aku sadari kau masih mencintai Dia.aku memahami itu..dan aku akan menutup rapat cerita kita ini..terimakasih untuk cerita cinta yang begitu indah untukku. Sampai kapanpun kau akan tetap menjadi yang terindah”Fee menahan getir dibibirnya. Fee cukup kaget dengan apa yang diucapkannya, dia bingung kekuatan apa yang bisa membuatnya berbicara seperti itu “Terima kasih Fee..sekarang maukah kau menerimaku menjadi sahabatmu??”Andy mengulurkan tangannya “Tentu saja, Sahabat..We’ll bee best Friends forever kan??”Fee tersenyum, senyuman bahagia dan paling tulus dari hatinya “Terimakasih Fee..Wanna Hug?” Mereka berdua berpelukan sangad erat, pelukan sebagai sahabat sejati.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~ Kami ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Baru tiga hari diJogja rasanya begitu menyenangkan, kami menikmati semua moment indah ini. Fee dan Andy terlihat lebih akrab saat ini. Ada saja kejailan kejailan yang dilakukan tiga pria dikelompok kami. Seperti saat di Keraton Jogjakarta, ketika kami para permpuan akan berfoto bersama Andy dan Rifal tiba tiba menghalangi kamera. Jadilah foto kami sedang berusaha mencubit mereka berdua. Begitu juga saat kami naik Odong odong atau sepeda hias di Alun Alun, kali ini Yongki berulah, dia mengedalikan Odong odong kami asal asalan, sehingga odong odong kami menikung kekanan dan kekiri.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~ Hari ke – 4~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Hari ini menjadi hari yang begitu membuat kami cemas, Aku dan Rifal seharian ini mencari Fee, Andy, Meey, dan Yongki. Bagaimana kami berempat tidak Panik. Mereka berempat menghilang bersama barang barang kami, Handphone mereka tak ada yang bisa dihubungi. Dan yang lebih membuat kami Panik sisa uang di dompet kami tidak cukup untuk pulang kekota masing masing. Tiket pesawat kamipun raib bersama mereka. aku tak mengerti apa yang mereka pikirkan mengapa mereka tega meninggalkan kami berempat seperti ini. Rika terlihat memeluk Fyka yang menangis tersedu sedu. Rifal terlihat strees tapi mencoba tegar didepan Rika. Dan aku, aku mencoba mencari kabar melalu Receptionis ataupun melalui twitter mereka. Aku Mention semua sahabat mereka berempat, tapi tak satupun yang mengetahui keberadaan Mereka. Tokk Tokkk Tokkk “Room Service..”ujar seorang Office Boy. Aku membuka pintu kamar hotel kami “iya Mas ada apa??” “ini pesenan makanan kalian..”ujarnya yang mengagetkan kami, bagaimana tidak uang disaku kami masing masing itu suda tipis banget “Kami semua enggak ada yang mesen makanan Mas..”Ujarku agak keki “tapii ini pesanan mbak Meey..”Office Boy ini rada ngotot ngomongnya, yang membuatku agak meradang “DENGER YAAA MASSSSS, MEEY ITU HILANG GAG TAU KEMANA..SEKARANG KALO MAS KASI INI KEKITA..BAGAIMANA KITA MAU BAYARNYA MAS, SEMUA BARANG BARANG KITA HILANG, BERSAMA TEMAN KITA YANG NAMANYA MEEY ITU”aku meneriaki Pelayan itu “Ouh itu..semua ini sudah dibayar kok Mas Mbak , begitu juga penginapan ini hingga esok pagi..”ucapan Ofice Boy ini agak takut takut, tapi ini sedikit melegakan, setidaknya kami tidak akan ditahan karena tidak bisa membayar penginapan ini “yaa uda deh Mas, terimakasih yaa Mas..maaf kita gag bisa ngasi Tip buat Mas dan maaf kita sudah marah marah sama Masnya tadi..”aku menerima nampan berisi makanan itu. “Kalian makan dulu yaa??Mommy tau kita dari tadi pagi lupa Makan saking stressnya..Mommy cuman gag mau salah satu diantara kita ada yang sakit, jadi Mommy mohon kalian makan yaa..” Fyka dan Rika masih terdiam. Aku mengambil inisiatif aku memberikan piring berisi nasi goreng itu ke Rifal “kamu makan yaa Fal, kalo kamu enggak makan bagaimana kamu bisa jagain Rika..”Rifal menerima piring yang kuberikan, dengan segera dia menyantap makanan itu dengan lahapnya. Sedangkan Rika dan Fyka masih menangis tersedu sedu, “Mommy suapin aja yaa.. satu suap aja..mommy enggak mau kalian sakit “aku mulai menyuapi Fyka dan Rika awalnya mereka menolak, tapi setelah aku memaksa akhirnya mereka mau aku suapi, dan syukurnya mereka bisa menghabiskan 11/2 piring. “kalian tidur dulu yaa..mommy coba telepon temen Mommy yang disini, siapa tau mereka bisa membantu..” Fyka tertidur seketika ketika aku mengusap kepalanya, sedangkan Rika baru tertidur ketika Rifal membacakannya shalawat Nabi.
Keesokan paginya aku yang tidak bisa tertidur masih mencoba menghubungi teman temanku di Jogja “Kakak, adek sama Rifal mandi dulu aja..siap siap..nanti mungkin temen Mommy bakalan ada yang jemput kita” aku berusaaha sebisa mungkin menenangkan perasaanku, sejujurnya kalau mau dilihat kedalam tubuhku akulah yang paling panic menghadapi hal seperti ini. Kami semua sudah siap ketika Receptionist memberitahukan kepada kami bahwa mobil sudah siap untuk mengantarkan kami. Kami berempat bingung “Maksudnya bagaimana mbak??”tanya Rifal “jadi begini Mas, Mbak.. kemaren mbak Meey sudah mengurus segala keperluan Mbaknya dan Masnya..jadi sekarang mbaknya dan Masnya silahkan langsung keparkiran saja, mobil sudah kami siapkan.. oiya Mbak Meey menitipkan ini untuk Mbak ayu katanya..” “ouh saya Ayu mbak..”Receptionist memberikanku amplop berwarna pink ‘Mom, maaf aku menghilang tidak memberitahukan kalian..aku hanya ingin memeberitahukan bahwa kalian hari ini harus sudah tiba diBali, tiket pesawat dan segalanya sudah kami urus..dan didalam Amplop ini ada Ktp serta berkas berkas penting untuk keperluan Mommy dan yang lainnya..Love you Mom’ aku membuka amplop itu dan benar saja semua berkas penting kami ada disitu. ‘ini Meey maksudnya apa yaa??mau memberikan kami surprise atau apa..tapi ini benar benar keterlaluan..’aku bicara dengan hatiku sendiri. Tanpa kusadari Fyka, Rika dan Rifal menatapku bingung “Meey bilang kita harus keBali hari ini, tiket dan yang lainnya sudah dia urus..jadi kita berangkat sekarang saja, takut ketinggalan pesawat” kami bergegas keparkiran, disana avanza putih beserta supirnya telah menanti “Selamat pagi mbak Ayu, ini sarapan untuk kalian..ouh iya mbak Meey menitipkan ini untuk mbak Ayu dan kawan kawan “ujar lelaki setengah abad ini “yaa sudah pak mari kita berangkat saja”. Didalam mobil aku meembuka Amplop yang dimaksud ternyata isinya Tiket pesawat, diamplop yang satunya Meey menyiapkan uang 5 lembar uang 100ribuan. “Mom, ini maksudnya apa sih??Kok mereka ngelakuin ini sama kita..EMANG SALAH KITA APA SIH MOM??”Rika terlihat sedikit histeris aku memeluknya berusaha menenangkan pikirannya “Mommy gag tau shayank, mommy gag mengerti jalan pikiran mereka..Kita berdoa saja semoga hal yang baik yang akan selau bersama kita hingga kita semua selamat sampai Rumah masing masing”aku memeluk dan mencium kepala mereka. Rifal hanya bisa diam bingung mau melakukan apa.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~ Bali ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Begitu tiba dibandara Ngurah rai yang begitu Padat dan ricuh, kami terlihat seperti orang orang yang baru pertama kali turun dari pesawat. Kami bingung harus melakukan apa. Banyak calo dan supir angkutan yang mendekati kami, semua ku tolak dengan halus “Tolong Rika, Fyka dan Rifal kita saling bergandengan tangan yang erat supaya gag ada yang hilang..mengerti”aku melakukan itu karena hampir saja, Rika hilang dibandara. Saat kami sedang dipuncak kebingungan tiba tiba seseorang menepuk punggungku “Mbak Ayu yaa??yang dari Jogja bersama Rika as Kate Denali Ti, Fyka as Tanya denali_Ti, dan Mas Rifal as Garrett denali_Ti” kami berempat bengong “halloo..”cowok ganteng yang umurnya sekitaran umur Fyka ini melambaikan tangan “eehh iyaa…kok kamu tau??”tanyaku “Ouhh begini, mbak Meey dan Mas Yongki meminta tolong saya untuk menjemput mbak mbak dan masnya..” “mana buktinya Mas..”tanya Rika “ouh iyaaa..ini surat dari Mbak Meey” aku dengan segera mengambil secarik kertas yang disodorkan ‘Haii Mom dan adik adikku.. welcome to Bali yaaa…acara hari ini Mommy istirahat dulu saja di Hotel, jangan khawatir hotel sudah Meey dan yongki bayar..’ “hemm yaa sudah, ayoo kita berangkat aja..”kami mengikuti Armand siberondong ganteng, Fyka seketika bisa melupakan Imam. Tiba dihotel kami segera menempati kamar yang dimaksud, dan Rifal harus terpisah dari kami. Ternyata dia sudah dpesankan kamar sendiri. “Mom..kakak laperr..cari makan yuukk”Rika terlihat gelisah “heemm ayoo deh..semoga dideket sini ada Mcd atau Kfc..”jawabku. Setelah berganti pakaian kami bertiga menuju kamarnya Rifal “Rifall..Rifall..”Rika memanggil dan mengetuk pintu kamar 6012 itu “iyaa tungguuu..”terdengar teriakan dari dalam. Selang berapa lama Rifal keluar menggunakan kaos berkerah berwarna hitam dan celana jeans biru navy “mau kemana nie kitaa??bagaimana kalau makan..aku laper niee..”ujar Rifal sambil mengelus ngelus pertunya “hahahahha ini kita mau cari makan shayank..”Rika terlihat canggung ketika mengucapkan kata sayang. Saat kami akan keluar Hotel, Armand berlari menghampiri kami “kalian mau kemana??”tanya Armand “Kita mau makan Man..”Fyka terlihat antusias sat menjawab pertanyaan Armand “yaa sudah ayo kuantar..karena setelah ini aku harus membawa kalian ke Salon” “maksudnya gimana Mand??ngapain kita kesalon?”kali ini aku inisiatif untuk bertanya “jadi..heemmm.heemmm..intinya adalah kalian berempat harus mengikuti jadwal saya”Armand membuat kami semakin bingung “haduuhh kok kalian masih bengong aja sih, kalian mau pulang kerumah gag??”kali ini perkataan Armand membuat kami mengikutinya. 5 menit perjalanan yang kami tempuh untuk makan siang “ngomong ngomong kalian sudah mandikan??”entah apa maksudnya Armand bertanya seperti itu, Rika adalah orang yang merasa paling tersinggung “yaa udahlah Man, hari ini kami tu sudah mandi 2 kali tauu..” “Ehh iyaa Maaf..aku hanya tak ingin kalian malu nantinya..” lagi lagi perkataan Armand meyakinkan feelingku, bahwa ada yang janggal dan terjadi disini, walaupun aku tak dapat menebaknya. Selesai makan kami segera dibawa kesebuah salon. Disana kami disambut ramah oleh para pelayannya. Ouh iya yang masuk kedalam hanya kami bertiga aku, Rika, dan Fyka, sedangkan Rifa masuk kedalam Ruangan khusus cowok bersama Armand. Fyka mendapatkan pelayanan rambut dan muka, serta spa. Aku dan Rika hanya spa dan perawatan muka. Kami didandani dengan Make up yang begitu soft tapi membuat wajah kami segar. Bukan itu saja tapi kami diberikan atasan selutut yang sangat indah berwarna peach. Fyka nampak cantik dengan rambut yang telah di atur sedemikian rupa dan menggunakan Flower grown berwarna putih yang begitu sederhana tapi manis. Aku dan Rika dipakaikan jilbab dengan modif yang begitu simple tapi cantik. “AAaaahh Mommy cantikkk..”teriak Fyka “Kakak sama adek juga Cantik kok..tapi ini ngomong ngomng kok kita didandani seperti ini yaaa..ada acara apa yaa??”aku mencoba bertanya walaupun aku tau kami bertiga tak ada yang bisa menjawa “mungkin acara peertunangannya kak Meey dan kak Yongki Mom” “masa sih..bukannya beberapa bulan kebelakang hubungan mereka kurang baik..tapi entahlah segalanya bisa terjadi kan..” kami menuju keruang tunggu ternyata disana Armand dan Rifal sudah siap. Rifal tampak gagah dengan tuxedo hitam bersaputangan yang senada dengan gaun kami. Disini Rifal dan Rika saling bertatapan lama begitu juga armand dan Fyka. Mereka sama sama terpesona, 1 menit 2 menit 3 menit “Woii..mau berangkat jam berapa??”aku mengagetkan mereka, pengunjung dan para kapster tertawa melihat tingkah konyol kami. Wajah mereka berempat memerah, aku menahan tawa “Ayoo..masih mau bengong yaaa??”tanyaku lagi, karena mereka tak bergerak juga. akhirnya kami berangkat juga menuju tempat acara.
Tibalah kami didaerah Ubud. Segalanya terlihat hijau, aku berinisiatif membuka jendela, menghirup udara yang begitu tenang. Pemandangan yang indaah, saat sore menjelang para petani dan hewan peliharaan mereka kembali kerumah dan kandang. Anak anak berlari larian dipematang sawah. Tawa ceria begitu memikat hati, seharusnya seperti inilah kehidupan anak anak, bukan anak anak yang hidup dengan gadget.. 10 menit kemudian “ Waahh Mom indah bangett..ternyata dibalik hijaunya pepohonan masih ada tempat seperti ini..Amazing Mom”Kekaguman Fyka beralasan, karena saat ini kami berada dipinggir pantai yang tak berombak. Biru hijau dan biru lagi, rasanya damai menyusup kehati kami, tak henti hentinya kami mengucap syukur karena masih diberi kesempatan bisa menikmati suasana ini “yukk.. kita bergegas..takut acaranya mulai, nanti aku dimarahin Lily..”Armand menyebut nama Lily, kami bingung dan saling menatap tapi akhirnya mengikuti langkah Armand.
Kami begitu terpesona, banyak Mawar dan Lily dimana mana. Wanginya berbaur dengan wangi laut. Kami berempat menghirup nafas dalam dalam hanya ingin menyesap wangi alam yang diberikan TUHAN. Altar itu berdiri Kokoh dengan berbagai ornament dan hiasan dari bunga bunga yang indah, para pemain music bersiap memainkan lagunya. Fee dan Lily beserta Andy menghampiri kami “Omaaaa, maaafkann kami sudah bikin kalian Stress sejujurnya ini ide Mommy Meey dan Daddy Yongki semuanya aku baru tau malam sebelum kami menghilang.. “ “Omma gag akan maafin kalian, kalian jahattt sumpaaahhh”aku sedikit sebel dengan muka polos Fee “Please Omma..maafin kitaaa, masa Omma mau berantem diacara paling sacral untuk Mommy and Dad..Please Omma, maafin kami yaa yaa”Fee mengkecup pipiku “Omma gag mau maafin kamu, abis omma masih kesel sama kamu” “Ampunn Omma ampunn…”Feee terlihat berkaca kaca, sedangkan Fyka dan Rika sebal melihat tingkah laku Fee. Fee memelukku tapi aku tak membalas pelukan itu “Ayo Mom kita cari tempat duduk aja, aku pegel nie”Fyka menarik tanganku, sedangkan Fee masih menangis dibahuku “Ayoo Momm…”kali ini Rika ikut menarikku mau tidak mau aku mengikuti mereka “husttt Mom, kita lagi ngerjain Kak Fee, abis sebel dia bikin kita stress..sekarang hitungan ketiga kita panggil dia yukkk..”Ujar Fyka “1…2….3.. Kak Fee mau terus Nangis disitu” kami bertiga menoleh dan tersenyum kearahnya, dia akhirnya berlari bersama Lily dan kamipun berjalan beriringan mencari tempat yang terdekat dengan altar. 
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~ The Wedding ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Alunan music mengalun merdu ketika Yongki melangkah menuju Altar, dia terlihat gelisah namu senyum tak pernah berhenti mengulas di bibirnya. Yongki menatapku, tersenyum sambil menangkupkan kedua tangannya, aku hanya mengangguk tersenyum bahagia kearahnya. Tiba tiba aklunan music berubah menjadi aluan music yang mengiringi lagu “A Thousand Years part 2” ‘The day we Meet…”sang pembawa acara menyuruh semua yang hadir untuk berdiri, kami semua berdiri menatap kebelakang. Meey disana menggunakan gaun yang digunakan oleh Bella di BDP1 yang sudah dimodif dan disesuaikan dengannya, sehingga membuatnya begitu cantik. Ditangannya sebuket Mawar peach yang begitu cantik, sehingga membuatnya semakin cantik. Meey berjalan bersama seseorang pria yang berusia sekita 50an, senyumnya mengembang tak henti. Dia tak bisa menyembunyikan betapa bahagianya dia, dia menatap Yongki dengan penuh rasa cinta. Bagi Kami mereka adalah Edward dan Bella didunia nyata. Acara begitu khidmad, begitu syahdu. Tak terasa airmataku jatuh diantara jari jemariku, aku begitu terharu menatap kebahagiaan mereka. Wedding Party pun dimulai, Kami semua tertawa bersama. Membuat gaduh dengan gaya foto yang kocak. Membuat para tamu geleng geleng melihat tingkah kami, tapi yaa inilah kami tak perduli apa kata orang yang penting kami bahagia, egois memang. Aku, Meey, Andy dan Yongki berkumpul dan berbicara, Fee dan Lily mencari beberapa cemilan, Rika dan Rifal tampak menikmati kebersamaan mereka ditempat seromantis ini, dan yang membuatku khawatir, Fyka menghilang entah kemana. Namun mata ini mencari cari, tak berapa lama aku melihat Fyka dan Armand sedang mojok juga. aku tersenyum melihat kebahagiaan ini. “Siap siap yaa tangkep bunganya..yang dapet bunganya bayar ke aku Eeehhh..hahahahah bohong..”ujar Meey saat akan memulai melempar bunganya diatas panggung, sedangkan dibawah panggung Nampak berjubel wanita dan para pria diantara kerumunan itu ada Rika Rifal Fee Andy pasangan baru Fyka ddan Armand tak lupa Lily pun ikut. “Lho Mom gag ikut rebutan Buket?”tanya Yongki “Enggak ahh, Mommy lebih senang melihat suasananya daripada ikut rebutan, ribet juga khan Mommy bawa kamera.”aku menjawab sambil mengambil beberapa moment penting “1..2..3…”Meey melempar bunganya kebelakang, para pemburu buket mencoba meraihnya ternyata yang mendapatkannya pasanga Rifal dan rika. “ciyeh yang dapet bungaa, dilarang nikah cepett yaaa..”aku menyindir dengan tersenyum disinis sinisin “Aihh Mommy..yaa enggaklah, kami nie masih kecil Mom, belum pantes..”Kamipun tertawa bersama. Aku menatap langit ‘Tuhan, hingga saat ini aku selalu bersyukur bahwa aku dipertemukan orang orang hebat seperti mereka..Aku berharap persahabatan kami takkan pernah berakhir sampai disini.. I love you @TwihardFamily ‘

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~ E N D ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pengikut